Agen Polisi Rahasia

Agen Polisi Rahasia
Berbaur


__ADS_3

Sesampainya di Markas Kepolosian Negara, Claire dan Claude ditujukan untuk segera pergi ke lantai teratas gedung atau Rooftop.


Disana telah berkumpul para agen senior dan junior. Mereka sedang mengobrol satu sama lain. Berbaur. Tiba-tiba ada seseorang menepuk bahu Claire dan Claude. Itu dia! Tuan Matsumoto, komandan senior.


"Tuan Matsumoto" ucap Claire dan Claude kompak, bermaksud menyapa.


"Lama tidak bertemu ya, Claire, Claude. Apa kabar kalian selama berada di sini?" dibelakangnya ada seorang wanita denagn memakai jubah. Dia partnernya Tuan Matsumoto.


"Kami baik" ucap Claire dan Claude kompak lagi.


"Oh ya apakah kalian bertemu dengan Tuan komisaris?"


"Itu, maksudmu Tuan komisaris Hirofumi?"


"Benar sekali! kalian bertemu dengannya?"


"Tentu saja"


"Beruntung sekali!. Aku belum pernah bertemu dengannya sekalipun. Dia adalah idolaku kalian tau?" Claire dan Claude melenggeleng.


"Yah, Tuan komisaris itu pria yang tegas. Dia menentang ketidak adilan yang ada. Keberaniannya dalam menindas perilaku tidak kemanusiaan itulah yang membuatku mengidolakannya" Tuan Matsumoto mengatakan kalimat itu dengan nada puitis.


Tidak disangka, komandan setegas dirinya rupanya adalah pribadi yang dramatis. Dia hanya serius dikala memimpin latihan. Namun jika tidak maka inilah dia, sosok penuh penjiwaan.


"Sudahlah. Setelah ini kita semua akan dipanggil" ucap wanita yang merupakan partner Tuan Matsumoto.


"Dipanggil?" Claire memastikan tidak salah mendengar. Wanita itu mengangguk mantab.


"Sepertinya ada penyampaian amanah dari atasan kita"


"Penyampaian amanah?" giliran Claude bertanya.


"Itu sejenis memberikan kita tanggung jawab. Biasanya mereka melakukannya karena mereka hanya mengandalkan kita. Mereka terlalu sibuk mengurus semuanya. Sehingga mereka memberikan kita kepercayaan penuh"


"Itu... mengerikan" Claire berbicara dengan nada rendah.


"Itu tanggung jawab yang berat. Tanyakan senior kalian ini, dia sudah pernah mendapatkan hal seperti itu" wanita itu menumpukan sikunya dengan posisi horizontal pada bahu Tuan Matsumoto.


"Benar sekali. Setiap apa yang kalian hendak lakukan kalian akan selalu berpikir apakah ini baik dilakukan? dan semacamnya. Tapi... itu menyenangkan sekali. Rasanya seperti kalian menerima tantangan"


"Kedengarannya tidak semenyenangkan itu"


"Yah, terserah kalian menganggapnya bagaimana. Itu hanya pendapatku saja"


"Kami harus pergi untuk mengurusi beberapa yang telah menjadi tugas kami. Kalian, berbaurlah dengan mereka" wanita itu berpamitan kepada komandan C-C.


"Baik, terima kasih atas waktunya"


Claire memandang jauh keadaan di Rooftop itu. Hanya keramaian yang ada. Saat ini adalah waktu santai. Para agen bisa berbaur dan bercanda sesuka hati mereka. Ini saat yang langkah dan menyenangkan.


"Claire" lagi-lagi ada seseorang menepuk bahu Claire.


"Selby?"

__ADS_1


"Lama tidak bertemu ya? apa kabarmu Claire?"


"Tentu saja baik. Bagaimana kabarmu juga?"


"Baik"


"Apa Haran bersamamu?"


"Tentu saja" Selby mengerahkan matanya pada seseorang di seberang kiri. Tidak terlalu jauh. Claire mengikuti arah pandangan Selby.


Disana, Haran berdiri. Raut wajahnya bahagia. Dia sedang mengobrol dengan seseorang. Disabuknya ada sebuah pistol. Itu pistol darurat yang bisa digunakan kapanpun saat ada bahaya mengancam. Semua agen dibekali pistol tersebut.


"Bagaimana hubungan kalian belakangan ini?"


"Baik-baik saja. Tuan Astra menjadikan kami sebagai pasangan partner"


"Oh ya?"


"Iya. Beruntung sekali memiliki atasan sebaik Tuan Astra"


"Kau terlihat bahagia, Selby"


"Yah begitulah. Dia memperlakukanku dengan baik"


"Oh ya aku lupa ada Claude disini, apa kabar Claude?" Selby mengalihkan pembicaraan. Dia mengarahkan pandangannya kepada Claude.


"Seperti yang kau lihat" ucap Claude berusaha ramah.


"Kalian memang tidak pernah terpisah ya? hehehe" goda Selby. Dia tidak pernah kehilangan kemanpuannya untuk menggoda seseorang.


"Eh eh, tapi Claude?"


"Pergilah Claire. Aku juga akan menemui temanku"


"Baiklah. Sampai jumpa nanti"


Dari ucapan Selby menyebutkan 'mereka' mengartikan bahwa tidak hanya satu orang yang akan dikenalkan kepada Claire. Claire membaca maksud dari setiap kata yang diucapkan seseorang.


Dalam sebuah forum, Claire bisa melihat ada beberapa gadis sedang berdiri melingkar. Mereka saling mengobrol. Salah satu ada yang menutup mulutnya, tertawa ringan.


"Halo teman-teman" sapa Selby


"Hai Selby" mereka menyapa balik.


"Aku akan mengenalkan kalian pada seseorang" Selby tampak senang. Claire belum menunjukkan dirinya.


"Siapa?" mereka tampak penasaran.


Kemudian Claire menunjukkan dirinya. Mereka memandanginya dengan sedikit menganga. Terkejut.


"Kalian pasti sudah mengetahui siapa dia bukan?" Selby tersenyum lebar hendak memperkenalkan mereka kepada Claire.


"No-nona Claire? komandan kita?!!" mereka buru-buru berdiri sejajar kemudian membungkukkan badannya.

__ADS_1


"Kalian ini kenapa? ini waktu santai. Dia memang komandan kita tetapi... lupakan jabatannya disaat kita semua sedang bersantai"


"Tidak bisa, nona Claire adalah komandan terhormat. Terimalah kehormatan kami!" ucap beberapa gadis itu sambil tetap membungkukkan badannya.


Selby menatap Claire jengah. Dari tatapan matanya dia menyuruh Claire untuk menghentikan hal ini. Selby berniat memperkenalkan tapi mereka semua terlalu menghormati Claire.


"Sudahlah. Selby benar, ini saat santai. Berdirilah kalian" celetuk Claire setelah beberapa saat hening.


"Terima kasih!"


"Bersikaplah dengan normal. Anggap aku ini sama seperti kalian"


"Tapi..."


"Ini saat santai. Mengerti?"


"B-baiklah nona Claire"


"Selby lanjutkan" ucap Claire dingin seperti biasanya.


"Ahh... iya... mereka ini adalah agen pandai memamfaatkan kesempatan untuk menikam lawan. Mereka juga pandai menggunakan Shotgun" Selby melanjutkan.


"Oh ya? bagus sekali. Latihan keras kalian tidak sia-sia" Claire kagum dan sedikit tertegun.


"Terima kasih!" ucap mereka kompak.


"Claire, perkenalkan ini adalah Shoera" Selby memperkalkan kepada gadis bersurai putih kecoklatan dengan hiasan kepala berupa bando hitam.


"Senang bertemu denganmu" ucap Claire bermaksud menyapa.


"Saya juga!" ucapnya tegas.


"Ini Naomi, gadis cantik dan pendiam yang licik"


"Naomi, nama yang indah" ungkap Claire memuji.


"Terima kasih!" jawab Naomi.


"Ini Ren, dan ini Keiko"


"Senang bertemu dengan kalian"


"Kami juga!" Kekompakan Ren dan Keiko sangat tinggi. Mereka juga terlihat dekat.


"Mereka sepertinya orang yang asik" batin Claire.


Setelah berkenalan dengan mereka, Claire, Selby, Shoera, Naomi, Ren, dan Keiko mulai mengobrol bersama. Awalnya empat gadis itu merasa canggung berbicara dengan komandanya. Namun lama-kelamaan dengan saling mengobrol mereka bisa merasa menjadi teman dengan jabatan sama.


Malam harinya Claire ikut bermalam dengan mereka di tenda-tenda yang telah didirikan di Rooftop gedung.


Ada dua tiga tenda besar untuk agen wanita dan dua tenda besar untuk agen pria. Claire, Selby, beserta teman-teman barunya berada pada tenda yang sama.


Angkatan senior bermalam di tempat berbeda. Mereka berada pada ruangan yang telah disediakan didalam gedung. Ruangan itu sangat luas. Ada dua ruangan yang ditempati.

__ADS_1


Claire sedang berdiri menatap langit malam pada pinggirian Rooftop. Meletakkan telapak tangannya dibawah dagu. Matanya tertuju pada bintang-gemintang yang menyebar acak di atas langit.


__ADS_2