Agen Polisi Rahasia

Agen Polisi Rahasia
Upacara Pelantikan


__ADS_3

Malam itu setelah Claire menginterogasi Selby. Dia sudah lega Selby memiliki seseorang yang akan selalu menemaninya. Tidak lain itu adalah teman laki-lakinya yang dikenal sejak pertemuan pertama.


Malam itu juga Claire tidak bisa tidur. Dia ingin kembali bertugas pada agen polisi rahasianya. Tidak malah cuti tanpa melakukan misi apapun setelah perang senjata.


Claire menatap layar ponselnya yang menyala terang dibalik selimut. Lampu di kamarnya memang sengaja dipadamkan. Selby juga sudah tidur sejak tadi.


Pesan masuk dari Tuan Astra. Membaca nama pengirim pesannya saja Claire sudah sangat senang. Setiap Tuan Astra mengiriminya pesan itu pasti ada sesuatu yang harus dilakukan.


^^^"Claire, selamat malam. Apa kau sudah tidur? maaf aku mengganggumu malam ini. Tidak perlu berlama-lama. Intinya besok pagi datanglah ke markas utama lagi. Ada hal penting yang akan terjadi"^^^


^^^"Selamat malam Tuan Astra. Saya belum tidur. Besok saya akan datang ke markas utama. Sebenarnya saya sudah lama menantikan misi baru dari anda. Terima kasih"^^^


Percakapan yang begitu singkat. Claire akhirnya bisa tidur dengan nyenyak. Dia menantikan besok pagi saat pergi ke markas utama.


~Pagi Hari~


Mentari sudah terbit dari arah timur. Sajian pemandangan pagi kota bisa dilihat dari jendela kamar Claire. Dalam hati Claire sangat sangat senang.


Claire segera bergegas mandi. Kemudian disusul oleh Selby. Keduanya turun dari lantai dua untuk memakan sarapan yang dibuat oleh ibu Claire. Ibu Claire juga senang karena kedatangan tamu teman dari anaknya.


"Selamat pagi Claire, Selby" sapa ibu Claire ramah.


"Selamat pagi Tante" Selby menyapa balik.


"Jangan panggil tante. Bibi saja"


"Oh kalau begitu, selamat pagi bibi"


Claire tidak membalas sapaan ibunya. Dia memang biasanya begitu. Atau kadang jika mood nya baik dia hanya membalas singkat. Claire menarik kursi dari bawah meja makan. Bersiap menyantap makanan lezat buatan ibunya.


Menu masakan pagi ini sayur sop. Dilengkapi dengan beberapa lauk pauk lainnya. Itu bukan makanan favorit Claire. Tetapi makanan favorit ibunya.


Saat pertama Selby menyuapkan sesendok nasi dengan kuah sayur sop, dia berkata "Masakan bibi lezat sekali. Aku sangat menyukainya"


"Oh ya? wah terimakasih Selby"

__ADS_1


"Kebetulan sayur sop ini juga salah satu makanan favoritku. Ibuku sering memasak ini saat aku masih kecil"


"Benarkah? kebetulan sekali. Bibi juga suka makanan ini"


Claire yang pendiam beserta ayahnya hanya diam menyimak percakapan ibunya dengan teman gadisnya itu. Melanjutkan makan hingga tandas.


"Baiklah ibu kami pergi dulu"


"Baiklah baiklah. Hati-hati dijalan"


Claire dan Selby berpamitan kepada orang tua Claire. Keduanya pergi dengan mobil yang berbeda. Selby ingin langsung pulang dengan menaiki taxi. Sedangkan Claire menunggu Claude menjemputnya.


"Mari naik nona Claire" Claude membuka kaca mobil.


"Tidak usah pakai sebutan nona segala" Claire segera membuka pintu mobil dan duduk diatas kursi sebelah kursi kemudi.


Claire dan Claude pergi ke markas utama sesuai dengan perintah Tuan Astra. Claude sudah diberitahukan oleh Tuan Astra juga. Keduanya mendapat panggilan khusus sepertinya.


Sesampainya di markas utama, Claire dan Claude disambut oleh beberapa atasannya dengan menggunakan jas hitam. Apa maksudnya ini? tidak ada agen lain yang datang ke markas utama selain partner C-C.


Tuan Shibe berada di belakang Tuan Astra. Mereka berdua adalah atasan yang berperan penting dalam organisasi rahasia ini.


"Selamat pagi Tuan Astra, Tuan Shibe. Kalau saya boleh tau. Apa tujuan saya dan partner saya disuruh kemari?"


"Ada upacara pelantikan khusus untuk kalian berdua. Silahkan kearah sini"


Tuan Shibe mengarahkan pada sebuah lorong panjang dan gelap. Rasa-rasanya kemarin sewaktu kesini tidak ada lorong seperti ini di markas utama.


Lama mereka berjalan. Di ujung sana mulai terlihat ada sedikit penerangan. Mata Claire rasanya buta hanya melihat kegelapan.


Claire ditujukan diatas panggung. Saat mereka tiba, semua atasan yang memakai kemeja putih dan jas hitam berhenti berbicara satu sama lain. Memperhatikan atas panggung.


"Hadirin yang terhormat. Pagi ini adalah anugrah besar yang diberikan alam semesta kepada kita. Beberapa hari yang lalu terjadi perang senjata dengan mafia. Pemimpinnya berhasil ditangkap berkat dua partner ini. Claire dan Claude! beri tepuk tangan yang meriah" seketika ruangan sunyi itu dipenuhi dengan tepuk tangan meriah.


Claire dan Claude maju kedepan. Tepat di depan microfon yang mengarah kepada mereka. Claire bingung harus mengatakan apa. Tetapi Claude berpidato singkat.

__ADS_1


"Terimakasih hadirin yang terhormat telah mau hadir dalam em... upacara pelantikan khusus ini. Saya Claude dan ini adalah partner wanita saya Claire" sekali lagi semuanya bertepuk tangan meriah. Suaranya seolah terbang hingga ke langit-langit ruangan.


"Baiklah-baiklah sudah cukup. Mari kita berikan apresiasi kepada dua agen yang telah menangkap pimpinan mafia dalam perang senjata"


Dua orang maju kedepan. Membawa dua buah kain hitam yang terlipat rapi. Tuan Astra memasangkan kain hitam itu. Rupanya itu jubah. Jubah berwarna hitam.


Ada pengait di depan dada. Berbentuk lingkaran dengan warna emas. Tuan Astra juga memberi Claire topi dengan pin logo mahkota emas berkristal merah di tengah-tengahnya.


"Selamat, kalian telah resmi menjadi komandan dalam satu angkatan kalian" Ucap Tuan Astra dan Tuan Shibe bersamaan.


Claire dan Claude membungkukkan badannya. Memberi kehormatan. Sekarang keduanya memakai jubah hitam dan topi yang sama.


"Katakanlah sesuatu" pinta Tuan Astra


"Apa teman-teman seangkatanku tidak dihadirkan?" Claire bertanya antuasias. Dia ingin melihat wajah Selby dan Haran dalam Upacara pelantikan ini.


"Mereka akan segera tiba"


Tidak lama, pintu utama dibuka. Sekelompok banyak orang, teman-teman seangkatan Claire telah datang dengan pakaian hitam-hitam. Termasuk Selby dan Haran ikut serta disana.


"Mereka sudah datang, sekarang katakan sesuatu"


"Hadirin sekalian. Teman-teman seangkatan saya, terima kasih telah mempercayai saya sebagai komandan. Saya berjanji akan menjadi komando yang baik untuk kalian semua. Dan tidak menindas sesama agen" ucap Claire lantang dengan microfon.


"Dan juga, Terima kasih saya sampaikan untuk Tuan Astra. Yang telah membawa saya pada organisasi ini" Claire membungkukkan badan kearah Tuan Astra.


"Organisasi rahasia ini telah membawa perubahan besar pada diri saya sendiri. Selama ini, saya tidak memiliki seorang teman. Disini, saya bertemu banyak orang yang bisa menjadi teman saya,"


"Selby dan Haran adalah teman pertama saya saat baru mengikuti tes fisik untuk diterima dalam organisasi. Mereka telah menunjukkan indahnya kehidupan persahabatan yang tidak pernah saya ketahui. Menjalani suka duka bersama-sama. Memikul beban bersama-sama. Berjuang dan saling melindungi. Terima kasih untuk Selby dan Haran yang menemani saya dalam perjalanan kehidupan saya,"


"Yang terakhir. Saya ucapkan terima kasih kepada partner saya, Claude. Terima kasih telah setia menemani saya dalam menjalankan berbagai misi membahayakan. Terima kasih telah mau menjadi sayap pelindung untuk saya. Terima kasih telah menunjukkan hal indah yang bahkan tidak pernah saya alami atau ketahui. Terima kasih telah mau banyak berkorban untuk partnermu yang egois ini" Claire berbicara dengan orang yanga ada di sebelahnya.


"Claire, semua yang kau sebutkan tadi, sudah menjadi bagian dari tugas dan tanggung jawabku. Tidak perlu berterima kasih. Aku juga berterima kasih kepadamu karena telah mau menemani partner yang menyebalkan ini" Claire dan Claude saling membungkukkan badan.


Upacara pelantikan terasa seperti ucapan penghormatan untuk orang-orang tertentu.

__ADS_1


__ADS_2