Agen Polisi Rahasia

Agen Polisi Rahasia
Shotgun


__ADS_3

Latihan anggota tim dilakukan pagi dan malam. Sebenarnya ini melelahkan. Tapi juga bentuk dari pembiasaan. Saat malam, hanya gelap yang bisa dilihat. Mata harus tajam melihat kedepan. Demi tepat saat menembak musuh.


Saat pagi terang benderang oleh cahaya matahari. Itu lebih seperti akvitas pada umumnya. Hanya saja banyak orang berlalu lalang. Anggota tim diharapkan bisa bertukar pesan serta menyamar dalam keramaian.


...****************...


Claire datang terlambat dalam pelatihan tim hari ini. Dia berlari dengan cepat melewati lalu lalang orang-orang yang tengah berdiri di pinggir jalan.


Tempat tim K-2 berlatih adalah di lantai teratas perusahaan Central U. Claire datang terlambat 10 menit.


"Nona Claire, semuanya telah menunggu anda di lantai teratas" sapa seorang Office Boy yang juga anggota dari organisasi rahasia secara berbisik.


"Iya, huft~, terimakasih" Claire bergegas menaiki lift.


Sesampainya di lantai teratas, ruangan terbuka tanpa atap luas menyambut kedatangannya. Air bertiup menerpa surai putih Claire yang terurai di punggungnya.


"Nona Claire, selamat datang" sapa anggota tim K-2.


"Dimana Selby dan Haran?" Claire langsung to the point. Hal pertama yang akan dilakukannya pastilah mencari keberadaan kedua teman karibnya tersebut.


"Nona Selby sedang berlatih bersama anggota tim yang lain, dia bilang untuk membangun kerja sama yang erat. Tuan Haran melihat-lihat pistol di sebelah utara" jelasnya.


"Terima kasih" Claire berlalu segera menemui teman-temannya.


Ruang terbuka itu dipenuhi dengan orang-orang yang sedang berlatih menembak. Targetnya bisa apa saja. Contohnya seperti kayu yang dilingkari, penembak harus menembakkan peluru pistolnya tepat mengenai lingkaran tersebut.


"Hei, Claire" Selby melambaikam tangan. Berhenti berlatih sejenak.


"Oh, hai juga Selby. Bagaimana latihanmu?"


"Hahaha~ masih belum akurat. Tembakanku berkali-kali meleset"


"Oh ya?"


Claire melihat kayu yang dipasang sebagai target berlubang-lubang. Tembakan Selby tidak mengenai tergetnya. Sebuah lingkaran hitam yang dibuat dengan spidol hitam adalah targetnya.


"Akan kubantu. Perhatikan baik-baik" Claire mengambil pistol lainnya.


Claire berhasil menyita perhatian seluruh anggota tim K-2 yang sedang berlatih di tempat yang sama. Kebanyakan dsri mereka tembakannya belum sempurna akurat. Harus mencoba berkali-kali untuk bisa mengenai target.


Door!!


Satu tembakan dilepaskan. Peluru keluar dengan kecepatan tinggi yang tidak kasat mata. Tepat di lingkaran hitam, kayu itu berlubang.


Hanya satu tembakan, peluru yang diarahkan Claire sudah mengenai targetnya. Itu berarti tembakannya akurat.


Semuanya bertepuk tangan tanpa ada sorak-sorak suara. Hanya sekedar tepuk tangan yang ramai.

__ADS_1


"Anda hebat, Nona Claire. Tembakan anda tepat mengenai sasaran" puji salah satu anggota tim.


Claire hanya membalas, "terima kasih" kemudian berlalu meninggalkan keramaian. Pergi menuju tempat Haran berada. Dia sibuk mengamati pistol.


"Haran, apa yang kau sedang lakukan?"


"Kau bisa melihatnya sendiri, kan?"


"Maksudku, kenapa kau mengamati pistol-pistol itu?"


"Tidak mengapa, hanya saja aku ingin mahir melepaskan tembakan dengan pistol jarak jauh"


"Shotgun?"


"Ya, itu maksudku"


"Aku bisa mengajarimu"


"Oh ya?"


"Tentu"


"Apa kau bersedia mengajari teman laki-lakimu yang bisa kapan pun menguras kesabaranmu ini?"


"Tidak ada alasan untuk menolaknya. Ayo kita mulai latihannya"


Claire mencontohkan terlebih dahulu. Haran memperhatikan dengan saksama. Dia tidak mau kehilangan kefokusan memahami gerakan cepat.


Sasaran mereka ada di gedung lain. Disana ada anggota tim F-8 yang berlatih. Tapi tetap mereka bekerja sama. Salah seorang memasang balok kayu dengan ketinggian tidak lebih dari satu meter.


Claire harus sedikit jongkok untuk menyelarasi balok diseberang sana. Lalu-lalang kendaraan tidak satupun yang mengawasi mereka. Seperti abai dengan hal yang terjadi tanpa disadari.


"Haran, perhatikan ini" Claire meminta temannya tersebut bersiap memperhatikan urutan gerakan yang harus dilakukan.


"Jika targetmu sama tingginya denganmu, kau harus menyelaraskan tinggi badanmu dengannya. Tapi jika kau berada di ketinggian kau hanya cukup berdiri tegak saja" Haran mengangguk mengerti.


"Selanjutnya, jangan biarkan suara-suara mengganggu kefokusanmu. Fokuslah pada target yang ingin kau tembak" Haran mengangguk lagi.


"Setelah kau merasa arah tembakan peluru sudah tepat, maka lepaskan seperti ini"


Door...!!!


Yang terdengar dari tembakan tersebut seperti hanya ledakan kecil saja. Senjata itu sepertinya didesain tidak memiliki suara seperti bom yang meledak.


"Mengerti?"


"Baik"

__ADS_1


"Giliranmu mencoba"


Haran mempraktekkan urutan gerakan yang tadi sudah dicontohkan oleh Claire. Saat dia mencoba fokus ke arah target, tangannya seperti bergetar. Sulit sekali memfokuskannya.


"Aku tidak bisa melakukannya" Haran terduduk di lantai.


"Jangan menyerah. Kau harus tenang. Tumbuhkan ketenangan di dalam hari dan pikiranmu"


Haran kembali berdiri. Memposisikan badannya. Tangannya kembali bergetar. Tetapi dia terus mencoba fokus.


Tiba-tiba entah datangnya dari mana, Angin bertiup ringan menerpa surainya. Angin itu mendatangkan ketengangan dalam hati dan pikiran Haran. Tangannya tidak lagi bergetar.


Haran pun melepaskan tembakan jarak jauh. Hampir meleset dari target. Peluru tembakannya mengenai sisi terujung dalam balok kayu di seberang sana.


"Coba lagi" ucap Claire yang sedari tadi memperhatikan balok kayu.


Haran mengangguk paham. Dia kembali memposisikan tubuhnya. Kini kefokusannya lebih terjaga. Karena ketenangan di hati dan pikirannya mulai tumbuh.


Berkali-kali Haran mencoba. Sedikit demi sedikit tembakan pelurunya berada di tengah. Claire meminta orang di seberang saja untuk lebih menjauhkan balok kayu.


Dari gedung dimana tim K-2 berada, balok kayu di seberang gedung kini terlihat sekecil semut. Ini lebih sulit lagi.


"Claire, aku masih belum terlalu mahir. Bagaimana jika tembakanku meleset kemudian mengenai anggota tim disana?"


"Coba saja. Jangan ragu-ragu"


Claire yakin jika Haran bisa melakukannya. Dia menyuruh Haran agar tidak memikirkan hal buruk yang mungkin terjadi. Belum mencoba maka belum juga tau hasilnya.


Tembakan pertama Haran dalam jarak lebih dari 100 meter. Pelurunya meleset dari target yang seharusnya. Nyaris mengenai salah satu anggota tim F-8.


"Sudah kubilang Claire, Aku tidak bisa melakukannya"


"Itu karena kau meragukan kemampuanmu sendiri. Bepikir bahwa peluru tembakanmu akan mengenai seseorang"


"Secara psikologis, yang mempengaruhi seseorang adalah keyakinan. Apa yang kau yakini adalah yang akan terjadi, Haran"


"Lalu aku harus bagaimana?"


"Selain ketenangan, kau juga harus memiliki keyakinan kuat. Kepercayaan diri juga penting"


"Aku akan berusaha"


"Cukup ingat satu hal, Haran. Tekad yang sudah kuat tidak akan bisa dihancurkan meski dengan senjata paling ampuh. Kadang itulah yang membuat seseorang menjadi kuat. Kau harus memiliki itu"


"Aku mengerti"


"Baiklah, kita bertemu lagi nanti malam"

__ADS_1


Matahari semakin naik. Panas cahaya matahari terasa seperti menyengat kulit. Latihan pagi dibubarkan. Nanti malam mereka akan melanjutkannya.


__ADS_2