
Perjalanan menuju restoran bintang lima, Claire hanya menatap luar jendela sedari tadi. Sesekali Claude memandangnya dengan khawatir mood Claire rusak karena Allan sang mantan kekasihnya.
Claire mencoba menenangkan diri dengan melupakan sosok pria yamg dibencinya itu. Berharap sosoknya tidak lagi muncul dihadapannya karena Allan hanya akan berkata menyepelekan.
Melihat lalu-lalang kendaraan selama dijalan raya, juga debu-debu yang beterbangan membuat suasana hati Claire berangsur kembali seperti sebelumnya. Walaupun dia masih belum menampakkan senyumnya.
Mobil hitam pekat Claude kini terparkir disebuah restoran berlantai dua dengan cat berwarna serba coklat. Cahaya lampu yang bersinar pun berwarna kuning menyala. Masih senada dengan warna bangunannya.
"Ayo kita masuk Claire" ajak Claude berusaha membantu Claire mengembalikan mood-nya.
Claire tidak menjawab. Dia turun membawa tas selempang kecilnya. Melangkah masuk tanpa menunggu Claude. Claude hanya menghembuskan nafas perlahan dengan tersenyum tipis. Mungkin Claire masih kesal dengan Allan, pikir Claude.
Claire menduduki kursi kayu dengan meja kosong didepannya. Claude menyusul untuk duduk. Segera memanggil salah satu pelayan untuk menyajikan pesanan mereka.
"Tuan dan Nona mau pesan apa?" tanya seorang gadis muda pelayan resto.
"Claire" Claude memanggil Claire pelan.
"Ehm, saya pesan..." Claire membaca menu makanan dan minuman.
"Strawberry cake dan chocolate ice drink" sahut Claire usai membaca keseluruhan menu.
"Lalu Tuan?"
"Sama seperti dia"
"Baik. Mohon ditunggu lima belas menit, pesanan akan segera diantar"
"Terima kasih" pelayan gadis itu menunduk pergi. Melayani pengunjung lainnya.
Claire memalingkan pandangan kearah lain. Kearah sepasang kekasih yang sedang asyik suap-suapan dimeja mereka. Claude tidak berani berbicara kepada Claire.
Lama-kelamaan. Suasana menjadi bosan jika mereka tidak saling berbicara. Claire akhirnya memutuskan untuk mengawali pembicaraan. Sebenarnya mood-nya sudah kembali membaik sejak tadi, hanya sikap saja yang dia tunjukkan berbeda.
"Kenapa kau diam saja, Claude?"
"Eh? aku pikir moodmu sedang tidak baik. Jadi aku tidak akan menggangumu"
"Hahaha~, kau sedang bercanda? asal kau tau saja. Mood-ku sudah baik sejak tadi"
"Lalu kenapa saat turun dari mobil sikapmu seolah masih kesal?"
"Aku hanya malas berjalan, Claude"
"Oh ya?"
"Iya, aku malas berjalan jika memikirkan pria sialan itu"
"Baiklah-baiklah"
Seiring mereka saling berbicara, maka mereka kembali akrab seperti sebelumnya. Jika mereka tidak berbicara seperti ini rasanya membosankan dan sepi.
Pesanan sudah datang. Dua strawberry cake dan dua chocolate ice drink. Dari bentuk sajiannya saja sudah terlihat lezat.
__ADS_1
"Jadi kita coba yang mana dulu?" Claude bertanya memastikan.
"Chocolate ice drink dulu"
"Oke. Silahkan dinikmati nona Claire" Claude menggeser gelas minuman yang diletakkan didepannya.
Claire membasahi bibirnya dengan lidahnya. Menggiurkan sekali ice drink ini. Sajiannya yaitu dengan ice cream yang dicetak bulat berwarna putih atau rasa vanilla.
Ice cream vanilla itu dituangi susu coklat. Hiasan terakhir menggunakan wafer berongga dengan isi coklat. Meleleh saat terkena dingin.
"Rasanya lezat sekali! bintang lima" ucap Claire dengan mengangkat jadi jempolnya dihadapan Claude.
"Namanya juga restoran bintang lima. Menu-menunya ya pasti bintang lima juga"
"Mantab ini. Aku ingin membungkus untuk ayah dan ibu"
"Pesan saja. Tidak usah bayar"
"Hah? lalu siapa yang akan membayarnya? gratis?"
"Sudahlah. Soal itu tidak perlu dipikirkan. Tinggal pesan saja apa susahnya"
"Claude, kau sudah sering menraktirku. Jadi hari ini giliran aku yang me..." ucapan Claire terpotong karena Claude menempelkan jari telunjuknya dibibir Claire.
"Shutt!!! diam saja"
Claire dan Claude pun melanjutkan meminum chocolate ice drink mereka yang lezat dilidah. Hingga habis separuh gelas, baru mereka menikmati menu lainnya. Strawberry cake.
"Ya, ya" Claire mengangguk semangat.
Sajian strawberry cake ini adalah dengan cake rasa strawberry yang dibaluti cream rasa strawberry juga. Tidak lupa hiasan tambahan dengan beberapa buah strawberry yang telah dipotong.
Claire memotong bagian strawberry cake dipiring sajinya. Menyuapkan potongannya kedalam mulut. Rasanya manis sekali. Cream-nya lembut dimulut.
"Wah manis" Claire menggerakkan mulutnya untuk mengunyah.
"Iya"
"Padahal strwaberry seharusnya asam. Tapi ini manis sekali. Tidak jauh berbeda dengan gula"
"Yah karena strawberry cake ini adalah masakan olahan dari buah strawberry. Buah strawberry yang rasanya asam menjadi manis karena telah diolah sedemikian rupa"
"Em, kalau begitu aku mau membungkuskan ayah dan ibu yang ini juga ah"
"Sudah kubilang pesan saja"
"Aku tidak ingin terlalu banyak merepotkanmu Claude"
Mereka mengobrol sembari menikmati menu makanan dan minuman yang mereka pesan. Sesuap demi sesuap akhirnya piring saji pun hanya menyisakan daun buah strawberry dan cream strawberry saja.
Saatnya pulang. Claire dan Claude menuju meja kasir.
"Kak berapa totalnya?"
__ADS_1
"Dua strawberry cake dan dua chocolate uce drink ya kak?"
"Iya"
"Totalnya $**"
"Claire, jadi nambah?"
"Eh, dua strawberry cake dan dua chocolate ice drink dibungkus ya kak"
"Baik, mohon ditunggu sebentar. Ini struknya"
"Ini ya kak uangnya"
"Baik kak. Uang pas tidak pakai kembalian. Terima kasih"
Tidak lama pesanan pun datang. Claire langsung membawa satu kantong berisi makanan dan minuman yang dibungkus itu kedalam mobil Claude.
"Claude, ini aku ganti"
"Kenapa? tidak perlu"
"Sudah kubilang aku tidak mau merepotkanmu lagi"
"Tidak apa-apa. Tidak perlu. Nanti kau butuh bagaimana?"
"Kalau aku butuh masih ada dirumah. Ambil saja. Aku tidak ingin punya hutang"
"Ini bukan hutang Claire. Tidak perlu kau kembalikan" Claude tersenyum menampakkan gigi putihnya.
"Kalau begitu ayo kita pergi ke perpustakaan kota setelah ini"
"Memangnya kemana dulu?"
"Bensin mobil menipis, Claire"
"Oh..."
Claire dan Claude pun segera masuk kedalam mobil. Kantong kresek pembelian Claire diletakkan dibelakang. Pastinya sudah diikat erat agar tidak jatuh saat rem mendadak.
Claude memutuskan mampir sebentar ke pom bensin. Claire hanya duduk menunggu didalam mobil. Claude tidak mengizinkannya keluar karena memang hanya sebentar.
"Oke, sekarang kita menuju ke perpustakaan kota"
"Ya!!!"
Walaupun hanya berdua tetapi mereka berdua semangat pergi berjalan-jalan. Pasangan partner C-C ini memang kompak. Memiliki satu pemikiran.
Dikala keduanya sedang berjalan-jalan seperti ini, bagaimana kabar Selby dan Haran yang sering menghabiskan waktu berdua? apakah mereka jalan-jalan juga? atau hanya bertukar pesan dirumah masing-masing? entahlah.
Claire kembali memikirkan kedua sahabatnya saat dalam perjalanan ke perpustakaan kota. Disaat suasana hatinya bahagia dia mengingat sahabatnya. Apakah mereka bahagia sama seperti dia? atau justru bersedih karena suatu hal?
Claire terakhir bertemu keduanya kemarin saat melakukan aktivitas latihan rutin. Hari ini sejak pagi Claire tidak menghubungi Selby ataupun Haran. Sehingga tidak tau kabar mereka bagaimana hari ini. Semoga keadaannya sama seperti Claire yang sedang berbahagia.
__ADS_1