Agen Polisi Rahasia

Agen Polisi Rahasia
Ibukota


__ADS_3

Claire dan Claude telah sampai di perpustakaan kota. Perpustakaan kota itu didesain serba terbuat dari kaca dari luar. Atau mungkin golongan rumah kaca versi perpustakaan.


Claire melangkah duluan tanpa sadar ia telah meninggalkan Claude diparkiran. Rasa kagumnya membuatnya ingin segera mendekati perpustakaan.


Claire masuk kedalam perpustakaan. Didalamnya hawa dingin menyambut. Ruangan ber-AC. Para pengunjung yang hanya diam membaca buku membuat hawa terasa semakin dingin.


Claire melangkah kearah rak buku tinggi dan besar dipojok ruangan. Buku-buku tertata rapi disana. Claire bukan tipe orang yang suka membaca buku. Tetapi dia suka melihat cover buku.


Rak buku yang tinggi dan besar. Perlu digapai dengan tangga. Tangga khusus yang bisa digeser telah disediakan. Tangga itu mencapai hingga ketinggian terujung rak buku.


Siapapun yang ingin mengambil buku diketinggian bisa mengambilnya dengan menaiki tangga yang telah disediakan. Claire menaiki beberapa anak tangga. Dia berhati-hati karena sedang memakai sepatu tinggi.


Selangkah demi selangkah Claire naik keatas. Sebenarnya dia bingung hendak mengambil buku yang mana. Alhasil Claire menggeser-geser tangga untuk mencari judul buku yang pas dan bercover bagus.


Claire menemukan sebuah buku dengan tema politik berjudul 'Penjara Bawah Tanah'. Judul buku itu mengingatkannya kepada para mafia yang berhasil ditangkapnya beberapa bulan lalu. Kabarnya mereka diletakkan dipenjara bawah tanah yang memiliki tingkat keamanan lebih tinggi daripada penjara biasa.


Claire mengambil buku itu dari tataan buku rapi lainnya. Selain judulnya yang menarik, cover bukunya juga bagus. Timbul sehingga bisa dirasakan oleh indra peraba.


"Claire kau mau membaca buku apa?"


Claire tidak menjawab. Hanya menunjukkan buku dengan cover timbul yang gelap ditangannya. Claude bisa membaca judul buku dengan jelas.


"Sepertinya menarik" Claude menyusul Claire duduk dimeja baca.


Claire membuka halaman pertama. Isinya tentang penjelas detil mengenai penjara bawah tanah. Beberapa halaman berikutnya juga masih menjelaskan penjara bawah tanah.


Sesuai namanya penjara bawah tanah adalah penjara yang berada dibawah permukaan tanah. Dibawah tanah yang umumnya diinjak oleh orang-orang.


Penjara bawah tanah cenderung memiliki pencahayaan kurang atau remang. Tidak banyak lampu yang terpasang disana. Para tahanan tidak berkumpul dalam satu petak. Melainkan berada di petak penjara yang berbeda-beda. Satu petak penjara bawah tanah hanya untuk satu orang.


Tangan para tahanan dipasang oleh borgol yang merekat didinding-dinding penjara. Keamanan penjara bawah tanah berada jauh pada penjara biasa.


Untuk masuk kedalam penjara bawah tanah hanya melalui lift yang bergerak kebawah. Tidak ada jalur lain yang bisa digunakan. Atau sebenarnya ada jalur lain tapi hanya pihak berwewenang yang mengetahuinya.

__ADS_1


Biasanya yang dipenjarakan dibawah tanah bukan penjahat biasa yang sekedar mencuri barang berharga. Tetapi penjahat besar seperti mafia, perampok, gangster, dan masih banyak lagi.


Penjara bawah tanah dinegeri ini berpusat pada ibukota. Dimana ada lebih banyak pihak kepolisian yang berjaga sehari semalam dengan teknologi pelacak canggih.


...****************...


Ibukota, Vine.


Kepadatan jalan raya menerbangkan debu keudara. Kaca-kaca gedung berkilau saat memantulkan cahaya matahari. Polusi membumbung tinggi.


Seorang pria memakai jas rapi memperhatikan lamat-lamat aktivitas orang-orang diluar sana. Dia sedang berada digedung pencakar langit, bangunan yang dibangun untuk keperluan meeting para atasan kepolisian.


"Komisaris Hirofumi, rapat akan segera dimulai" seseorang lelaki dengan pakaian berjas rapi juga menghampiri pria bernama Hirofumi tersebut. Dia adalah komisaris polisi yang memimpin rapat dalam bidang kepolisian.


"Aku akan segera kesana"


"Baik" pria itu meninggalkan Komisaris Hirofumi.


Ruang rapat telah dipenuhi dengan dewan-dewan yang bersangkutan. Komisaris Hirofumi duduk didepan. Diantara banyaknya peserta rapat yang ia undang.


"Ada apa Komisaris Hirofumi?"


"Belakangan ini mulai terlihat pergerakan-pergerakan para mafia yang didatangkan dari timur itu"


Para dewan pun berbisik mengeluarkan pendapatnya masing-masing dengan orang disebelahnya. Mereka berhipotesis akan terjadi sesuatu yang tidak diduga.


"Para mafia telah bergerak, dewan-dewan sekalian. Terlihat jelas mereka menyusun rencana untuk melarikan diri"


"Lalu apa yang harus kita lakukan? Tuan komisaris Hirofumi?"


"Kita harus menyiapkan banyak hal dalam waktu dekat. Sebelum mereka menjalankan rencananya. Kita harus satu langkah lebih depan dibangding mereka"


"Siap komisaris Hirofumi!"

__ADS_1


"Menurut dewan-dewan sekalian, apa langkah pertama yang harus kita lakukan?"


Semua dewan kembali berbisik-bisik. Bertukar pendapat dengan orang disebelahnya. Beberapa dari mereka terlihat mengangguk-ngangguk.


"Tuan komisaris Hirofumi. Bagaimana jika kita datangkan para agen polisi rahasia dari timur yang telah menangkap para mafia?"


"Itu tidak buruk. Tetapi karena perang senjata beberapa bulan lalu, membuat sebagian besar agen telah gugur dimedan perang"


Dewan yang mengeluarkan pendapat itu menunduk. Kembali memikirkan langkah pertama mereka mencegah rencana mafia berjalan lancar.


"Tuan, bagaimana jika memperketat penjagaan dipenjara bawah tanah? itu akan meminimalis kemungkinan mereka akan kabur"


"Para mafia itu sangat licik. Jika demikian, bisa saja mereka meledakkan bom untuk kabur. Penjaga kita akan semakin berkurang. Kalau bisa kita hindari kematian dulu"


Semua kembali berdiskusi dengan orang disebelahnya. Berbisik-bisik. Ada yang menggerak-gerakkan jari telunjuk dan jempol dibawah dagu. Ada juga yang menjilat bibir karena berpikir keras, gugup.


"Dewan-dewan sekalian, bagaimana jika kita mengambil langkah pertama dengan memasang pelacak yang sulit diledakkan disetiap sudut ibukota ini? dengan begitu jika mereka meledakkan bom maka belum tentu alat pelacak akan rusak. Dan dengan begitu walau mereka bersenjata tidak perlu mengorbankan jiwa"


"Itu ide bagus Tuan komisaris Hirofumi, tetapi jika sekutu mereka sudah tau kita memasang pelacak bagaimana?"


"Kita pasang pelacak di tubuh mereka juga. Jika mereka memutuskan bunuh diri maka satu-persatu dari mereka akan gugur. Menyisakan sedikit saja"


"Bagaimana para dewan sekalian?"


"Kami setuju!"


"Kalau begitu kita atur peta untuk memasang pelacak"


"Pastikan disudut-sudut kota juga ada, Tuan komisaris Hirofumi"


"Itu sudah pasti. Kita tidak akan membiarkan rencana mereka berjalan lancar. Kita harus mencegah semua hal yang akan terjadi. Jika mereka melarikan diri, kita harus menangkap mereka dan mengembalikannya ketempat seharusnya"


Saatnya mengatur peta. Mereka benar-benar harus menyiapkan rencana yang matang. Juga para polisi. Pelacak akan dipasang disetiap sudut ibukota. Jumlahnya akan sangat banyak.

__ADS_1


Mungkin nanti mereka akan mengatur peta digital yang bisa digunakan untuk melacak hingga kepelosok negeri. Bahan dasarnya hanya membutuhkan detail tempat-tempat saja.


Rapat berakhir. Hari ini juga hingga hari-hari selanjutnya mereka akan mempersiapkan semuanya. Yang berada dipenjara bawah tanah hanya sebagian kecil anggota mafia. Bisa jadi organisasi mereka telah membesar dan memiliki banyak anggota.


__ADS_2