Agen Polisi Rahasia

Agen Polisi Rahasia
Latihan Rutin


__ADS_3

Semenjak Claire menjadi komandan seangkatan dalam organisasi rahasia, dimengeluarkan aturan baru. Yaitu melaksanakan latihan rutin setiap hari demi meningkatkan cara kerja para agen.


Beberapa hari ini Claire ditunjuk untuk memimpin latihan rutin. Sebelumnya yang memimpin adalah komandan senior.


"Ibu, aku berangkat"


"Iya nak. Nanti kau pulang pukul berapa?"


"Sepertinya malam bu"


"Malam? kalau begitu bawa bekal saja untuk makan siang nanti ya"


"Tidak usah bu, Claire bisa beli di kantin"


"Tidak apa-apa. Bawa saja ini"


"Baiklah jika ibu yang meminta"


Suara klakson mobil berbunyi dari luar rumah. Claude sudah datang. Dia tidak turun dari mobil. Melainkan hanya duduk di kursi pengemudi menunggu Claire keluar. Ini demi mempercepat keberangkatan.


"Claude sudah datang bu. Aku berangkat dulu ya"


"Iya, hati-hati dijalan" ibu Claire mengantar putri semata wayangnya hingga didepan rumahnya.


Sebelum berangkat Claude sempat menyapa ibu Claire dari dalam mobil. Dia menundukkan kepalanya sedikit sambil tersenyum ramah. Mewakili ucapan "Mari bi".


Kendaraan beroda empat itu melaju sedang dipemukiman penduduk. Tidak lama kendaraan yang dikendarai Claude sudah sampai di jalan raya. Perjalanan tiga jam menanti. Menuju markas utama organisasi rahasia.


"Nanti kita pulang malam kan, Claude?"


"Sepertinya begitu"


"Baguslah. Aku sudah bilang ibu akan pulang malam"


"Bibi mengizinkanmu?"


"Tentu saja. Walau aku tau dia sedikit khawatir kepadaku. Tetapi tidak ada yang bisa dia perbuat"


"Lagipula kau akan baik-baik saja Claire. Ada aku yang akan menemanimu kemana pun kau akan pergi"


"Iya, terima kasih Claude"


Kendaraan yang dikemudikan Claude berbaur dengan kendaraan lain dijalan raya. Kepadatan jalanan semakin terasa. Pagi-pagi saja sudah macet apalagi agak siangan.


Perkiraan akan sampai tiga jam mendatang menjadi terulur empat puluh menit. Terlalu lama duduk dikursi mobil juga akan terasa lelah. Badan seolah kaku.


Claire merenggangkan tubuhnya sambil duduk diatas kursi penumpang. Belum apa-apa sudah lelah duluan. Sebenarnya Claude juga tampak letih. Namun dia tidak mungkin menyuruh Claire menggantikannya sebagai pengemudi.

__ADS_1


Tiga jam empat puluh menit pun berlalu. Komandan C-C telah sampai dimarkas utama organisasi rahasia. Mereka yakin para agen sudah banyak yang menunggunya.


Claire segera berlari setelah keluar mobil dan membawa barang-barangnya. Meninggalkan Claude yang masih harus memarkirkan mobil.


Berdiri seorang pria berbadan kekar dengan pakaian serba hitam memakai kacamata hitam sedang menelepon seseorang didepan pintu masuk. Dia adalah komandan senior.


"Tuan Matsumoto" Claire menghampirinya dengan tergesa-gesa. Juga dengan nafas terengah-engah karena berlari.


"Claire kenapa kau terlambat? para agen sudah menunggumu sejak tadi"


"Maaf Tuan. Jalanan padat dan macet. Seharusnya saya sudah tiba sejak empat puluh menit yang lalu. Tetapi terulur"


"Kalau begitu segeralah kelapangan belakang. Aku sudah mengawali latihan hari ini"


"Terima kasih Tuan Matsumoto" Claire segera berlari lagi kelapangan belakang yang dikatakan komandan senior.


Claude menyusul. Membawa tas ransel di punggungnya dengan kunci mobil tergantung di jari tangannya. Claude menunduk hormat saat melewati Tuan Matsumoto. Segera berlari menyusul Claire.


Claire lebih dulu sampai dilapangan belakang. Nafasnya memburu. Para agen langsung melihatnya yang baru tiba. Tatapan mata menyambut. Tidak, itu tatapan mata heran dan terkejut.


"Nona Claire! nona Claire sudah tiba" teriak agen lelaki kepada agen lainnya.


Entah apa yang terjadi. Tiba-tiba semua berbaris rapi didepan Claire. Memberikan hormat kepada Claire. Claire tidak pernah memimpin latihan rutin ini. Hari ini baru pertama kalinya.


"Mohon bantuannya!!!" seru semua agen bersamaan. Baik laki-laki maupun perempuan.


Claire masih berdiri mematung. Mencoba mencerna apa yang sedang terjadi. Claude baru saja tiba. Dia berdiri disamping Claire. Claude lah yang menjawab.


Semua agen kembali ke tempatnya masing-masing. Memulai latihannya. Beberapa dari mereka mencoba menembak dalam jarak jauh tetapi gagal. Mencoba lagi tetapi gagal lagi.


Claire yang menyaksikan semua itu hanya tersenyum. Dia mengajari beberapa agen wanita agar segera mahir. Sedangkan Claude mengajari agen pria.


"Tidak kusangka kau juga bisa menggunakannya, Claude" Claire mencoba bercanda ditengah suasana serius.


"Jangan meremehkanku. Walaupun kau jelas lebih mahir melakukannya"


"Hahaha~. Tidak juga"


Pukul satu siang. Sinar matahari terasa meyengat kulit. Latihan rutin hari ini berakhir. Seluruh agen masuk kedalam markas utama organisasi.


Mereka semua berkumpul diruang ganti yang dibedakan dengan gender masing-masing. Organisasi membuat seragam jaket non-formal untuk para agen. Jaket hitam polos yang terhitung tidak terlalu tebal.


"Latihan hari ini melelahkan ya, Claire" kesekian kalinya Selby mengusap peluh didahi.


"Lumayan"


"Aku harus berlatih lebih giat lagi agar aku mahir menggunakan senjata jarak dekat"

__ADS_1


"Kenapa tidak senjata jarak jauh saja?"


"Aku ingin bertarung jarak dekat dengan belati. Kemarin aku memperhatikan belati tidak seburuk pistol"


"Ya memang"


"Semangatlah berlatih" Claire menepuk punggung Selby pelan. Meninggalakannya diruang ganti karena Claire harus memakan bekal makan siangnya.


Setelah melangkah keluar ruang ganti, rupanya Claude menunggunya didepan. Dia menyandarkan punggung pada dinding dengan melipat kedua tangannya didepan dada.


"Hei, kau sudah menunggu lama?" Claire langsung menghampirinya. Sekaligus menyapanya.


"Lumayan. Ayo kita pergi makan siang"


"Baiklah"


Claire dan Claude berjalan berdampingan. Menuju kursi panjang yang dekat dengan beberapa mesin minuman. Mengeluarkan bekal makanan masing-masing. Kemudian bersiap menyantapnya.


Mungkin karena lapar, Claire makan dengan cepat. Tidak butuh waktu lama untuk merubah bentuk awal kotak bekalnya yang penuh dengan nasi dan lauk pauk menjadi tandas hanya menyisakan sendok saja.


Claire segera meneguk air putih yang dibawanya dari rumah. Setelah berlatih beberapa jam akhirnya dia bisa makan dan minum hingga perut kenyang. Memuaskan sekali rasanya.


Claude menyodorkan sekaleng minuman berenergi kepada Claire. Claire jadi terheran-heran, biasanya Claude akan membelikannya minuman bersoda. Tetapi tidak perlu dipikir. Claire menyambar pemberian Claude.


"Tumben"


"Apanya?"


"Kau tau kan aku suka minuman bersoda? tumben kau membelikanku minuman berenergi seperti ini?"


"Setelah berolahraga cukup lama, energimu terbuang habis. Makan dan minum saja tidak cukup untuk mengembalikan seluruh energi yang hilang. Jadi aku membelikanmu minuman berenergi agar energimu kembali"


"Begitukah? baiklah-baiklah"


Sekitar pukul tiga sore. Sebagian besar agen memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing. Claire dan Claude masih menunggu disana. Mengamati setiap pergerakan orang-orang.


"Claude, kau merasa ada yang berubah?"


"Iya, mereka yang berbeda gender jadi lebih akrab dari biasanya"


"Kau benar. Aku bertanya-tanya dalam hatiku kenapa tebakanmu selalu benar"


"Hahaha~ mungkin karena kita satu pemikiran sehingga tidak perlu jauh-jauh menebak pun sudah benar"


"Tapi jika aku yang menebakmu kenapa membutuhkan waktu cukup lama?"


"Kepalamu perlu di refresh. Hahaha" Claude mengacak-ngacak surai Claire hingga berantakan.

__ADS_1


Satu-satunya alasan Claire dan Claude menunggu disana adalah karena sore ini hingga matahari tenggelam mereka diikutkan dalam rapat para senior organisasi.


Tuan Matsumoto yang menarik mereka berdua. Dia hanya ingin mengajari komandan C-C untuk lebih bertanggung jawab pada posisinya dan lebih memperhatikan setiap kurang dan lebih dalam satu angkatan yang dipimpinnya.


__ADS_2