Agen Polisi Rahasia

Agen Polisi Rahasia
Misi Pertama


__ADS_3

Beberapa hari tidak ada informasi dari Tuan Astra. Keseharian Claire pun kembali seperti semula. Tidak ada pekerjaan, tidak ada hal yang perlu dilakukan. Hingga disuatu hari, matahari condong ke arah barat.


Tertulis di layar ponsel Claire, Tuan Astra. Ada pesan dari Tuan Astra. Kenapa baru mengirim pesan? beberapa hari ini tidak ada informasi apapun.


^^^"Selamat sore, Claire"^^^


^^^"Selamat sore, Tuan Astra. Ada perlu apa?"^^^


^^^"Shibe memberi misi baru untuk partner C-C. Ini adalah misi pertamamu"^^^


^^^"Mendadak sekali"^^^


^^^"Maaf bila mendadak. Segera temui aku di perusahaan central U. Claude akan menjemputmu"^^^


^^^"Oh iya, usahakan jangan menggunakan pakaian mencolok. Kenakan pakaian pada umumnya saja"^^^


^^^"Baik Tuan, saya akan bersiap"^^^


^^^"Baiklah"^^^


Claire mengenakan pakaian wanita pada umumnya. Tidak akan terlihat mencolok diantara kerumunan orang. Yaitu atasan sweater merah dan bawahan celana legging hitam panjang hingga tumit kaki.


Selera style yang bagus dan simple. Sebagai pelengkap, Claire juga menggunakan beberapa aksesoris berupa jam tangan dan gelang hitam. Hanya untuk sekedar bergaya.


Di luar terlihat ada cahaya mobil menyala terang. Sepertinya Claude sudah datang. Claire berpamitan pada ayah dan ibunya, bilang bahwa ada keperluan mendadak dengan teman.


Ia pun segera memasuki mobil berwarna hitam pekat milik Claude.


"Ayo jalan" sahut Claire


"Sudah siap?"


"Sudah"


"Tuan Astra pasti sudah memberitahu nona untuk misi partner C-C. Singkatan dari Claire dan Claude. Ini misi pertama kita"


"Aku tau. Dan ini mendadak sekali"


"Biasakan diri nona. Syarat utama pekerjaan ini adalah ada di setiap waktu. Karena misi bisa datang diwaktu yang tidak menentu" jelas Claude


"Baiklah. Sebelumnya, aku ingin bilang. Kalau hanya ada kita berdua sebaiknya kau tidak memanggilku dengan sebutan nona. Panggil saja aku Claire" pinta Claire

__ADS_1


"Tapi, mengapa begitu?"


"Yah, karena aku merasa kurang nyaman saja. Sebutan nona itu seperti kau menganggapku sebagai atasanmu. Padahal kita partner. Memiliki tingkat sederajat" sahut Claire


"Akan kucoba. Maksudku, akan coba kubiasakan memanggil anda tanpa nona"


"Kata gantinya aku-kamu. Jangan anda-saya. Mengerti?" pinta Claire lagi


"Mengerti"


Claude adalah pria muda bemartabat. Padahal ia adalah partner Claire, tapi mengapa ia seolah-olah menganggap Claire sebagai atasannya.


Semua itu terlihat karena Claude selalu memanggil Claire dengan sebutan nona. Sebutan yang seharusnya diperuntukkan untuk atasannya.


Mereka berdua sampai di perusahaan central U. Gedung tinggi lantai 8 itu terlihat megah dari luar. Cahaya terang benderang dari dalam menyilaukan mata. Sumbernya berasal dari cahaya lampu dengan jumlah banyak.


~Administrasi


"Maaf kak, saya mau bertemu dengan direktur Matsumoto" sahut Claude kepada seorang admin muda


"Mohon konfirmasi atas nama siapa terlebih dahulu" jawab admin muda tersebut


"Tuan C dan nona C"


Claude berjalan membelakangi Claire. Memimpin arah kemana harus menuju. Sepertinya ia sudah sering datang kemari. Sehingga ia tau apa yang harus ia lakukan sebelum menemui kepala informan.


Naik ke lantai 8 menggunakan lift. Hanya butuh waktu beberapa detik mereka sudah sampai di depan pintu ruang kerja pribadi Tuan Matsumoto.


Claude mengetuk pintu sebelum masuk. Menunggu hingga ada jawaban dari dalam yang mengizinkannya untuk masuk. Nilai etikanya sangat tinggi. Setidaknya ada rasa menghormati kepada atasannya atau yang lebih tua.


"Kalian sudah datang ya, Claire, Claude" sapa Tuan Astra kepada mereka saat mereka memasuki ruangan


"Ini misi mendadak. Aku harap kalian siap melakukannya" sahutnya lagi


"Bisakah anda jelaskan misi apa itu Tuan Astra?" tanya Claire


"Misi ini berhubungan dengan pasar gelap seorang mafia. Ia menjual banyak benda terlarang disana. Yang perlu kalian cari adalah ekspor dan impor benda-benda terlarang yang mereka jual" Tuan Astra menjelaskan


"Pasar gelap ya? dimana lokasinya?"


"Lokasinya dekat dengan sebuah bar yang cukup populer di kota ini. Pasar gelap itu hanya akan dibuka saat tengah malam"

__ADS_1


"Maaf Tuan, maksud anda bar Kyoto?" giliran Claude bertanya


"Ya, letak pasar gelap itu tidak sembarang orang mengetahuinya"


Claire dan Claude saling bertatapan dan mengangguk. Sebagai artian mereka sanggup menyelesaikan misi ini. Tapi misi ini pasti akan membuang waktu begitu lama. Karena harus menunggu hingga tengah malam.


"Claire, perusahan ini miliknya. Namanya Tuan Matsumoto. Kau bisa memanggilnya Tuan Matsu. Dia juga adalah bagian dari organisasi rahasia. Pihak kita telah bekerja sama dengannya. Jika ayah dan ibumu bertanya kau bekerja dimana, maka jawab saja kau bekerja di perusahaan central U. Perusahaan ini untuk umum. Jadi tidak masalah" Tuan Astra memperkenalkan Claire pada direktur Matsumoto


"Ya Tuan, terima kasih atas bantuannya" Claire membungkukkan badannya


Partner C-C pergi meninggalkan ruang kerja pribadi Tuan Matsu. Mereka berdua mengendarai mobil berwarna hitam pekat menuju ke bar Kyoto.


Sekarang masih pukul 8 malam. Tadi Claire meninggalkan rumah pukul 7. Tidak terasa satu jam berlalu begitu cepat.


...****************...


Bar Kyoto


"Selamat datang kakak" sambut seorang batender di bar itu


Claire dan Claude segera memilih tempat duduk kosong. Mereka memesan minuman bersoda tidak beralkohol. Dengan tujuan agar mereka tidak mabuk. Karena mereka datang kemari untuk menjalankan misi bukan untuk bersenang-senang.


~Berberapa jam kemudian


Waktu menunjukkan pukul 10 malam. Kenapa waktu seolah terasa lama sekali? Bahkan Claire sudah mengantuk sekarang. Beberapa hari yang lalu ia terus-menerus begadang. Dan ia tidak tidur selama malam panjang.


"Kenapa lama sekali?" sahut Claire dengan nada ringan


"Sampai sekarang tidak terlihat ada tanda-tanda pasar gelap akan dibuka. Karena lokasi pasar gelap dan bar Kyoto berdekatan, sebagian akan datang kemari untuk memabukkan dirinya" sahut Claude dengan mata masih membuka lebar (berwaspada)


Seorang pria berpakaian serba hitam datang memasuki bar. Disisi lain ada sekumpulan pria dengan pakaian serba hitam pula dalam satu meja. Pria yang baru datang itu menghampiri dan tampak bergabung dengan sekumpulan pria lainnya.


Meja sekumpulan beberapa pria itu tidak jauh dari meja Claire dan Claude. Dua mata-mata yang ditugaskan mencari informasi yang berhubungan dengan pasar gelap dapat mendengar perkapan sekumpulan pria dengan cukup jelas.


"Hei, nanti malam aku ingin membeli kaset-kaset yang sedang populer itu. Tapi dengar-dengar produksinya sedikit ya?" ucap salah satu pria dari sekumpulan pria lainnya


"Iya memang. Kaset-kaset itu populer karna sulit untuk mendapatkannya" seorang pria lainnya menngelurkan pendapatnya


"Tenang saja. Aku yakin pasar gelap itu menjual duplikatnya. Tapi kalian harus siap membayar harga mahal. Sebagai ganti biaya penduplikatan" jelas teman pria lainnya


"Iya. Aku sudah bawa banyak uang nih. Tuh" ucap salah satu pria sambil menunjukkan beberapa lembar uang

__ADS_1


Dugaan Claude benar. Pasar gelap itu lokasinya tidak jauh dari bar Kyoto, maka sebagian akan berkunjung kemari untuk bersenang-senang dengan cara memabukkan dirinya.


Namanya memang terdengar rahasia. Tetapi sepertinya sudah umum untuk pemuda disini. Mereka menghamburkan uangnya untuk benda-benda ilegal.


__ADS_2