
Beberapa menit berada di mobil dengan jalanan terus meluncur kebawah, akhirnya mereka sampai di pantai. Baru turun dari mobil saja sensasi pantai langsung terasa.
Chanda memutuskan untuk menunggu di depan pintu masuk. Claire dan Claude masuk duluan. Sebelumnya Claire sudah memakai baju ala-ala orang pergi ke pantai.
Claire memakai dress putih tanpa lengan. Tapi dia bisa menutupi lengannya dengan jaket mini jeans. Tidak lupa dengan topi pantai. Dibalik dress yang dipakai Claire, dia memakai bikini.
Pemandangan lautan biru yang indah langsung menyambut kedatangan Claire. Angin laut menerpa surainya. Surai berwarna putih itu terurai lembut di punggung Claire.
"Kau suka pemandangannya?" tanya Claude disebelah Claire.
"Sangat" jawab Claire singkat.
Tidak hanya lautan biru, pasir putih kecoklatan juga menyambutnya. Deru ombak bergelombang diatas air.
Byur...
Byur...
Suara ombak yang menenangkan bagi Claire menghantam pesisir. Hawanya panas hari ini. Inilah cuaca yang cocok untuk pergi ke pantai.
Claude membeli dua sekaligus minuman kelapa. Sungguh itu sangat segar saat diminum. Tenggorokan yang kering ini serasa diguyur hujan.
"Terima kasih, Claude" ucap Claire seusai meneguk minuman kelapanya.
"Suasananya indah bukan?" Claude justru bertanya hal lain.
"Sangat" lagi-lagi Claire menjawab singkat.
Terlihat jauh diarah utara, Chanda dan kekasihnya berjalan melalui kerumunan orang-orang. 15 menit sudah berlalu. Chanda menunggu kekasihnya cukup lama.
"Chanda" seru Claude dari kejauhan
"Oh disana, ayo sayang" ucap Chanda terdengar samar diantara bunyi-bunyi manusia dan ombak laut.
"Maaf lama menunggu" Chanda telah berdiri senpurna di depan Claire dan Claude.
"Sayang, ini teman yang kuceritakan kepadamu. Yang laki-laki ini namanya Claude" Claude dan kekasih Chanda berjabat tangan.
"Senang bertemu denganmu"
"Dan wanita ini, kekasihnya Claude" Chanda memperkenalkan Claire kepada kekasihnya. Di tengah kata ada hal yang agak ngawur.
"Bukan, kami hanya sebatas teman" Claire buru-buru meluruskan dan menjabat tangan kekasih Chanda.
"Haha~ tidak masalah. Katakan saja dengan jujur. Namaku Lyora"
"Claire"
Mereka berempat bercakap-cakap sebentar. Chanda dan Lyora juga membeli minuman kelapa. Memang jenis minuman itu terlihat sangat menggoda sekali. Siapa yang tahan untuk tidak membelinya?
Claire dan Lyora menghabiskan waktu dengan bermain di pinggir pantai. Mereka menyewa seorang photografer untuk memotret mereka.
Berbagai pose foto mereka abadikan dalam satu album. Mulai dari pose membentuk love, tidur diatas pasir putih, hingga duduk saling membelakangi dengan background lautan biru.
Matahari semakin naik. Karena ini pantai, hawanya pun langsung memanas. Mereka lagi-lagi membeli minuman kelapa untuk dinikmati bersama.
Air laut semakin surut. Ini hampir pukul 3 sore. Saatnya kembali ke villa.
"Ayo kita segera pulang ke villa" ajak Claude.
"Baik" segera disetujui semuanya.
__ADS_1
Claude duduk di kursi sopir, Chanda di sebelahnya. Sedangkan Claire di kursi penumpang belakang Claude. Lyora duduk di sebelah Claire.
Jika tadi perjalanannya terus menurun maka sekarang perjalanannya terus menanjak. Villa mereka letaknya hampir mendekati puncak. Beberapa jam terus berjalan. Tapi tidak kunjung sampai ke villa.
Chanda mengajak teman-temannya untuk mampir ke sebuah wisata kuliner. Kebetulan satu arah dengan jalan menuju villa.
Tertulis dengan font besar pada sebuah spanduk 'Wisata Kuliner Xx'. Itulah nama tempat ini. Menunya banyak sekali. Sepertinya makanan khas daerah sini.
"Kau mau apa?" tanya Claude kepada Claire.
"Terserah" jawab Claire singkat. Memang terserah Claude. Ia tidak pernah tau makanan khas sini.
"Claire, coba kau cicipi makanan ini. Ini makanan kesukaanku" ujad Lyora menunjuk pada sebuah menu makanan.
Menu makanan tersebut memang terlihat lezat dan menggugah selera. Claire tanpa berpikir panjang langsung menyetujuinya.
Saat di meja makan~
"Bagaimana rasanya, Claire? apakah lezat?" tanya Lyora ditengah Claire baru mencicipi sesendok makanan yang dipesannya.
"9/10" maksudnya adalah penilaian makanan itu dari Claire.
"Yes!!!" Lyora reflek mengepalkan tangannya dan mengangkatnya keatas.
"Kenapa sayang?" Chanda pun ikut membuka pembicaraan.
"Claire bilang makanan yang kusarankan untuknya lumayan enak. Kalau begini aku sudah jadi reporter makanan yang menyarankannya untuk orang lain. Hahaha"
"Oh itu maksud ucapan 'Yes' nya" batin Claire.
Waktu berwisata kuliner telah habis. Mereka berempat kembali melanjutkan perjalanan dengan kendaraan beroda empat milik Claude.
Saat telah sampai disana, Chanda membantu Lyora untuk membawa koper kecilnya. Ia hanya sebentar disini. Yah, cuma sampai besok lalu mereka berpisah.
Akhirnya Claire tidak lagi sendirian di kamarnya. Kini ia punya teman sekamar. Yaitu Lyora. Malam ini mereka ngobrol tentang banyak hal untuk mengakrabkan diri.
"Eh Claire, kamu ini beneran bukan kekasihnya Claude?"
"Bukan"
"Lalu apa hubungan kalian saat ini?"
"Hanya sekedar patner kerja"
"Oh ya? lalu kenapa kalian berlibur bersama? hanya berdua pula"
"Tidak hanya berdua. Kan ada kamu sama Chanda"
"Yah iya maksudku jika tidak ada aku dan Chanda kalian hanya berdua"
"Tidak akan begitu"
"Hm, kenapa?"
"Karena sebelum kami berlibur bersama, aku sudah menyuruhnya untuk mengajak teman. Agar kami tidak hanya berdua"
"Oh ya? memangnya kenapa kalau hanya liburan berdua? aku sering hanya liburan berdua dengan Chanda. Cuman hari ini dia bilang sama teman"
"Yah, aku takut ada kesalahpahaman. Kammi hanya sebatas patner kerja, teman, atau apalah. Tidak pantas jika dilihat liburan hanya berdua"
"Begitu. Apa kalian ada rasa satu sama lain?"
__ADS_1
"Kalau aku tidak ada. Kalau dia mungkin juga tidak ada. Kupikir begitu"
"Yakin???"
"Iya"
"Kalau menurutku sih dia suka denganmu. Makanya ngajak liburan bersama"
"Tidak tau lagi"
Claire sudah malas jika membahas tentang kisah cintanya. Karena dulu dia sudah pernah gagal dalam percintaan. Maka kini dia pun menutup hati dan memutuskan untuk fokus pada karirnya.
Ayah Claire merupakan seorang paruh baya. Soal bekerja mungkin sudah saatnya untuk pensiun. Sebab itu setelah Claire diterima dalam organisasi rahasia, ayah Claire langsung memutus pekerjaannya.
Malam semakin larut. Claire dan Lyora jatuh tertidur. Ranjang yang mereka tiduri sangat lembut. Membuat siapapun yang tidur diatasnya tidak ingin bangun.
...****************...
Matahari terbit dari sisi timur. Menyambut dunia dengan sinar hangatnya. Cahaya matahari tersebut menerobos jendela kamar villa. Mata Claire mengerjap-ngerjap. Perlahan terbangun dari tidur nyenyaknya.
Pagi ini, adalah akhir dari liburan ini. Nanti mereka akan berpisah. Teman yang menemani selama Claire liburan harus pergi. Dan semua akan kembali seperti biasanya.
Claire dan Lyora memasak bersama untuk kedua lelaki yang sibuk bermain game di meja makan. Mereka memasak dengan riang gembira. Mencoba membuat resep makanan ala mereka sendiri.
"Ehm, rasanya kurang asin. Berikan sedikit garam lagi" ujar Lyora setelah mencicipi hasil masakan mereka.
Claire menaburkan sedikit garam. Lyora kembali mencicipi.
"Yang ini sudah pas" ucapnya sambil mengacungkan jari jempol.
Mereka berempat sarapan bersama. Kedua lelaki itu juga memuji rasa masakan Claire dan Lyora.
"Enak sekali, siapa yang memasaknya?" tanya Chanda menyeruput kuah.
"Aku dan Claire. Hihihi" balas Lyora dengan tawa kecil di akhir.
"Em, iya benar rasanya pas dan lezat sekali. Kalian berdua memang chef yang hebat. Hahaha" Claude bergabung dalam pembicaraan. Sedangkan Claire tetap diam sambil mengunyah makanannya.
Seusai sarapan, masing-masing dari kedua pasangan berpamitan. Sebuah salam perpisahan. Chanda dan Lyora akan menaiki taxi untuk kembali ke kota mereka. Sedangkan Claire dan Claude akan menaiki mobil Claude.
"Sampai jumpa Claude, Claire. Aku senang dengan liburannya" seru Lyora melambaikan tangan sebelum memasuki taxi.
"Sampai jumpa juga Chanda, Lyora. Terima kasih atas waktu kalian" seru Claude tidak kalah keras.
Claire dan Claude memasuki kendaraan beroda empat bercat hitam pekat. Tidak lupa juga memasukkan koper-koper mereka ke bagasi mobil.
Jalanan pulang menuju ke kota terus menurun. Claire menikmati liburan kali ini.
"Bagaimana liburannya? kau suka?" tanya Claude ditengah perjalanan.
"Sangat. Terima kasih Claude. Kau telah mengajakku pergi berlibur. Sudah lama sekali aku tidak liburan seperti ini"
"Tentu. Sama-sama. Asalkan kau senang aku juga merasa senang"
"Yang membuatku suka tidak hanya villa, pantai, ataupun kulinernya. Tapi juga... sesuatu yang kuanggap spesial, memiliki kenalan baru. Lyora adalah gadis yang memiliki selera humor tinggi. Mulutnya susah sekali diam,"
"Oh ya? hahaha"
"Iya. Dan Chanda. Dia lelaki yang baik hatinya. Juga, jika aku tidak salah menilai, dia sama seperti Lyora. Memiliki selera humor tinggi. Tapi aku tetap yakin dia orang baik"
"Yah, itulah Chanda. Dia teman dekatku semasa SMA. Hingga hari ini pun aku masih akrab dengannya"
__ADS_1
Ruangan di dalam mobil kembali lengang. Claire dan Claude tidak lagi saling berbincang. Perjalanan pulang ke kota berjalan lancar. Seterusnya tinggal menunggu kabar dari Tuan Astra kapan agen kembali di aktifkan.