
Pintu di dobrak dengan keras dari luar.
Brakkk...
Mereka berempat tersentak kaget. Terutama Selby. Tetapi kotak informasi sudah berada di tangannya.
"Penyusup!!!" teriak seorang pria berperawakan tinggi dan besar berpakaian serba hitam.
Beberapa pengawal pria itu segera menodongkan pistol kearah Claire, Claude, Selby, Senno. Selby masih memegang erat kotak informasi itu.
Claire dan Claude bersiap menyerang. Tidak akan ada jalan untuk kabur dari ruangan ini selain berkelahi dengan musuh.
Claire dan Claude juga membawa pistol. Jikalau para mafia melepaskan peluru maka masih ada senjata untuk mereka bertahan sekaligus menyerang.
1... 2... 3...
"Door!!! Door!!! Door!!!" peluru ditembakkan dengan arah sembarang oleh para mafia itu. Satu peluru mengenai pigora yang dipasang di dinding-dinding ruangan. Peluru kedua mengenai guci kaca yang letaknya diatas meja.
Guci kaca itu pecah.
"Craang!!"
Senno melindungi Selby dari pecahan kaca guci. Ini ancaman tingkat pertama dari mereka. Todongan senjata.
"Menyerahlah baik-baik, atau kami akan menembak kalian" ucap sang atasan.
Jika menyerang disini, maka mereka berempatlah yang akan terjebak. Lebih baik berpura-pura menyerah kemudian menyerang mereka di tempat terbuka.
Pengawal mafia mengunci kedua tangan mereka berempat. Kotak informasi yang tadinya berhasil dibawa oleh Selby terpaksa diberikan kepada sang atasan.
Entah mereka akan dibawa kemana. Melewati lorong-lorong gelap, akses menuju ke markas.
Selain mengunci kedua tangan dibelakang punggung, mereka juga memaksa pasangan partner untuk naik ke dalam mobil mereka. Ini sudah berada di tempat terbuka. Waktu yang tepat untuk menyerang.
Claire dengan cepat menendang perut pengawal dengan tungkai kakinya.
Claire juga yang melawan pengawal lainnya. Dia handal dalam berkelahi. Claude telah lepas dari pengawal. Mereka berdua melawan bersama.
Selby dan Senno merebut kotak informasi yang dibawa sang atasan. Agak sulit tetapi akhirnya berhasil. Hanya dengan bantuan pistol.
Mereka berempat berhasil melarikan diri dari lokasi. Meninggalkan para mafia bersenjata yang tidak sadarkan diri beserta luka lebam di pipi, tangan, maupun kaki.
Dari arah berlawanan, mobil hitam-hitam melaju cepat kearah mereka. Apalagi ini?
Turun dari dalam mobil para pengawal mafia bersenjata lengkap. Ada atasannya juga. Tapi dia pasti bukan yang mengetuai organisasi.
__ADS_1
"Mereka adalah sekutu para mafia. Atasan mereka pasti telah menghubungi bala bantuan" ucap Claude bersiap untuk berkelahi lagi.
"Kita harus segera pergi dari ini" Selby memeluk erat kotak infomasi bercat hitam di dadanya.
"Claire, bawa Selby pergi dari sini. Aku dan Claude akan sisanya" perintah Senno barusan dibalas anggukan mantap oleh Claire.
Claire dan Selby berlari menuju mobil hitam Claude. Hendak mengendarainya untuk kabur dari sini.
Claire bersiap memegang kendali mobil. Menarik napas panjang. Ini akan menjadi tragedi besar.
"Kau bisa mengendarai mobil, Claire?" tanya Selby yang terlihat cemas.
"Tentu saja bisa" Claire langsung menginjak pedal gas pada mobil yang dikendarainya. Membelokkan mobil lima puluh derajat.
...****************...
Claude dan Senno berdiri di tempat. Memposisikan pistol pada musuh yang kapanpun dapat menyerang mereka.
"Dasar penyusup! berani-beraninya kalian menyusup dalam ruangan rahasia kami?!!" Sang atasan membuka suara.
Claude semakin erat memegang pistolnya. Secepat apapun musuh menyerang, dia harus lebih cepat melepaskan tembakan.
"Menyerahkan baik-baik. Aku tidak akan mengasihani kalian" raut wajah sang atasan itu sangat menantang. Membagkitkan emosional.
Claude dan Senno tidak bergerak sedikitpu. dari tempatnya. Pria yang sedari tadi berbicara pun meyakini mereka tidak akan menyerah dan memutuskan untuk menyerang.
Door...!!!
Tembakan pertama ditujukan dekat dengan kaki Claude. Mereka sengaja.
Claude dan Senno berlari menjauh. Dua lawan banyak tidak akan menang kecuali ada bala bantuan.
"Jangan lari!!!" para pengawal mengejar Claude dan Senno.
Mereka berdua masuk kedalam hutan lebat di dekat jembatan layang Rezora. Pohon-pohon tinggi dapat menjadi tameng mereka.
Door...!!! Door...!!!
Pengawal mafia menembakkan pelurunya ke jalanan. Meledak. Menyisakan asap abu-abu di jalanan gelap dan kosong.
Claude bersembunyi dibalik batang pohon tinggi. Berharap mereka tidak tau posisinya. Tetapi...
Blarr...!!!
Salah satu pengawal menembakkan peluru berbahayanya ke batang pohon tempat Claude bersembunyi. Pelurunya menembus batang pohon. Menyisakan bentuk lingkaran berasap.
__ADS_1
"Ini berbahaya!" Claude berseru sambil terus melarikan diri bersama Senno.
Hutan lebat pun penuh dengan sisa-sisa ledakan peluru dan bom. Jalanan tidak lagi utuh. Beberapa pohon tinggi runtuh. Persis seperti bekas medan perang.
Claude dan Senno belum bisa melarikan diri. Mereka masih dalam posisi bersembunyi dibalik mobik salah satu mafia.
Granat terlempat kebawah mobil.
Duarrr...!!!
Mobil itu meledak. Asap tebal menyelimuti tempat itu.
Claude melepaskan pelurunya diantara kepulan asap. Ia bisa melihat jelas karena memakai kacamata.
Satu pengawal mafia tertembak di bagian bahu. Jatuh tersungkur. Teman-temannya segera mengirimkan serangan balasan berturut-turut tanpa jeda.
Claude menunduk ala-ala seorang tentara. Kepulan asap masih tebal. Menghalangi pandangan siapapun yang berada di dalamnya.
Di sisi lain, Senno terkena tembakan peluru di bagian betis. Ia kesulitan berjalan. Dengan terpaksa Claude membawa Senno kabur dari tempat itu. Menuju mobil Senno.
"Kita tidak bisa jika hanya menyerang berdua" Claude bersiap mengendarai mobil hitam milik Senno.
"Kita butuh bala bantuan" Senno meringis kesakitan. Darah segar mengucur di betisnya. Ini gawat sekali.
Disaat Claude kabur pun, pengawal mafia bersenjata masih senantiasa mengejar mereka. Sepertinya mereka tidak putus asa.
"Astaga mereka mengejar kita!" Claude berseru terburu-buru.
"Di depan belok kanan!" Senno berteriak sambil menahan rasa sakit.
Claude mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Ia membanting setir ke kanan. Bekas-bekas ban mobil tercetak jelas di jalanan.
"Mereka masih mengejar! di depan ada sungai. Bersiaplah! kita akan melompat!"
Claude meningkatkan kecepatan. Bersiap akan melompati sungai dengan mobil.
1... 2... 3...
Mobil berwarna hitam pejat melompat sempurna. Berlatar belakangkan rembulan dan bintang-gemintang. Arus sungai dibawah sana sangat deras. Sekalinya jatuh kebawah maka mobil ini akan ikut terseret arus hingga tenggelam.
Mobil yang dikendarai Claude mendarat sempurna di jembatan kayu. Pengawal mafia tidak ikut melompat, tetapi mengirim serangan peluru jarak jauh.
Blarrr...!!!
Persis setelah mendarat di jembatan, kaca belakang mobil pecah terkena serangan peluru jarak jauh.
__ADS_1
Tetapi Claude tetap meningkatkan kecepatan, menjauhi lokasi. Keadaan Senno sekarang sangat miris. Ia tidak lagi bisa menahan rasa sakit di betisnya.