Agen Polisi Rahasia

Agen Polisi Rahasia
Pelantikan


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu telah datang. Yaitu hari pelantikan. Banyaknya peserta yang mengikuti tes fisik tempo hari lalu, sekrang hanya dari 25 persennya saja yang diterima sebagai anggota organisasi.


Selby dan Haran juga lolos dari kedua tes. Mereka terlihat sangat bahagia. Hari ini kami bertemu lagi di markas utama organisasi. Selama ini kami sudah berjuang keras agar dapat diterima disini. Usaha kami tidak sia-sia.


"Terima kasih hari ini telah mengantarku ke markas utama" ucap Selby yang berbicara dengan partner prianya terdengar hingga jarak beberapa meter


Dari kejauhan terlihat ia melambaikan tangan pada partnernya. Kemudian berlari menemui Claire yang sudah menunggunya hingga percakapan mereka selesai sedari tadi.


"Selamat malam, Claire" sapanya


"Malam, Selby. Itu tadi partnermu?"


"Ya. Dia sangat sangat baik kepadaku. Sudah wajar bukan jika tadi aku mengucapkan terima kasih" sahutnya


"Tentu saja. Para partner mendampingi kita dari awal tes hingga hari pelantikan. Mereka amat berjasa"


"Hm, kalau begitu kita harus segera berkumpul di aula atas. Mungkin Tuan Shibe sudah menunggu kita"


"Iya, ayo kita pergi" ajak Claire


Hari pelantikan ini dilaksanakan pada malam hari. Tepatnya pada tengah malam. Dimana jarang ada orang yang masih membuka matanya. Sebagian sudah terlelap dalam tidurnya masing-masing.


Baru beberapa langkah kedepan, tiba-tiba semua lampu padam. Gedung setengah bulat itu kini gelap gulita. Sepertinya ini adalah tes. Untuk membiasakan pandangan mata kita dalam kegelapan.


Walaupun gelap gulita, tak ada seorang pun yang berteriak katakutan. Semua berjalan dengan santai ke tempat yang dituju masing-masing. Seolah tidak ada yang terjadi.


Dari awal Claire sudah terbiasa melihat dalam kegelapan. Saat lampu padam, matanya masih bisa melihat semuanya dengan cukup jelas walau agak remang. Ia tidak terkejut sedikitpun. Rasanya biasa.


"Lampunya dipadamkan, apa Tuan Shibe tidak cukup memberikan kita tes?" bisik Selby


"Mungkin ini adalah upaya pembiasaan untuk kita. Agar kita bisa melihat dalam gelap gulita seperti ini" jawab Claire dengan cara berbisik pula


"Bukankah itu Haran?" tanya Selby menunjuk punggung seorang lelaki yang berdiri tidak jauh dari mereka


"Iya"


"Ayo kita hampiri dia"


"Ya"


Claire dan Selby berjalan biasa menghampiri Haran.


"Hei Haran"


"Eh, kalian, aku pikir siapa" sahutnya

__ADS_1


Claire bisa melihat bola matanya yang bersinar terang seperti cahaya bulan. Menerangi ruangan.


"Kau bisa melihat kami kan?" tanya Selby


"Tentu saja. Disini terang" jawabnya


"Anak ini bermimpi apa sampai-sampai ruangan gelap gulita begini dibilang terang?" gumam Selby


"Mungkin dia sudah terbiasa melihat dalam kegelapan. Aku juga merasa ruangan ini masih cukup terang" bisik Claire pada Selby disampingnya


"Iya juga" jawabnya


"Kalau begitu, Haran, kita pergi bersama-sama saja ke aula atas. Mereka sudah menunggu kita terlalu lama" ajak Selby pada Haran


"Yasudah ayo"


"Kau yang memimpin jalannya ya"


"Oke"


Mereka bertiga berjalan menaiki tangga perlahan. Dari lantai satu ke lantai lima itu cukup tinggi. Karena listrik dipadamkan maka lift tidak akan berfungsi.


Akhirnya sampai juga di aula atas. Suasana disana sangat ramai seperti pasar. Kerumunan orang yang memakai pakaian serba hitam tidak begitu terlihat jelas. Hanya samar.


"Perhatian semuanya" ucap seorang pria berdiri diatas panggung. Memakai pakaian serba hitam pula


"Malam ini, adalah malam pelantikan untuk anggota baru dari organisasi rahasia. Sebagian besar teman kalian tidak berhasil lolos dalam tes. Maka mereka terpaksa harus dikeluarkan dalam list lolos" sahutnya dengan suara keras


"Dan untuk kalian yang berdiri di hadapan saya saat ini. Saya ucapkan SELAMAT, kalian telah diterima menjadi agen organisasi rahasia"


Semua orang bertepuk tangah meriah, begitu juga dengan Claire, Selby, dan Haran. Malam kebahagiaan.


"Organisasi rahasia dibagi menjadi 2. Yaitu agen mata-mata rahasia, dan agen polisi rahasia. Dari 25 persen dari kalian nantinya akan dibagi lagi. Beberapa menjadi bagian dari agen mata-mata rahasia. Beberapa lainnya menjadi agen polisi rahasia. Dan mungkin hanya 1,5 persen dari kalian adalah bagian dari keduanya" jelasnya


"Mata-mata? kedengarannya menarik" ucap Selby dengan senyum sinis


"Polisi rahasia juga menarik" sahut Haran


"Menurutku keduanya menarik" sahut Claire


Mereka bertiga sempat berdebat soal agen ini. Tapi pertengkaran berhasil ditengahi oleh Claire yang tidak membela salah satu pihak melainkan kedua pihak.


"Pembagian agen akan di share oleh informan masing-masing. Untuk sesama agen, tidak ada hal yang perlu dirahasiakan. Dengan ini diharapkan dari pembagian 2 agen maka keduanya bisa bekerja sama"


"Konsepnya begitu ya? baiklah" ucap salah seorang agen yang belum diketahui menjadi bagian dari agen apa

__ADS_1


Semuanya berbisik sesuai pendapat mereka masing-masing. Tidak ada yang berdebat, karena nantinya mereka juga akan diminta untuk bekerja sama.


"Hanya informasi ini yang bisa saya sampaikan pada hari pelantikan malam ini. Semuanya boleh bubar dan kembali ke rumah masing-masing. Sekian dari saya. Terima kasih" pria yang berdiri di panggung mengakhiri ucapannya


Semua bubar. Ada yang turun ke bawah. Ada yang langsung pulang kerumah. Ada juga yang ingin berdiskusi degan kenalan mereka masing-masing.


Claire, Selby, dan Haran memutuskan untuk bertukar pendapat terlebih dahulu. Lampu kembali menyala. Seluruh ruangan kembali diterangi oleh cahaya lampu. Itu artinya, listrik juga kembali dinyalakan. Hal baik.


"Tuan tadi bilang ada 1,5 persen dari 25 persen agen yang diterima bisa menjadi kedua agen. Itu sangat menarik" Haran membuka pembicaraan


"Ya, mungkin itu hanya untuk orang yang berkemampuan diatas rata-rata" Selby mengutarakan pendapatnya


"Ya, kalau aku sih mungkin hanya salah satunya saja. Mustahil rasanya bila bisa menjadi anggota keduanya" sahut Haran


"Aku suka mata-mata. Semoga aku diterima di agen mata-mata" ucap Selby lagi


"Memangnya apa keahlianmu?" tanya Haran penasaran


"Menggoda pria" jawab Selby dengan senyum sinis. Seolah mengancam Haran


"Oh ya? coba kau goda aku"


"Baiklah, kau yang meminta"


"Tuan Haran yang sangat tampan. Hari ini malam yang indah bukan?"


"Ya, i-indah sekali"


"Bolehkah kau menraktir wanita cantik sepertiku ini?" ekspresi Selby menunjukkan seperti kucing (imut)


"I-iya, b-boleh. Apa yang k-kau i-inginkan?" jawab Haran patah-patah


"Sudah cukup. Apa kau tidak kasian pada Haran? Dia sudah berkeringat dingin seperti itu saat kau menggodanya" Claire menghentikan aksi menggoda Selby


"Iya iya, sudah cukup. Bagaimana? kau harus mengakui keahlianku" sahut Selby memalingkan pandangannya dari Haran


"Huft, hampir saja. Kemampuan menggoda mu sangat bagus. Tapi juga mengerikan" jawab Haran


"Sudah sudah. Segera pulang saja kalau begini" Claire berkata dengan nada marah


"Iya juga, ini kan sudah dini hari. Kalau begitu sampai bertemu lagi ya, Claire, Haran"


"Ya, sampai bertemu lagi"


Mereka bertiga pulang diantar dengan partnernya masing-masing. Ini sudah dini hari. Semoga Ibu dan Ayah tidak tau apabila Claire keluar malam-malam dengan seorang pria. Nanti mereka akan berpikir yang aneh-aneh.

__ADS_1


Sebelum Claire tidur, ia menatap layar ponselnya. Penasaran dimana ia akan diletakkan sebagai agen. Tetapi Tuan Astra belum memberikan informasi. Mungkin besok. Tunggu saja.


Claire pun terlelap dalam tidurnya. Malam yang tenang sekali.


__ADS_2