Agen Polisi Rahasia

Agen Polisi Rahasia
Aksi Claire


__ADS_3

Berjam-jam telah berlalu. Claire baru menyadari jika dia tadi ketiduran. Claire langsung terbangun dari tidurnya. Seharusnya pukul 9 tadi ada rapat bagi pimpinan untuk membuat rencana. Namun sayangnya Claire baru bangun pukul 10 siang.


Claire keluar dari tenda. Ada beberapa agen wanita yang melipat pakaiannya dengan rapi kemudian memasukkannya kedalam tas. Ada Selby juga disana.


"Claire, kau sudah bangun?"


"Hei aku tadi ketiduran. Kenapa tidak ada yang membangunkanku?"


"Hihihi, tenang saja. Tidak ada hal yang terjadi selama kau tidur. Lagipula tidak ada yang menyuruhku membangunkanmu"


"Tidak ada yang menyuruhmu? lalu dimana Claude?"


"Terakhir kali aku melihatnya ada didepan ruang komisaris. Memangnya ada apa?"


Tanpa menjawab pertanyaan terakhir Selby, Claire berlari menuruni anak tangga hendak menemui Claude. Apa Claude sengaja tidak menyuruh Selby membangunkannya? mustahil begitu.


"Claude! Claude!" Claire meneriaki namanya. Dia melihat Claude didepan sana.


"Eh, Claire"


"Bagaimana rapatnya? apa sudah selesai? kenapa kau tidak membangunkanku?!"


"Eh, itu... rapatnya sudah selesai. Kupikir kamu kelelahan jadi aku sengaja tidak membangunkanmu. Soal hasil rapat itu aku bisa memberitahukannya padamu"


"Sudah kuduga. Jadi, bagaimana rencananya?"


"Sebagai antisipasi, Tuan Astra menyarankan memiliki rencana cadangan. Kami membaginya menjadi tiga rencana. Sebut saja rencana A, B, dan C" Claude mulai menjelaskan.


"Bagaimana rencana pertamanya?" Claire buru-buru bertanya.


"Sebaiknya jangan dikatakan disini. Mungkin ada kamera pengawas disekitar sini. Aku tunjukkan tempat yang lebih aman saja. Ikuti aku" pintah Claude berjalan lebih dulu.


Tiba-tiba ada perasaan mengganjal dihati Claire. Dia seperti melupakan sesuatu tapi tidak tau sesuatu apa itu. Tapi dengan segera Claire mengusir pemikiran tersebut. Yang perlu dia pikirkan sekarang hanyalah menerobos masuk kedalam penjara kemudian melepaskan satu rekan mereka. Dengan begitu Claire sudah menyelamatkan para agen polisi rahasia dari ancaman yang tidak ia ketahui.


Claude membawanya kesebuah ruangan yang berlokasi dipojok gedung ini. Tidak ada terlalu banyak benda disana. Hanya satu meja lengkap dengan lacinya dan satu kursi.


Pencahayaan disini agak remang karena hanya ada satu lampu. Lampu itupun sering berkedip-kedip menandakan akan segera padam.


Claude menduduki kursi didalam ruangan tersebut. Mengeluarkan gulungan kertas karton yang apabila di buka memiliki lebar hingga melebihi besarnya permukaan meja.


"Ini rencana yang diatur oleh Tuan Astra dan rekan-rekannya" Claude menunjukkan tulisan dan gambar yang ada pada lembaran kertas karton tersebut.

__ADS_1


Claire memperhatikannya dengan seksama. Tidak satu inci pun ia lewatkan. Dan pastinya Claire juga memahami struktur ketiga rencana yang tergambar di kertas karton tersebut.


"Tiga rencana sekaligus. Aku memahami semuanya. Terima kasih sudah bersedia memberitahuku" Claire hendak berbalik badan namun Claude mencegahnya.


"Tunggu sebentar" sahutnya.


Entah kenapa tangan Claire tiba-tiba bergetar. Padahal dua merasa biasa saja. Ini terjadi begitu tiba-tiba.


"Ada perlu apa lagi?" ucap Claire dengan nada setenang air.


"Aku hanya ingin bertanya. Kapan kamu bisa menceritakan masalahmu itu? sepertinya kamu tampak gelisah, Claire"


"Aku baik-baik saja. Terimakasih sudah bersimpati. Tapi kurasa ini bukan masalah yang begitu penting. Pikirkan saja rencana yang telah diatur oleh pimpinan dan cara menjalankannya nanti. Jangan pikirkan aku"


"Claire, kuharap kamu tidak menghindar dari pertanyaanku. Kamu sekarang adalah komandan angkatan kita. Jika kamu saja terlihat gelisah seperti itu, kita tidak akan bisa menjalankan misi ini dengan baik"


"Claude, aku bisa merasa baik-baik saja. Kau tidak usah khawatir"


"Kapan kau tidak bertindak dengan sifat keras kepalamu itu?"


"Lagipula ini bukan masalah penting. Aku bisa menanganinya sendiri. Dan setelah aku selesai menanganinya, maka semua akan baik-baik saja"


"Keyakinanmu begitu besar. Huft... kuharap suatu hari nanti kamu mengerti" Claude berjalan melewati Claire. Tepat ditelinga Claire, ia mengatakan itu.


***


Hari menjelang malam. Claire sudah menyusun rencananya untuk masuk kedalam penjara dan membebaskan satu rekan mereka sesuai dengan permintaan yang tertulis pada surat itu.


Tentu saja dia tidak langsung menuju penjara. Dia masih harus meretas jaringan lokal didalam markas ini karena pasti ada kamera pengawas didalam penjara tersebut.


Meretas jaringan bukan hal yang mudah. Dan karena kemajuan teknologi yang ada di markas ini tentu masalah kecil seperti itu bisa segera dibereskan oleh para atasannya.


Walau begitu sebelum mereka selesai memperbaiki jaringan yang diretas masih ada waktu sekitar lima menit untuk Claire menyelinap masuk kedalam penjara. Dia sudah melatih kelincahan tubuhnya untuk melakukan semuanya dengan cepat.


Yang membuatnya sedikit ragu adalah apakah dia bisa kembali dengan cepat tanpa diketahui oleh siapapun? masalahnya dia mengatur posisi awalnya di Rooftop gedung. Atau akan lebih baik jika posisinya ada di ruang baca karena lebih dekat dengan sumber jaringan. Entahlah. Agak rumit.


Tepat saat matahari tenggelam sempurna, Claire memulai aksinya. Berjalan santai masuk kedalam ruang baca agar tidak dicurigai. Kemudian setelah dipastikan tidak ada seorang pun maka Claire menyelinap masuk ke ruang sistem pengelolaan jaringan lokal.


Ruangan itu tidak memiliki alas disetiap sisi ruangannya. Karena ditengah ruangan ada bola cahaya besar mengambang. Bola cahaya itu adalah cikal bakal jaringan lokal yang terhubung dengan antena diatas gedung.


Claire melihat-lihat sejenak. Disini tidak ada kamera pengawas. Hanya ada pengaturan sistem jaringan lokal. Sebuah laptop kecil tersedia disalah satu sudut ruangan.

__ADS_1


Claire sudah menduga, laptop kecil itulah yang menjadi monitor ditampilkannya seluruh data markas kepolisian negara ini. Claire mengotak-atik sistem itu. Hingga tiba-tiba...


Dep!


Gelap gulita.


Claire berhasil meretas jaringan lokal dengan sekaligus memadamkan semua lampu didalam gedung. Terdengar sedikit jeritan para agen yang terkejut.


Claire melancarkan aksinya. Mengenakan jubah berwarna gelap dam segera menyelinap kedalam penjara. Semua kamera pengawas ternonaktifkan. Claire membuka gembok dengan kunci yang ia curi dari ruang komisaris.


"Siapa kau? kenapa kau membuka gemboknya?"


"Kau tidak perlu mengetahui itu. Sekarang cepat keluar dan tinggalkan penjara ini"


"Lalu bagaimana dengan rekanku yang lain?"


"Bukan kewajibanku untuk menyelamatkan mereka"


"Apa?! siapa yang memerintahkanmu?"


"Jangan banyak bertanya! segera tinggalkan penjara ini atau kau tidak akan terbebas"


"Huh, baiklah" salah satu komplotan itu telah berhasil diselamatkan. Rekan-rekannya hanya memperhatikan dia pergi.


Claire segera mengunci kembali sel tersebut kemudian bergerak lincah meninggalkan penjara.


Sebelum mereka memperbaiki semua jaringan yang diretas oleh Claire maka Claire harus segera mengembalikan kunci ke ruang komisaris kemudian kembali ke titik awal dimana dia berada.


Claire berjinjit-jinjit sebelum masuk keruang komisaris. Berusaha tidak membuat suara langkah kaki sedikit pun. Saat dia ingin segera keluar dari ruang komisaris, terdengar suara pria yang dikenalnya.


"Tuan, kenapa listrik tiba-tiba padam?" ucap pria yang suaranya dikenali oleh Claire. Siapa lagi jika bukan partnernya.


"Entahlah. Biasanya tidak pernah begini" dia bercakap-cakap dengan Tuan Hirofumi.


"Mungkinlah ada yang meretasnya?"


"Mungkin. Tapi kita tidak bisa memastikan itu sekarang karena kamera pengawas juga telah diretas"


"Kira-kira siapa penyusup itu?"


"Setelah semua selesai diperbaiki, kita bisa berdiskusi soal itu" ujar sang komisaris.

__ADS_1


Claire belum keluar dari ruang komisaris. Claire melepas jubah yang dikenakannya. Setelah kedua pria itu pergi, Claire baru bisa keluar dari ruang komisaris. Secepat mungkin ia melangkah mendekati pintu ruang baca.


Sebelum Claire masuk ke ruang baca, listrik sudah menyala. Untunglah telapak tangan Claire menyentuh gagang pintu. Ini menciptakan ilustrasi bahwa Claire baru saja keluar dari ruang baca.


__ADS_2