
Pembawa acara berbasa-basi terlebih dahulu sebelum melakukan pelelangan hewan langka percobaan professor. Dari sinilah kedua pasang pertner itu menggali informasi.
"Baiklah semuanya. Terima kasih telah datang pada acara pelelangan hewan langka malam ini. Saya yakin kalian sudah sangat bersungguh-sungguh dan tidak sabar dengan ini. Sebelumnya saya akan memperkenalkan kepada kalian, professor Zhang"
Seorang pria memakai baju serba hitam dengan rambut putih keluar dari balik tirai merah. Ia memakai topeng wajah sehingga tidak terlihat wajahnya. Para pengunjung tempat pelelangan juga memakai topeng pesta yang hanya sebatas mata saja.
Tunggu sebentar. Ia terlihat seperti wanita. Rambut putihnya itu di kuncir mirip di sanggul. Professor Zhang melambaikan tangannya. Terukir senyum tipis di bibirnya. Professor Zhang berdialog singkat.
"Selamat malam semuanya. Saya Zhang. Biasa dipanggil professor Zhang"
"Hallo professor Zhang" ucap orang-orang semarak
"Hai, saya telah menemukan cairan zat baru. Dimana cairan zat baru ini apabila disuntikkan pada hewan-hewan langka maka akan bereaksi menakjubkan. Hewan-hewan itu dapat memiliki kepintaran melebihi manusia pada umumnya"
"Whoo" suara kagum melontar
"Saya harap hasil percobaan saya bisa bisa membantu pekerjaan rumah kalian. Sekian, terimakasih" professor Zhang pergi ketempat dibalik tirai
Suasana semakin ramai. Mereka semua ini sangat bersemangat dan antusias menanti pelelangan resmi dibuka.
"Dengan ini saya nyatakan, pelelangan hewan langka resmi dibuka" ucap pembawa acara
Semua bersorak bahagia. Inilah hal yang sudah mereka nanti sejak tadi. Hari mendekati fajar. Para agen organisasi rahasia masih setia mengawasi keadaan didalam sini.
"Hoam~, kemana perginya Claude?" Claire menguap lebar karena ia mengantuk berat. Tetapi ia menyadari pertnernya tidak ada di sampingnya
"Entahlah. Dia tidak mungkin tersesat. Tidak usah di pedulikan. Kita awasi saja mereka. Hoam~" jawab Selby dengan mulut menguap juga. Mereka mengantuk harus menunggu disini semalaman
Beberapa hewan langka memang sudah laku terjual dalam pelelangan. Mereka melelang dengan harga tinggi. Contohnya saja panda yang sudah dijinakkan. Ada seorang pria yang sanggup membelinya dengan harga 500 juta. Hewan panda terjual dengan harga tinggi karena peminatnya banyak.
...****************...
Pukul 3.00
Acara pelelangan berakhir. Semua keluar dari ruang bawah tanah. Mengemudikan kendaraan roda 4 mereka masing-masing. Sebentar lagi matahari akan segera terbit. Harus segera kembali kerumah sebelum ayah dan ibu tau apabila Claire pergi malam-malam hingga dini hari.
"Claude!" teriak Claire menghampiri Claude
"Ada apa Claire?" tanya Claude dengan nada santai
"Darimana saja kau? aku mencarimu kemana-mana. Kukira kau tersesat"
"A-aku, aku tadi mengelilingi tempat ini. Barangkali bisa menggali informasi mengenai misi kita"
"Lalu, apa yang kau dapatkan?"
"Hm, perlu aku pastikan dulu"
"Yasudahlah. Antar aku pulang. Jangan sampai ayah dan ibuku tau aku pergi malam-malam hingga dini hari bersama seorang pria" Claire memasuki mobil Claude tanpa meminta izin terlebih dahulu. Lama-lama sifatnya semena-mena juga
"Claude, aku akan mengantar Selby pulang. Sampai jumpa" sahut Senno melambaikan tangannya menuju mobilnya sendiri. Senno benar, ia harus mengantar Selby pulang terlebih dahulu
Sesampainya di rumah, Claire segera berganti pakaian dan hendak tidur diatas ranjang empuknya. Tetapi sebuah pemikiran terlintas dikepalanya. Ucapan Claude sebelum ia mengantar Claire pulang kerumahnya.
"Apa yang perlu ia pastikan ya?" gumamnya
__ADS_1
Claire tidur terlentang. Ia tidak bisa tidur karena memikirkan ucapan Claude. Beberapa kali ia mencoba untuk membohongi dirinya sendiri dengan menebak-nebak hal yang dimaksud oleh Claude.
2 jam berlalu. Kini sudah pukul 6 pagi. Ibu dan ayah pasti sudah bangun. Sebaliknya, Claire justru baru bisa tidur nyenyak setelah melupakan pemikirannya tadi. Waktu tidurnya tidak akan lama.
...----------------...
Hari ini memang hari yang melelahkan. Sejak semalam mereka harus tetap membuka matanya lebar untuk memastikan tidak ada hal mencurigakan walau terasa sangat mengantuk.
Memang menjadi agen organisasi rahasia harus bekerja keras demi keamanan negara. Dengan kata lain tidak akan ada yang tau upaya mereka, maka pihak negara sekalipun tidak akan memberikan apresiasi sebesar apapun upaya para agen dalam menyelesaikan misinya.
Bagi mereka, itu bukan masalah. Asalkan mereka sendiri bisa melihat orang-orang disekitarnya aman serta selalu dalam lingkup kebahagiaan maka itu dianggap sebagai balasan melebihi segalanya.
Agen rahasia yang berhasil menyelesaikan misinya mendapatkan hadiah secara tidak langsung dimana ia bisa merasakan kebahagiaan menyelimutinya. Melihat senyuman tanda kebahagiaan.
"Senyuman adalah tanda kebahagiaan. Kita harus menjaga senyuman alami bukan senyuman palsu mereka. Jika kita berhasil mengamankan negara, maka senyuman itu adalah hadiah terbesar melebihi segalanya untuk kita" itu adalah makna semboyan mereka
Pukul 8.00
Claire terbangun dari tidurnya. Badannya terasa berat sekali. Lebih tepatnya terasa kaku hingga sulit digerakkan. Apa boleh buat selain melakukan peregangan sederhana saat bangun tidur?
Setelah Claire melakukan aktivitas singkatnya, ia mengambil ponsel miliknya diatas meja dekat tempat tidurnya. Menatap layar ponsel yang menyala. Ada pesan masuk. Dan Claire sangat mengenali siapa si pengirim pesan ini.
Dengan segera ia menjawab pertanyaan si pengirim pesan di seberang sana. Claire beranjak dari tempat tidurnya dan memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
Meja Makan
Seusai mandi, perut Claire keroncongan. Ia mendatangi meja makan di dekat dapur. Tersedia seporsi nasi goreng diatas piring lengkap dengan sendok.
"Sepertinya lezat" sahut Claire tergiur ingin memakan nasi goreng tersebut
"Ibu, ibu mau pergi kemana?" tanya Claire menatap mata ibunya lekat-lekat
"Ibu akan pergi sebentar ke swalayan dekat sini. Sebaiknya kau cepat makan. Aku yakin kau lapar, Claire"
"B-biar aku saja yang membelanjakan ibu. Kenapa ibu harus pergi kesana sendiri?"
"Tidak perlu. Raut wajahmu terlihat kelelahan. Entah apa yang kau lakukan semalam"
"Gawat. Jangan-jangan ibu tau soal kemarin" ucap Claire dalam hatinya
"I-itu, aku hanya melakukan..."
"Ah, tidak usah dipikirkan. Semalam kau pasti bertaruh demi kupon ini kan?" ibu mengeluarkan sebuah kupon kemenangan dari sakunya
"Ku-kupon?"
"Ya, kupon kemenangan ini kau pasti susah payah mendapatkannya. Kau memang anak hebat, bisa diandalkan"
"A-apa yang di menangkan bu?"
"Liburan musim panas"
"Apa?!!"
"Kita akan berlibur ke pantai saat musim panas nanti. Bersiaplah"
__ADS_1
"T-tapi, I-ibu!!" teriak Claire gagap. Ibunya sudah pergi meninggalkannya didalam rumah
Darimana asalnya kupon yang dipegang ibu tadi? semalaman Claire tidak bertaruh apapun. Ia menjalankan misi atas dasar pekerjaannya. Bukan bermain untuk mendapatkan kupon liburan musim panas. Sungguh aneh dan menyebalkan sekali.
Setidaknya ibu tidak tau apabila Claire pergi meninggalkan rumah semalam. Dan setidaknya ibu bahagia mendapatkan kupon tersebut. Darimana pun kupon itu berasal.
Claire pergi neninggalkan rumah. Bermaksud jalan-jalan sebentar menghilangkan kekesalannya. Ia justru bertemu dengan Claude di jalan.
Claire ingin menyapa Claude. Sedangkan Claude mengisyaratkan untuk masuk ke lorong kecil yang jarang dilalui orang. Mereka berdua masuk kedalam lorong diwaktu yang tidak bersamaan tetapi selisih beberapa detik. Disana mereka mulai berdialog.
"Tumben sekali seorang Claire pergi berjalan-jalan"
"Sesekali tidak apa-apa"
"Kau pasti akan mencari tau darimana kupon yang dipegang ibumu tadi kan?"
"Eh, bagaimana kau tau?"
"Karena aku yang meletakkannya di saku pakaianmu. Saat ibumu hendak mengambil pakaianmu untuk dicuci, ia menggabah sakunya. Kemudian ibumu menemukan kupon itu" jelas Claude
"Kenapa kau tidak bilang padaku soal ini? teganya kau membiarkanku dalam keadaan yang sangat membingungkan"
"Aku minta maaf. Lain kali aku akan bilang dulu padamu, Claire"
"Tapi kenapa kau memberikannya padaku?"
"Aku yakin kau pasti lelah menghadapi misi-misi itu kan. Kau seharusnya memikirkan kesehatanmu juga. Tujuanku memberikan kupon liburan untukmu adalah agar kau bisa rileks walau sebentar. Hingga kau siap dengan misi lanjutan"
"Kita belum selesai soal misi semalam. Aku tidak mungkin pergi begitu saja meninggalkan pekerjaanku"
"Soal itu aku akan mengurusnya sendiri. Tidak perlu khawatir"
"Menurutmu apakah tuan Astra ataupun tuan Shibe akan mengizinkanku untuk cuti demi hal sepele seperti ini?"
"Tentu. Karena merekalah yang menyarankan liburan ini untukmu"
"Apa?!!"
"Kalau begitu aku pergi dulu. Sampai berjumpa lagi, Claire" Claude pergi meninggalkan Claire keluar dari lorong kecil dimana mereka berbincang tadi
Sudahlah. Minggu depan musim panas akan tiba. Dengan berat hati Claire terpaksa akan ikut ayah dan ibunya pergi berlibur. Lagipula ini juga permintaan kedua atasannya.
Dalam waktu satu pekan dimana waktu sebelum ia pergi berlibur, ia memutuskan untuk menghubungi orang yang tadi pagi menghubunginya. Hendak mengetik pesan, orang yang akan dituju Claire sudah mengirim pesan terlebih dahulu.
^^^"Apa besok kau ada waktu luang?"^^^
^^^"Tentu"^^^
^^^"Lama tidak berjumpa. Maukah kau besok datang ke bar milik pamanku di jalan Laut? hanya kita berdua saja"^^^
^^^"Akan kuusahakan untuk datang besok"^^^
^^^"Terimakasih. Kalau berhalangan tidak perlu sungkan menghubungiku"^^^
^^^"Iya"^^^
__ADS_1