
Claude beserta para agen lainnya masuk kedalam hutan lebat dengan berlari. Mobil-mobil mereka telah dibakar habis oleh para mafia. Sehingga tidak ada lagi kendaraan yang layak digunakan.
Hutan ini jauh dari kota maupun pemukiman penduduk. Sebenarnya berlari memang melelahkan. Tetapi apa boleh buat lagi.
"Apakah masih jauh? Huft~" ucap Selby dengan nafas menderu kencang. Jemari di kaki-kaki ini sudah mulai terasa pegal.
"Dua kilometer lagi" balas Claude menatap lurus jauh didepan sana.
"Du-dua kilometer? Jauh sekali. Aku bisa pingsan di tengah jalan kalau begini"
"Terpaksa karena tidak ada kendaraan yang bisa digunakan"
Sekelompok agen itu pun melanjutkan perjalanan mereka dengan berlari. Berlari saja sudah menghabiskan separuh tenaga mereka. Bagaimana jika nanti saat bertempur dengan para mafia?
...****************...
"Tuan, kita beristirahat sebentar" seorang pria bersurai coklat pekat memutuskan untuk duduk agak berjauhan dengan pohon.
"Duduklah" sahut seorang pria lain bersurai hitam. Di tangan kanannya sebuah korek api dinyalakan. Langsung ditautkan dengan rokok di mulutnya.
Malam semakin gelap. Jalanan yang beriringan dengan hutan lebat ini tidak memiliki penerangan. Mereka melakukan perjalanan dengan tanpa kendaraan. Kendaraan roda empat mereka telah terbakar oleh granat-granat mematikan di depan gedung tua yang telah roboh.
"Apakah kita masih jauh, Tuan?"
"Bisa dibilang cukup jauh" sambil mengeluarkan asap putih dari mulut dan hidungnya pria yang disebut 'Tuan' itu menjawab pertanyaan anak buahnya.
"Tenang saja, anak-anak muda itu pasti masih kebingungan seperti tikus yang dikejar kucing" sahut wanita bersurai merah kecoklatan terurai panjang bergabung dalam lingkup pembicaraan.
"Jangan remehkan mereka. Mereka tidak sama bodohnya dengan hewan. Bisa jadi mereka sudah dekat dengan kita sekarang"
Seseorang dengan pakaian hitam dalam gelapnya malam berlari kearah pria yang disebut sebagai 'Tuan' tadi. Dia tampak terburu-buru.
"Lapor Tuan, beberapa orang bersenjata dalam jarak beberapa meter sedang menuju kemari. Mereka mengenakan pakaian agen organisasi itu"
"Sudah kuduga. Semuanya, bersiap tempur!" pria itu mematikan bara api dalam rokoknya. Bersiap memegang pistol di kedua telapak serta jari-jari tangannya.
...****************...
__ADS_1
Selby semakin tidak sanggup menahan lelah di kakinya. Kini kakinya mati rasa. Haran beberapa kali menawarkan bantuan kepadanya. Namun ditolak langsung oleh Selby.
Kewaspadaan Selby mulai memudar. Dia hanya memikirkan rasa lelah di kakinya saja saat ini. Tidak lagi mempedulikan lingkungan sekitarnya. Mungkin dia sudah lupa kalau saat ini mereka sedang akan bertempur melakukan serangan balasan yang sesungguhnya.
Sebuah peluru lonjong melesat cepat melewati wajah Selby. Nyaris mengenai hidungnya. Claire segera menarik bahunya agar menjauh dari peluru tersebut.
Semuanya langsung kembali waspada tingkat tinggi. Peluru lonjong itu berhasil meruntuhkan satu batang pohon tinggi. Membuat lubang besar di tengah batangnya.
Lima peluru sekaligus segera menyusul dari arah yang sama. Claire berlari maju terlebih dahulu. Gerakan gesitnya membuat tubuhnya dengan mudah menghindari buah-buah peluru mematikan tersebut.
Yang lain ikut menyusul. Mereka juga baru saja berhasil menghindari serangan peluru tiba-tiba. Haran dan beberapa temannya bersembunyi dibalik batang pohon yang besar. Tugas mereka melakukan tembakan peluru jarak jauh.
"Lakukan Claire! kami ada di belakangmu!" seru Haran membesarkan tekad Claire untuk maju kedepan.
Serangan jarak dekat tidak bisa dilakukan dengan pistol. Claire menggunakan benda tajam berupa dua belati untuk menyerang lawannya.
Para serangan pertama, Claire menghadapi seorang pria bersurai sama sepertinya. Gerakan pria itu dinilai sangat lamban dibandingkan gerakan gesit milik Claire.
Di level selanjutnya, Claire seolah mendapatkan musuh yang setara kuatnya dengan dia.
"Kupikir yang anda maksud adalah diri anda sendiri" Claire menjatuhkan tubuh lawannya dengan teknik 'Guntingan' yang selama ini dia pelajari dalam bela diri.
Tubuh lawannya pun terbanting ke tanah. Kepalanya terbentur keras. Claire menggores lehernya dengan belati miliknya.
Claire tidak sendirian menghadapi lawan-lawannya dalam jarak dekat. Claude dan beberapa agen lain ikut berperang senjata ini.
Claude melompat dengan terbalik lebih tinggi dibangdingkan kepala lawannya kemudian menusuk punggungnya dari belakang.
Beberapa kali serangannya ditahan oleh lawannya. Claude pun segera membanting tubuhnya hingga terjatuh ke tanah dengan keras. Dia ingin segera membunuh lawannya namun lagi-lagi serangannya tertahan.
Selby bergabung dengan Haran untuk melakukan serangan jarak jauh. Dia beberapa kali melepaskan peluru, mengenai tepat di kepala musuhnya.
Satu-dua tembakan yang diluncurkan Haran berhasil menembus daging bahkan tulang punggung lawannya hingga sampai di jantung mereka.
Leher Claire tanpa sadar hampir saja ditebas oleh musuh seorang wanita bersurai merah kecoklatan. Tetapi nyawanya diselamatkan oleh Haran yang memberikan serangan kearah sembarangan.
Claire yang menyadari itu segera memberikan serangan kepada musuh sesama wanitanya tersebut. Senyuman licik jelas terulas dalam bibir wanita mafia itu.
__ADS_1
"Akhirnya kita bertemu lagi" ucapnya.
"Kapan kita pernah bertemu" Claire menentang langsung ucapan lawan wanitanya barusan.
"Kau tidak ingat? oh memang anak muda"
"Memang kenapa jika aku masih muda?"
"Jangan membuang-buang nyawamu hanya demi menangkap kami"
"Jika kukatakan itu sudah menjadi kewajibanku?"
"Hahaha~ kau ini lucu sekali. Jika kau sudah terlibat dalam masalah sedalam ini, sepertinya nyawamu hanya akan bertahan hingga malam ini"
"Oh ya? kupikir itu sebaliknya"
Kurang lebih begitulah percakapan nada sinis diantara Claire dan lawan wanitanya. Mereka sama-sama ingin menang. Sama-sama ingin membunuh satu sama lainnya.
Beberapa kali tubuh Claire terhempas karena tendangan keras di bagian perut dari wanita yang menjadi lawannya. Tetapi Claire segera bangkit lagi dan memberikan serangan bertubi-tubi tanpa ampun.
Lama kelamaan tubuhnya merasa lelah. Pertarungan jarak dekat seperti ini lebih memakan banyak tenaga. Karena tidak hanya menggunakan pikiran melainkan juga gerakan cepat untuk menyerang lawan.
Claire berhasil melukai perut wanita itu. Pakaian hitamnya sobek berupa sayatan belati. Terlihat jelas di wajahnya bila wanita itu sudah lelah. Namun wanita itu sangat keras kepala.
Dia masih saja ingin bertarung dengan Claire. Claire berhasil mengunci pergerakan wanita itu secara keseluruhan. Tangan kanan Claire memenggal leher wanita itu. Mengartikan ancaman kematian jika berani bergerak.
Sedangkan disisi lain, Claude berhasil mengalahkan pimpinan mafia. Namun ia tidak membunuhnya. Sama halnya dengan Claire, Claude juga memenggal leher pria berwajah licik tersebut.
Hampir keseluruhan dari sekelompok mafia telah terbunuh dalam pertempuran singkat jarak dekat. Yang tidak terbunuh melainkan hanyalah si pimpinan, wanita bersurai merah kecoklatan, dan satu-dua anggota biasa saja.
Tangan mereka semua ditali erat dibelakang punggung masing-masing. Agen organisasi rahasia berniat memenjarakan mereka seusai ini.
Claire menghubungi atasannya, Tuan Astra. Sang atasan segera mengirim beberapa orang untuk membawa para mafia itu beserta agen organisasi yang tersisa.
Siangnya direncakan Tuan Astra akan mengirim tim evakuasi untuk memakamkan orang-orang yang telah gugur dalam pertempuran bersenjata semalam baik dari golongan mafia maupun agen organisasi.
Tidak lupa untuk mengangkut mobil-mobil yang hangus terbakar oleh tragedi yang pantas disebut kebakaran semalam.
__ADS_1