
Claire tidak tau dimana jalan keluar dari tempat ini. Dia hanya berjalan menyusuri lorong gelap dan panjang. Jika di film horror ini menegangkan. Tapi keadaan yang dialami Claire berbeda. Masih bersangkut paut dengan misteri.
Setelah berjalan cukup lama, Claire berada di ujung lorong. Jalan buntu. Tidak ada akses lagi. Tetapi ada tangga menuju keatas. Claire mulai menaiki tangga tersebut. Satu tangan berpegang pada pinggiran tangga, tangan lainnya berusaha membuka kuncian penutup lubang diatasnya.
Setelah kuncian itu terlepas, Claire mencoba untuk membuka penutup lubang. Mendorongnya keatas. Penutup lubang bergeser. Pertama-tama Claire melongokkan kepalanya. Ini adalah...
Jalan raya. Tepat ketika Claire melongokkan kepalanya keluar dari lubang selokan, Ada sebuah truk melaju dengan kecepatan agak tinggi. Claire segera memasukkan kembali kepalanya.
Fuuu! hampir saja.
Bagaimana bisa pria berpakaian hitam-hitam itu membawanya pergi dalam waktu secepat ini. Jalan raya ini dekat dengan rumah sakit tempat Minota dirawat. Mustahil hanya beberapa detik bisa mencapai area yang jauh.
Claire menunggu jalanan agak sepi sehingga dia bisa bersiap-siap keluar dari lubang selokan. Dibawah hanya ada kegelapan. Dia juga tidak tau apakah ada jalan lain untuk keluar, sehingga Claire lebih memilih keluar dari sini saja.
Saat jalanan dinilai agak sepi, bersamaan dengan beberapa orang menyebrang jalan, Claire melompat keluar dari dalam lubang selokan. Menutupkan kembali penutup lubang selokan, lantas berjalan cepat pergi dari sana.
Claire berjalan memasuki lorong yang berukuran selebar satu meter diantara rumah-rumah. Dia tidak tau bagaimana cara kembali ke Markas Kepolisian Negara. Jika dia meminta seseorang mengantarkannya dengan sebuah kendaraan bukankah itu namanya menonjolkan diri?
Tetapi disisi lain tempat ini jauh dari sana. Dicapai dengan berjalan kaki pun akan dapat membuat kaki kelelahan. Belum lagi jika ada kerusuhan susulan. Itu benar-benar merepotkan.
Tidak terasa Claire tiba disebuah bar. Bar itu sangat ramai pengunjung. Rata-rata pengunjung prianya memakai jas dan kemeja rapi. Sedangkan pengunjung wanitanya memakai gaun-gaun indah.
Tidak biasanya begini. Bagaimanapun Claire pernah mendapat misi untuk mengawasi pergerakan mafia dalam perjualan pasar gelap. Saat itu Claire menunggu lama di bar. Pakaian pengunjungnya tidak seformal yang dilihatnya sekarang.
"Ada apa ini? apa ada sebuah pesta?" batin Claire. Benak kembali dipenuhi dengan pertanyaan walau seharusnya ini tidak begitu penting.
Mata Claire meniti setiap jengkal dari ujung ke ujung bar ini. Dia menemukan Minota sedang minum bersama teman-temannya, mungkin. Dia tertawa keras. Ditangannya ada segelas aggur merah. Mungkin dia sudah mabuk.
Claire kembali meniti para pengunjung bar itu. Di meja yang tidak jauh dari meja Minota, ada seorang gadis bersurai merah dengan gaun yang dikenakannnya juga merah semerah gerhana.
Dia memiliki paras imut dan menggoda. Siapa dia? dia adalah Selby. Apa yang dilakukannya disana? entahlah.
Claire mengendap-endap menuju sisi bar yang lain, masih berada diluar. Yah Claire memang tidak berencana untuk masuk karena pakaian yang dikenakannya adalah seragam polisi rahasia.
Selby berdiri dari tempat duduknya. Mendekati Minota dan teman-temannya yang sudah mabuk.
"Halo Tuan tampan" sapa Selby kepada mereka.
"Hai juga gadis imut" salah satu dari mereka menanggapi.
"Apa aku boleh bergabung dengan kalian?" sahut Selby dengan nada menggoda. Dia tidak minum sehingga dia tidak mabuk.
"Tentu saja. Duduklah didekatku" didekat salah satu pria ada bangku kosong. Selby duduk dengan anggun disana. Gaun yang dikenakannya seolah menyatu dengan suasana saat ini.
"Oh tuan-tuan yang tampan, darimana kalian? kalian terlihat begitu lelah" goda Selby sang ratu kepada salah satu pria sedang mengelap keringatnya.
"Oh kami... kami hanya dari bekerja saja"
"Bekerja? oh kalian memang pria yang rajin. Aku menyukainya"
"Benarkah nona?"
__ADS_1
"Iya, tentu saja"
Salah satu pria merangkul pundak Selby. Dia yang terlihat lebih mabuk daripada yang lain. Entah sudah berapa gelas anggur merah yang sudah diminumnya.
"Kau lebih dari cantik dan imut nona"
"Ah, hihihi... terima kasih" Selby menutup mulutnya saat tertawa ringan.
"Kalau boleh tau apa pekerjaan kalian?"
"Pekerjaan kami? kami hanya melakukan misi ini dan itu. Itu mudah tenang saja"
"Misi ini dan itu?"
"Yah salah satunya membebaskan rekan kami"
"Rekan ya?" gumam Selby disusul dengan tawa menyeringai.
"Pekerjaan kalian terdengar menarik. Bolehkah aku tau rencana kalian selanjutnya?"
"Kami... ah kami akan segera minum dan minum lagi kemudian... kemudian..." pria yang berkata demikian jatuh dari tempat duduknya. Salah satu pelayan bar dengan sigap memindahkannya pada sofa didekat sana. Dia terlalu mabuk.
Semua pria dimeja itu termasuk Minota telah mabuk berat. Mereka tidak sadar dan diberi pertanyaan pun menjawabnya tidak jelas.
Selby segera meninggalkan mereka, dia keluar dari bar. Claire telah menyimak setiap pembicaraan Selby dan para pria yang dihipotesiskan merupakan teman Minota.
Claire menarik tangan Selby saat tiba di sisi bar tempat dia bersembunyi. Selby sempat terkejut namun saat tau itu Claire dia sudah bisa mengatur nafasnya kembali.
"Aku? um..."
"Sudahlah. Ayo kita kembali"
"Tunggu-tunggu, apa yang kau lakukan tadi? mengapa kau mengenakan gaun dengan warna mencolok seperti ini?"
"Nanti akan kuceritakan di mobil. Lagipula semua orang sedang mencarimu saat ini. Kenapa kau menghilang tiba-tiba?"
"Ceritanya panjang"
"Kalau begitu ayo kembali!" kini giliran Selby menarik Claire kedalam mobil yang baru saja tiba didepan bar. Pria yang mengemudikannnya adalah, Haran.
Saat mereka bertiga berkumpul didalam satu mobil, mereka mulai menceritakan kehidupannya saat salah satu dari mereka menghilang.
"Apa kabar Claire" sapa Haran sambil sesekali melihat kearah cermin depan yang memantulkan bayangan Claire dan Selby.
"Baik, apa kabarmu juga?"
"Aku baik. Sudah lama kita tidak bertemu kan?"
"Hn, iya"
"Mungkin kau juga ketinggalan berita tentang Selby"
__ADS_1
"Berita tentang Selby?" itu terdengar seperti berita yang masih hangat.
"Yah kau tau sejak pertama kali kita bertiga bertemu di awal latihan dia pandai menggoda pria"
"Hm, tentu saja. Itu kemahirannya"
"Itulah yang membuatnya terkenal"
"Terkenal? Selby terkenal karena kemampuan menggodanya"
"Hm, yahh, begitulah"
"Bagaimana bisa"
"Para gadis yang kemarin kau temui selalu bilang aku berparas imut bahkan tanpa mengucapkan sepatah katapun parasku bisa menggoda seseorang" Selby menceritakan pengalamannya dengan ekspresi imut menggodanya.
"Begitukah?"
"Hahaha, apa kau tau Claire? Selby juga telah dikenal angkatan senior beserta atasan kita karenanya" Haran melanjutkan ceritanya.
"..."
"Tapi sekeren apapun kemampuanku, komandan Claire tetaplah pujaan hati siapapun yang mengenalnya" Selby menatap luar kaca mobil. Senyum mengembang di bibirnya.
"Apa-apaan lagi sekarang?" Claire mempertanyakan maksud Selby.
"Kau tidak sadar ya? banyak agen pria yang naksir padamu, tapi mereka berpikir kau dan Claude memiliki hubungan lain"
"Berlebihan sekali. Aku tidak pernah memiliki hubungan selain partner dengannya" Claire melipat kedua lengannya. Memalingkan wajah dari kedua temannya.
"Kenapa? apa Claude kurang tampan dimatamu?" Selby mulai menggodanya lagi. Mata imutnya yang menyerupai kucing itu membuat Claire terhasut oleh godaannya.
"Tidak, maksudku... tidak begitu" Claire merendahkan nada bicaranya.
"Ayolah Claire, Claude itu adalah pujaan hati para agen wanita. Tapi jika dibandingkan denganmu kau selalu lebih baik dari sisi manapun"
"Te-terimakasih"
"Sepertinya itu bukan pujian" batin Claire.
"L-lalu bagaimana dengan Selby?"
"Bagaimana apanya?"
"Dia... bukankah dia sudah terkenal?"
"Ya benar, semua menjulukinya Sang Ratu Penggoda"
"Itu terdengar... perfect" Claire mencoba memuji teman gadisnya.
Malam itu berlangsung singkat. Ini hanya tentang Claire yang diculik tetapi dia belum mengakuinya pada teman-teman seangkatannya. Claire justru menghidar dari pertanyaan itu. Dia membuat alasan yang sekiranya masuk akal.
__ADS_1
Dan ini juga tentang Selby yang hanya mendapatkan secuil informasi dari para pria yang mabuk semalam.