
Kotak informasi yang berhasil dicuri oleh partner C-C dan S-S berisi tentang sesuatu yang sangat rahasia dan jarang diketahui publik.
Yah, mereka memang melakukan perjual belian secara ilegal untuk pribadi, tetapi tanpa mereka sadari mereka telah merugikan negara.
Sekian banyaknya benda-benda ilegal termasuk makhluk hidup yang mereka jual adalah bajakan. Atau lebih dikenal dengan istilah mencuri.
Mereka ingin diuntungkan tetapi tidak bermodal. Modal mereka adalah merugikan negara ini.
Organisasi mafia itu kini kian membesar pesat. Semakin berbahaya jika dibiarkan. Masalahnya mereka tidak mudah ditemukan. Bahkan kotak informasi hanya berisi sebagian informasi saja.
Satu yang pasti. Markas utama mereka telah berhasil dikantongi oleh ketua organisasi rahasia. Tinggal kapan ia mengerahkan bawahannya saja.
"Tuan, apakah kita akan merangkap mereka?" Claire berdiri tegak di depan meja kerja Astra.
"Tentu saja. Mereka harus dihentikan. Jika tidak maka tidak hanya negara yang merasakan dampaknya" Tuan Astra berkata sambil menulis sebuah laporan diatas selembar kertas.
"Kapan kami akan bergerak?"
"Aku bukan ketua organisasi ini. Juga bukan Tuan Shibe. Nanti jika kami mendapatkan perintahkan, pasti kami juga akan menyampaikannya kepada kalian"
"Kalau boleh tau, siapa ketua organisasinya Tuan?"
"Namanya dirahasiakan. Bahkan untuk anggota organisasi sekalipun. Yang jelas dia adalah seorang pria paruh baya. Usianya seperti lebih tua daripada Shibe"
"Baik Tuan, dimengerti"
Hening sejenak. Hanya suara gesekan bolpoin dengan kertas duatas meja kerja. Claire berdiri tegak tanpa bergerak sedikitpun. Dia sudah terlatih sejak SMA.
"Oh ya, Claire. Beberapa hari atau minggu ini kalian akan di nonaktifkan. Istirahatlah dengan tenang dirumah"
"Kenapa Tuan?"
"Karena kami para atasan masih harus merapatkan sesuatu. Sehingga tidak ada misi yang dijalankan oleh pasangan partner. Anggap saja ini cuti"
"Jika beberapa saat dinonaktifkan, jangan lengah. Para mafia bergerak di sekitar kita. Dan... tanpa bisa ditentukan harinya kami akan menghubungi kalian lagi. Ini akan cukup mendadak" ujar seorang pria berjas hitam itu dengan memanjangkan kata 'Dan'.
"Baik Tuan, saya siap kapanpun ditugaskan"
"Pulang dan istirahatlah, Claire. Sampai bertemu lagi di hari lain" perintahnya kepada bawahan.
Sebelum Claire meninggalkan ruangan, tidak lupa ia memberi hormat kepada Tuan Astra layaknya anggota militer. Rasanya ia sangat berterima kasih karena beliau telah merekrutnya kemari. Kemudian Claire melengang keluar ruangan.
Diluar ruangan, seperti biasa. Seorang partner yang setia menunggu dengan sabar hendak mengantar Claire pulang kerumahnya.
Jika tidak ada tugas dalam pekerjaan? lantas apa yang akan Claire lakukan selama beberapa hari setelahnya? ia bukan wanita yang suka menghamburkan uang demi bersenang-senang. Atau penikmat fasilitas mewah.
__ADS_1
"Aku dengar kita diberi cuti, Claire"
"Iya, bukan hanya kita. Tapi juga orang-orang yang satu angkatan dengan kita. Semua diberikan cuti dalam batas waktu yang tidak bisa ditentukan"
"Kau akan pergi kemana saat cuti? apakah jalan-jalan ke pantai?"
"Tidak. Dirumah saja"
"Kenapa tidak mencoba pergi ke wisata yang sedang populer? atau mencoba menginap di hotel bintang lima dekat pantai atau gunung agar bisa menikmati pemandangan indah?" tawar Claude lagi. Dia sepertinya ingin mengajak Claire healing.
"Tidak, tidak, tidak. Kubilang cukup dirumah saja bersama ayah dan ibuku"
"Kalau begitu bagaimana jika kita berlibur bersama?"
"Aku tidak suka berdiam di satu tempat lebih lama dari 2 hari" maksudnya adalah menginap. Ya, berdiam itu menginap.
"Tidak, maksudku hanya jalan-jalan. Kita healing bersama. Bagaimana? apa kau tidak lelah hanya mengurusi pekerjaan?"
"Hm... coba aku pikirkan nanti"
"Segera hubungi aku jika kau setuju" mereka telah sampai di depan rumah Claire. Claire turun dari mobilnya.
"Aku tidak memiliki nomor ponselmu, Claude"
"Oke, sudah"
"Dot Forget for call me" mobil Claude bergerak menjauhi rumah Claire. Setelah mengenal lebih dalam, Claude ternyata merupakan sosok periang.
Dia hanya canggung bila di dekat orang-orang yang belum dikenalnya atau seniornya. Tapi setelah mengenalnya, sifatnya akan ditunjukkan secara terbuka.
Berbeda dengan Claire. Dia yang tampak cool sejak bertemu pertama kalinya. Sebenarnya masih ada sifat yang ia sembunyikan. Yaitu sifat mudah penasarannya. Ditunjukkan oleh dia yang sering bertanya hingga dibenaknya tidak ada lagi yang mengganjal.
...****************...
Claire berbaring diatas ranjang yang menurutnya empuk. Dia sedang menatap layar ponsel di genggamannya. Rupanya dia sedang membuka komentar-komentar orang di media sosial.
Kadang terasa membosankan, tetapi selalu saja ada komentar yang bikin tegang. Ada juga yang bikin tertawa. Ada yang sedih bahkan yang terasa biasa saja.
Terlintas di kepalanya kemudian. Soal penawaran Claude tadi. Katanya dia akan mengajak Claire liburan bersama. Bahkan dia juga menyuruh Claire untuk segera menghubunginya jika setuju.
"Apa sebaiknya aku menerima penawarannya ya?" gumam Claire sendirian di kamarnya.
Diam sejenak sambil berpikir. Jujur saja jika dia memutuskan untuk berdiam diri dirumah saja justru dia yang akan bosan. Mungkin ada baiknya menikmati liburan bersama partner.
"Baiklah!" seru Claire bersemangat di dalam hatinya.
__ADS_1
Claire menghubungi nomor milik Claude. Dia hanya mengirim pesan singkat.
^^^"Apa penawaranmu masih berlaku?"^^^
5 menit tidak direspon. Kemana Claude siang-siang begini hah?
^^^"Tentu"^^^
Dia pun akhirnya menjawab.
^^^"Aku tertarik untuk liburan bersamamu. Bolehkah?"^^^
^^^"Sangat sangat boleh"^^^
^^^"Terimakasih sebelumnya telah mengajakku. Rencana mau ngajak siapa?"^^^
^^^"Tidak ada. Hanya kita berdua"^^^
Claire membulatkan matanya. Tidak ada yang menyangka jika liburan hanya mereka berdua. Memangnya mereka ini sepasang kekasih?
^^^"Ajak siapa gitu... jangan hanya kita"^^^
^^^"Gak ada yang mau. Kenapa?"^^^
^^^"Kita bukan sepasang kekasih, harap jangan lupa terpikir"^^^
^^^"Iya tau, tapi ya kenapa?"^^^
^^^"Pokoknya ajak siapa-siapa atau aku tidak jadi ikut liburan?!!"^^^
^^^"Ah~ aku akan mengajak temanku saja ya"^^^
^^^"Oke"^^^
Claire sedikit lega sekarang. Dia tidak mau dijadikan bahan gosip oleh tetangganya jika hanya liburan berdua. Mereka pasti berpikir negatif atau yang tidak-tidak.
Jika sudah begitu, orang tua Claire akan ikut salah paham dan merasa dipermalukan didepan para tetangga tukang gosip itu.
Claire tidak pernah pergi berlibur. Yah dulu pernah. Hanya sekali dua kali saja saat Claire masih kecil. Setelah ia beranjak dewasa ia tidak terlalu suka keluar rumah.
Kali ini juga baru saja Claire akan pergi berlibur setelah beberapa tahun terakhir di pesisir pantai. Kira-kira kemana Claude akan mengajak Claire berlibur ya?
Itu akan menjadi rahasia sebelum liburannya terlaksana. Lagipula Claire hanya tinggal duduk manis tanpa berkutik. Claude yang menyiapkan segala hal. Karena itu memang rencananya.
Jadi, hanya Claude juga yang akan tau tujuannya. Semoga tidak mengecewakan Claire.
__ADS_1