
Senggang beberapa hari. Claire berniat pergi ke markas organisasi yang berlokasi di Jalan Awan. Pastinya ia datang tidak sendirian, Claire mengirim pesan pada partnernya agar Claude menjemputnya.
"Sudah lama tidak bertugas. Bagaimana kabar anjing yang kubeli di pasar gelap ya?" gumam Claire
Claude membalas pesan Claire. Intinya ia akan menjemput Claire mungkin malam hari. Setelah matahari benar-benar tenggelam.
Pukul 18.00
Claire memakai style serba hitam. Ia juga mengenakan jaket hitam ala-ala seorang preman. Style nya sama dengan Claude.
"Sudah siap?" tanya Claude saat Claire baru saja duduk di kursi mobilnya. Sebagai jawaban, Claire mengangguk mantab.
Mobil hitam yang dikendarai Claude melaju dengan kecepatan tinggi di jalan raya. Malam hanya berhiaskan gemerlap cahaya lampu kuning.
Masih terlalu sore. Claire dan Claude mampir ke markas organisasi rahasia di wilayah terjauh dari rumah Claire. Selby dan Senno bertugas disana.
...****************...
Desa yang telah ditinggalkan. Kosong tanpa penghuni satupun. Beberapa lampu jalanan padam. Menyisakan kegelapam malam yang mencekam.
Sekarang hampir pukul 21.00 malam. Perjalanan kemari membutuhkan waktu lebih dari 2 jam.
Mobil Claude melaju perlahan di atas jalanan gelap dan suram. Sudah hampir sampai ke markas organisasi rahasia.
Dari kejauhan, terlihat dua sosok berpakaian serba hitam berdiri di depan mobil berwarnakan hitam pula. Dua sosok itu juga memakai topi mata-mata berwarna hitam. Hampir tidak terlihat wajahnya.
Topi hitam mata-mata dilengkapi dengan pin berwarna keemasan berbentuk kaca pembesar. Salah satu alat seorang mata-mata.
Claire dan Claude turun dari mobilnya.
"Selamat malam, Nona Claire, Tuan Claude" salah satu sosok yang berdiri di hadapan partner C-C berbicara. Suara ini sangat dikenal oleh Claire.
"Selamat malam juga, Nona Selby, Tuan Senno" balas Claire dengan senyum miring.
Kedua pasangan partner itu berpakaian serasi. Serba hitam. Hanya saja Claire dan Claude tidak memiliki topi khusus.
__ADS_1
"Darimana kalian mendapatkan topi mata-mata itu?" tanya Claire antusias.
"Apa perlu kau menanyakan hal itu? tentu saja dari atasan kita" jawab Selby
"Ouh~, apa kalian diperintah oleh Tuan Shibe malam ini?"
"Iya, kita akan menjalankan misi bersama lagi. Dan ini lebih menegangkan dari sebelumnya"
"Oh ya? misi apa itu?"
"Kita akan segera berangkat. Akan kujelaskan di dalam mobil"
Selby memasuki mobil hitam milik partnernya. Begitu juga dengan Claire. Mobil Selby bergerak lebih dulu. Melaju di depan. Sedangkan mobil Claire mengekor dibelakangnya.
Sedari tadi, Claire dan Selby tersambung lewat telepon. Selby menjelaskan misi mereka malam ini.
"Tuan Shibe memerintah kami untuk menjemput kalian berdua. Karena dia ingin kita menjalankan misi bersama-sama lagi. Sepertinya misi yang kita jalankan sebelumnya membuahkan hasil, Claire" sahut Selby di seberang sana.
Claire mengaktifkan mode speaker pada ponselnya. Agar Claude juga bisa mendengar ucapan Selby mengenai misi mereka malam ini.
"Sepertinya aku mengerti. Bawah jembatan layang memiliki lubang saluran air dengan diameter kurang lebih 5 meter. Seharusnya bisa di masuki oleh manusia. Karena jembatan layang tidak lagi digunakan, maka saluran air pun tidak lagi digunakan. Jalur bawah tanah itu adalah saluran air. Sekarang diperkirakan sudah kosong. Memang markas lebih aman disana" giliran Claire menjelaskan.
"Yah, mungkin seperti itu. Penjagaan disana malam ini diperkirakan tidak terlalu ketat. Karena mereka sibuk mengirimkan barang-barang ilegal ke pasar gelap. Ini waktu yang tepat untuk kita menyusup. Perintah terakhir yang Tuan Shibe ucapkan adalah kita harus mengambil kotak informasi di salah satu ruangan rahasia. Lebih tepatnya brankas file. Kode brankas ada di bawah meja" Selby berbicara menjelaskan panjang dan lebar.
Panggilan telepon berakhir. Mereka menuju ke lokasi yang di targetkan oleh atasan mereka. Markas para mafia. Entah ity cabang ke berapa. Lebih memungkinkan jika itu bukan markas utama.
...****************...
Jembatan Layang Rezora.
Walaupun jembatan layang ini sudah banyak yang hancur, tetapi masih terlihat jika dulunya bangunan ini sangat megah.
Tersisa puing-puing jembatan yang terjatuh ke permukaan jalan. Permukaannya tidak teratur. Entah ini sengaja di runtuhkan atau terkena serangan tembak.
Kedua pasangan partner berpakaian serba hitam berjalan melintasi sisa puing-puing bangunan yang telah runtuh setelah memarkirkan mobil hitamnya dalam lokasi agak jauh dari jembatan layang ini.
__ADS_1
"Apa pernah terjadi bentrokan disini?" tanya Selby lirih di tengah perjalanan.
"Entahlah. Sepertinya begitu. Puing-puing ini seperti bekas serangan tembak. Tetapi..."
"Lebih mirip sengaja diruntuhkan" Claire berpendapat dengan perasaan ragu menatap sekitar.
"Fokus ke jalanan. Kita harus segera mencari lubang saluran air itu" Claude mengingatkan.
Jarak lumayan jauh dari mereka berempat, terdapat pintu kecil. Entah pintu apa itu. Mungkin dulunya adalah pintu yang menghubungkan ke kamar kecil.
Di depan pintu itu, ada lubang saluran air yang tertutup dengan logam besi.
Saat Senno menggeser tutup lubang saluran air itu, seperti tidak berat sama sekali. Juga tidak rapat seperti tutup lubang saluran air pada umumnya.
"Aku tidak merasa jika tutup lubang saluran air ini tadinya rapat" sahut Senno.
"Mungkin karena sudah biasa dibuka dan ditutup. Ini kan akses menuju markas para mafia" Selby langsung mengutarakan pendapatnya. Memang benar begitu.
Satu persatu dari mereka berempat masuk kedalam lubang saluran air. Diawali oleh Senno, diikuti oleh Selby, kemudian Claire, dan terakhir Claude.
Pemandangan pertama yang mereka lihat saat ini adalah gelap. Tidak ada satupun lampu disini. Ya memang, kan ini saluran air. Hanya ada genangan air di dekat dinding saluran air.
"Apa ada yang membawa senter?" Claire hampir bertanya, tapi didahului oleh Selby.
"Aku membawa 2 senter" sahut Claude di belakang Claire.
Satu senter dibawa oleh Senno. Dan satu senter lainnya dibawa oleh Claire. Mereka berempat berjalan beriringan masuk lebih dalam ke saluran air.
Suara cicak ramai saling menyahuti. Laba-laba sibuk membuat jaringnya. Beberapa kali Claire dan Selby terperangkap kedalam jaring laba-laba. Sungguh menjengkelkan.
Semakin mereka masuk kedalam saluran air, suasana semakin mencekam. Rasanya sudah seperti masuk ke rumah hantu saja... hehehe~
Suara seseorang entah membuka atau menutup pintu terdengar menggema dari kejauhan. Claire dan Senno segera mematikan lampu senter.
Kembali terlihat gelap mencekam. Tanpa cahaya satupun.
__ADS_1
Suara langkah kaki melangkah cepat kearah mereka. Ini adalah saluran air. Mungkin ada ruangan rahasia yang tidak diketahui oleh kedua pasang partner. Dimana mereka harus bersembunyi sekarang? Dinding-dinding saluran air berwarna putih polos menjalar lurus tanpa ruang lain.