Agen Polisi Rahasia

Agen Polisi Rahasia
Serangan Balasan


__ADS_3

Rupanya tim K-2, tim J-7, beserta beberapa sisa anggota tim lain bersembunyi. Ada yany dibalik batu besar, ada yang dibalik mobil para mafia, ada juga yang bersembunyi dibalik batang pohon yang tinggi dan besar.


Selby beberapa kali menepuk pipi Senno. Senno tidak sadarkan diri. Lukanya terlalu parah. Padahal mereka belum melakukan serangan apapun tetapi para mafia telah mengaktifkan bom duluan.


Sedangkan pria yang tadi ditolong oleh Selby mulai berbicara walau beberapa kali meringis kesakitan.


"Biarkan saja dia dulu, lagipula lukanya cukup parah dibandingkan aku. Jika dia bangun dia akan tersiksa oleh lukanya" ujar pria itu.


"Apa yang telah terjadi? bagaimana bisa gedung itu di bom hingga runtuh? siapa yang melakukannya?" Claire bertanya terburu-buru.


"Para mafia itu licik. Mereka memasang bom di dalam dan diluar gedung. Jika ada penyusup masuk mereka akan langsung mengaktifkan bom nya. Para mafia itu yang telah melakukannya"


"Kita kehilangan hampir setengah anggota. Untung saja tim K-2 dan tim J-7 banyak membantu anggota yang terluka, sehingga bisa meminimaliskan kemungkinan berkurang banyak" Selby berhenti membangunkan Senno, dia ikut bergabung dalam pembicaraan.


"Yah, sejauh ini yang kita tau begitu. Terima kasih telah menolongku. Nyawaku tertolong"


Sebuah batu terlempar kearah Claire. Batu besar. Di permukaannya tergambar beberapa simbol. Claire tau itu simbol apa.


"Apa artinya, Claire?" Selby bertanya sambil mendekat kearah Claire.


"Kita akan melakukan serangan balasan"


"Serangan balasan?" Selby dan pria itu berkata hampir bersamaan.


"T-tapi, keadaan Senno masih sangat buruk" mata Selby berkaca-kaca. Khawatir dengan partnernya.


"Tinggalkan dia disini"


"Tinggalkan?"


"Iya, jangan melibatkannya dalam situasi berbahaya. Mungkin jika disini dia jauh lebih aman" saran Claire disetujui oleh pria di sebelah Selby.


Selby menundukkan kepalanya. Sedih. Dia pasti sangat khawatir. Sebenarnya Selby tidak jauh berbeda dengan teman lama Claire, Hana. Mudah khawatir.


"Aku takut terjadi sesuatu dengannya. Jika ada mafia yang menemukannya bagaimana?"


"Aku akan menjaganya" ucapan pria itu membuat Claire dan Selby tersentak kaget.


Raut wajah dua wanita itu seolah menunjukkan 'kau tidak ikut?' kepada pria yang ditolongnya.


"Aku tidak bisa bertarung lagi"


"Apa maksudmu? kau menyerah begitu saja?" Claire mencengkeram erat pakaian pria itu.


"Tidak. Jika aku ikut aku hanya akan membebani yang lain. Kalian berdua pergilah. Aku akan menjaga Senno" pintanya.


"Kau ini!" Claire berseru tertahan. Tangannya mengepal erat. Matanya terpejam.


"Tidak ada cara lain lagi, Claire. Biarkan dia disini menjaga Senno" Selby terlihat lebih tenang mengetahui ada seseorang yang akan menjaga partnernya selama ia melakukan serangan balasan nanti.

__ADS_1


"Baiklah jika itu mau kalian. Aku berjanji kita akan menangkap semua mafia sialan itu" Claire membulatkan tekadnya.


Selby dan pria itu mengangguk mantab. Seolah memberikan keyakinan mereka untuk Claire.


...****************...


Claire mengenakan pelindung kepalanya. Begitu juga dengan Selby. Kemudian menyusul teman-temannya yang lain.


Para mafia dikonfirmasi kabur dari gedung sebelumnya yang telah runtuh. Tidak jauh dari sini ada gedung lainnya yang kemungkinan merupakan tempat persembunyian mafia.


"Semuanya bersiap!" pinta ketua tim J-7 yang juga untuk tim K-2.


Seketika semua anggota tim bersiap mengangkat senjatanya. Kapanpun serangan bisa diluncurkan. Seperti ucapan pria tadi, para mafia itu licik.


Mereka semua melangkah masuk kedalam gedung. Kali ini lebih hati-hati. Karena sebelumnya mereka hampir kehilangan setengah agen organisasi rahasia.


Lorong-lorong dalam gedung lantai pertama kosong. Menyisakan suara hewan malam yang berkerik. Sepertinya bangunan ini memang nyata kosong.


Atau para mafia bersembunyi di lantai berikutnya.


Beberapa langkah menaiki anak tangga. Salah satu anggota yang melangkah duluan kepalanya tertembak. Yang melakukannya jelas manusia. Karena itu tepat sasaran.


Anggota tim lainnya segera naik keatas. Membalas serangan barusan. Lampu yang awalnya padam tiba-tiba menyala terang. Tidak ada siapapun disana. Apa orang ini bersembunyi?


Tap...


Tap...


Tap...


"Hati-hati" yang dibalas anggukan oleh Claire.


Awalnya semua terasa seperti kosong. Namun tepat dari belokan tersebut, beberapa peluru kecil tak kasat mata mengarah cepat kepada Claire.


Claire sosok wanita yang memiliki reflek cepat. Hanya serangan tiba-tiba tidak akan membuatnya dikalahkan.


Door...door...door!!!


Serangan orang barusan meleset. Mengenai dinding bangunan. Meledak kecil.


"Ada musuh!!!" anggota lainnya segera mengejar arah tembakan barusan. Claire sudah berlari lebih dulu.


Di gedung ini banyak belokan. Serangan lagi-lagi tiba tepat di belokan. Claire menatap sekilas peluru yang mengarah kepadanya.


Tubuh Claire sangat atletis. Dia bergerak melompat kebelakang dengan menekuk punggugnya.


"Meleset" ucap Claire ringan. Dia lanjut berlari mengikuti arah serangan barusan.


...****************...

__ADS_1


Haran melewati depan sebuah ruangan gelap. Dia bisa mendengar samar bisikan-bisikan suara manusia. Haran yakin di dalam sana ada orang.


Dengan segera segera melemparkan bom reflek. Itu adalah jenis bom bila merasa dilempatkan akan langsung meledak.


Boommm.....!!!!


Dinding ruangan itu hancur. Meledak. Menyisakan puing-puing kecil.


Puing-puing itu terbakar. Dari balik api yang membara, Haran bisa melihat tiga orang sekaligus telah tiada.


"Rasakan itu" ucapnya berbangga.


"Agen K-2, ada apa?" seseorag berlari cepat kearah Haran dan segera bertanya.


"Ada penyusup di ruangan. Aku pun meledakkannya"


Mendengar hal itu, ketua tim J-7 menyuruh para anggotanya meledakkan seluruh gedung. Baginya sekalian saja menghancurkan seluruh gedung daripada harus menghabisinya satu persatu.


Tiba-tiba para mafia lain datang dengan jumlah banyak. Kenapa dari tadi mereka tidak menampakkan diri? mereka baru tiba disini.


"Selamat malam wahai para agen organisasi rahasia" sapa seorang pria melepas maskernya. Sepertinya dialah pemimpinnya.


"Lama tidak berjumpa. Akhirnya kita berjumpa lagi malam ini" pria itu dengan santai menyalakan korek api.


Claire dalam mode waspada tingkat tinggi. Dia tidak mau tertipu dengan kelicikan para mafia lagi.


"DIAM!!! IKUTLAH DENGAN KAMI!!!" seru para agen organisasi.


"Santai saja para agen. Kami ini orang baik-baik" ucapnya tersenyum miring.


"Apanya yang orang baik-baik?" batin Claire.


"JANGAN BANYAK BICARA! IKUT DENGAN KAMI SEKARANG!" giliran ketua tim J-7 menentang pemimpin mafia itu.


"Begitulah mau kalian?" pemimpin para mafia itu menoleh sekilas kearah anak buahnya. Seperti mengucapkan isyarat. Sedangkan anak buahnya mengangguk.


"Tenang saja. Aku tau kalian memang membenci organisasi kami sejak lama. Hanya dengan alasan merugikan negara dan ilegal,"


"Setelah ini tidak akan lagi ada kebencian. Karena kita tidak akan bertemu lagi"


"Apa maksud pria ini? apa dia mengancam?" Claire berseru dalam hatinya.


"Sampai jumpa"


Tepat setelah ucapan itu, beberapa bom diarahkan kepada agen organisasi rahasia.


BOOM....!!!


BOOM....!!!

__ADS_1


BOOM....!!!


Para mafia itu tidak berhenti melemparkan bom. Serangan bom bertubi-tubi. Claire berhasil selamat dari api yang kemudian menyala besar.


__ADS_2