Agen Polisi Rahasia

Agen Polisi Rahasia
Tes yang melelahkan


__ADS_3

Masih dengan keadaan yang sama.


"Hei lihatlah, mengapa gadis itu berdiri sendirian?"


"Entahlah, mungkin teman di kelompoknya tidak mengakui keberadaannya"


Terdengar teman dari kelompok sebelah berbisik-bisik. Bisikan mereka mengacu pada Claire yang juga tidak menemukan teman kelompoknya.


"Ternyata kau disini" seorang pria muda berkata dari belakang


"Kami adalah kelompok B. Tanpa kau, kami tidak akan lengkap" lanjutnya


Segerombolan anak mendatangi Claire. Ini dia teman kelompok yang sedari tadi ia tunggu kedatangannya. Ternyata sudah berkumpul di tempat lain.


"Ayo, segera bergabung dengan kami" ucap gadis di samping pria muda itu


"Ya" jawab Claire singkat


Semua orang harus segera bergabung dengan kelompok yang sudah dibagi. Beberapa anak masih bingung mencari dimana kelompoknya.


*Seperti Claire tadi, hehehe~


Selanjutnya adalah pemanasan. Pemanasan kali ini akan dikategorikan berdasarkan genre laki-laki dan perempuan.


Untuk laki-laki akan memutari lapangan sebanyak 20 kali. Sedangkan untuk perempuan hanya 15 kali saja.


Mereka semua mulai berlari mengelilingi lapangan. Putaran pertama sampai ketiga semua masih terlihat biasa saja. Saat memasuki putaran ke empat, terlihat wajah-wajah lelah.


Putaran kelima dan seterusnya, para cewek menunjukkan ekspresi lelah yang tidak tertolong. Sebagian dari mereka memutuskan berhenti berlari dan menyerah.


*Mereka yang menyerah maka tidak lulus tes fisik pertama


Claire masih bertahan sampai level ini. Putaram ke empat belas. Terakhir, putaran kelima belas. Sangat melelahkan sekali. Para cewek berhenti berlari. Tinggal lima putaran untuk pria.


Beberapa menit kemudian...


Setelah berlari puluhan putaran lapangan, semuanya diistirahatkan. Duduk sambil meluruskan lututnya. Meminum sebotol air mineral yang telah disediakan oleh pihak organisasi.


"Aih, melelahkan" ucap gadis yang duduk di sebelah Claire


"Ya, sangat" jawab Claire


"Oh iya, ngomong-ngomong siapa namamu?" tanya gadis itu


"Claire"


"Hai Claire, namaku Selby" sapa Selby


"Hai juga, Selby"


"Hei, kalian berkenalan tidak ajak aku" seorang pria yang duduk tidak jauh dari mereka menyahut

__ADS_1


"Namaku Haran" ucapnya sambil menjabat tangan Claire dan Selby


"Claire"


"Selby"


"Senang bertemu dengan kalian"


"Senang bertemu denganmu juga" ucap Claire dan Selby bersamaan


"Semuanya, kembali ke barisan kelompok masing-masing!" sahut Tuan Shibe menggunakan mikrofon


Semua kembali berjajar sesuai kelompok masing-masing. Claire mencari kelompoknya. Jangan sampai dia menyendiri seperti tadi lagi, sedangkan kelompoknya sudah berkumpul.


"Eh, Claire, kita satu kelompok" ucap Selby yang melihatnya baris di kelompok B


"Iya"


"Ahh~ aku senang sekali"


"Biasa saja"


Sosok Claire adalah sosok yang dingin. Orang yang terlalu berlebihan dalam mengungkapkan sesuatu, maka dianggapnya


lebay. Seperti contohnya adalah Selby yang baru saja dikenalnya.


"Saya akan mengumumkan sesuatu. Mohon diingat-ingat dan dengarkan dengan baik!"


"Dimengerti" ucap semuanya, kompak


Disini ada tiga gedung berlantai dua. Anggota kelompok ada 8-10 orang. Mungkin tidak akan keberatan apabila harus membersihkan masing-masing lantai gedung.


Kelompok B bertugas memotong rumput di lapangan yang tadi mereka putari. Lapangan ini sangat luas. Memotong rumput akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Sedangkan mereka hanya ber sepuluh. Menyebalkan!


"Baiklah teman-teman, kelompok kita bertugas memotong rumput disini. Kita harus bisa. Jangan kalah dengan kelompok lain!" ucap pemimpin kelompok (sementara)


"Baik" ucap mereka bersembilan, serempak


"Kita bagi saja. Kau bagian ini. Kau bagian ini. Kau yang bagian ini saja. Untuk kau bagian ini. Kalau kau bagian yang ini. Kau yang ini ya. Kalian berdua bagian ini. Aku bagian ini" ucapnya sambil menunjuk peta lapangan


"Lalu aku?" tanya Claire


"Kalau kau yang bagian ini saja" ucapnya dengan senyum


"APA?!!!"


Bagian yang ditunjuk oleh ketua kelompok adalah bagian dimana rumputnya lebih panjang dari yang lain. Walaupun wilayahnya hanya sedikit, tapi Claire harus masuk ke semak-semak, memotong rumput yang lebih tinggi darinya.


Semua anggota kelompok B melakukan tugasnya masing-masing sesuai bagiannya. Ekspresi wajah Claire tampak tidak senang saat menatap bagian yang harus dia kerjakan.


"Kalau begini, pulang-pulang tubuhku bisa gatal semua. Lebih baik aku pakai teknik itu" gumamnya

__ADS_1


Ia akan menggunakan teknik menebas-terbang. Kebetulan disini ada tembok besar yang kelihatannya cukup kuat. Bisa dijadikan sebagai tumpuan Claire melayang.


"Baiklah, mereka harus ingat aku melakukannya karena terpaksa"


Claire berfokus, memejamkan kedua matanya. Ia sudah siap dengan dua pisau panjang dan tajam di tangannya. Sepersekian detik, ia berlari kemudian bertapak pada tembok.


Posisinya sekarang melayang. Dari atas, ia menebas rumput panjang di bawahnya. Kemudian ia mendorongkan kakinya pada tombok yang lainnya. Sekali lagi ia menebas rumput di bawahnya.


Dalam hitungan detik saja, rumput yang tadinya amat panjang ini pun selesai dipotong. Teman-temannya yang melihat aksinya luar biasanya itu terkesan dan reflek bertepuk tangan.


"Sudah selesai?" tanya ketua menghampirinya


"Tentu saja sudah"


"Kalau begitu, bisakah kau membantu temanmu yang ada disana itu?" ketua mengacungkan jarinya kearah anak laki-laki. Itu adalah Haran. Ia tidak menggunakan teknik apapun saat memotong rumput. Melakukannya dengan manual.


"Baiklah" sahut Claire bersedia. Ia meninggalkan ketua yang berdiri dibelakangnya


Claire menghampiri Haran. Ia tampak sangat bersantai dengan tugas bagiannya. Rumput disini pendek-pendek. Tapi wilayah bagian Haran cukup luas.


"Kenapa kau tidak gunakan teknik-teknik sepertiku dan teman-teman lainnya?" tanya Claire


"Tidak apa" jawab Haran santai


"Kau sangat menghabiskan waktu bung"


"Kalau begitu, kau bantu aku saja" ucap nya lagi


"Izinkan aku membantumu menyelesaikan tugas"


"Tentu saja"


"Kalau boleh, bisakan kau minggir dulu?"


"Mau kau apakan rumput-rumput ini?"


"Tentu saja dipotong"


"Baiklah, aku minggir" Haran berdiri dibelakang Claire. Menyaksikan hal yang akan dilakukan oleh teman gadisnya ini.


Claire memejamkan kedua matanya. Mencoba untuk berfokus sebelum melakukan teknik selanjutnya. Kemudian ia membuka matanya. Sepersekian detik ia bergerak seperti angin. Cepat sekali. Tidak terlihat gerakannya sama sekali. Tapi, secara perlahan Claire juga memotong rumput yang tidak begitu panjang di bawahnya.


"Dia bisa melakukan teknik itu?" gumam Haran


Dalam hitungan detik, aksi Claire selesai. Semua rumput sudah terpotong. Dia berhasil membantu teman lelakinya yang tidak mau menggunakan teknik apapun dan lebih memilih untuk melakukannya secara manual.


~Istirahat


Semua yang menjalani tes mendapatkan perintah dari Tuan Shibe untuk beristirahat di dalam ruang tunggu. Juga mengganti pakaian masing-masing dengan baju yang sebelumnya dipakai.


"Besok adalah tes kecerdasan. Waktu dan tempat akan di share masing-masing kepala informasi" ucap Tuan Shibe

__ADS_1


"Sekarang semua boleh pulang ke rumah masing-masing. Terimakasih telah datang di tes hari ini. Hati-hati dijalan" ucapnya lagi


Semua yang menjalani tes pun pergi meninggalkan lokasi. Claire pulang diantar oleh pria muda yang tadi menjemputnya. Ada banyak driver disini. Masing-masing pulang diantar oleh driver pribadinya.


__ADS_2