Air Mata Delena

Air Mata Delena
Istri Baru


__ADS_3

Happy Reading❀


Pemandangan di depan matanya begitu mengiris hati dimana ia harus melihat suaminya bersanding dengan wanita lain dan cairan bening itu menetes saat kata SAH terdengar nyaring. Delena menatap pria yang tengah duduk dengan wanita lain yang saat ini berstatus sebagai suaminya , sakit memang namun semua sudah terjadi dan ia tak bisa mencegah semua itu.


Delena yang duduk cukup jauh dari kedua mempelai dapat melihat wajah-wajah bahagia terutama pada ibu mertuanya yang tersenyum manis pada wanita yang baru saja menyandang status istri kedua suaminya.


Mengusap air mata yang sayangnya tak bisa dicegah hingga terus mengalir , kedua netra itu salaing memandang .Aldi menatap istri pertamanya tanpa bisa melakukan apa-apa sedang Delena tersenyum menenangkan seolah mengatakan jia ia tak apa-apa.


"Selamat ya nak."Ibu Ani mengucapkan selamat pada menantu barunya dengan senyum lebar.


"Kaka ipar selamat ya, semoga langgeng sampai kake nenek."ucap Lilis tak kalah bahagianya.


Mereka tampak bahagia mengabaikan seorang wanita yang tersenyum dibalik luka. Ibu Ani yang melihat Delena tersenyum sinis sejatinya mertua Delena itu memang tak menyukai dirinya bahkan saat pernikahan dulu ialah yang menentang keras begitupun dengan anggota keluarga yang tak menyukai Delena dan hanya pak Sofyan yang membuka tangan lebar-lebar untuk Delena namun setelah pernikahan berjalan empat tahun Aldi dan Delena tak juga mendapatkan momongan hingga hal itu menjadikan peluang buat bu Ani untuk menikahkan putranya dengan wanita pilihannya.


"Hung..dasar tidak tau malu,lihat saja akan ku buat anakku menceraikanmu wanita mandul."batin bu Ani tersenyum dengan segala rencana licik di otaknya.Wanita paruh baya itu sedari awal memang tak menyukai Delena dan tak pernah sekalipun menganggap istri pertama putranya sebagai menantu bahkan bu Ani tak segan untuk menjelek-jelekan menantunya itu pada tetangga.


πŸ’πŸ’


Acara pernikahan telah selesai setelah resepsi yang diadakan besar-besaran berbea dengan pernikahan Delena empat tahun lalu yang digelar sangat sederhana.Keluarga ibu Ani saat ini tengah berkumpul dan saling mengobrol ria.


"Buk lihat cantik kan."Lilis menunjukan jari tangannya memperlihatkan perhiasan yang dikenakan pada ibunya.


"Bagus dong ,inikan perhiasan mahal dari kaka iapar kamu kalo si mandul itu mana bisa ngasih barang beginian."ucap bu Ani ,Delena yang hendak pergi ke dapur mendengar ucapan ibu mertuanya ,Wanita itu tersenyum getir melanjutkan langkahnya untuk mengambil persediaan air minum untuk di kamarnya.


Lilis mengangguk mengiyakan ucapan ibunya karna ia juga tak pernah merasa suka dengan istri pertama kakaknya itu. "Iya buk heran deh mas Aldi masih aja pertahanin istri gak guna kayak gitu,kenapa gak di cerai aja sih buk."ucap Lilis tanpa beban.


Delena memejamkan mata sekuat tenaga ia tahan agar air mata tak jatuh namun kristal bening itu meluncur begitu saja ,kedua tangnnya gemetaran hingga air jatuh berceeran di lantai marmer.


"Ya Allah berikanlah hamba kekuatan untuk menjalankan pernikahan ini ,sungguh tak ada niat hamba untuk mengakhiri hubungan sakral ini."batinnya menahan sesak di dada.


"Heh ngapain kamu disitu cepat siapkan makan malam kami ,enak banget ya kamu mau jadi ratu apa di rumah ini."hardik bu Ani yang melihat Delelena hanya berdiri memunggungi mereka.

__ADS_1


Cepat-cepat diusapnya air mata itu dan menunjukan senyum manis walau ibu dan adik iparnya tak pernah melihatnya.


"Buk biarkan Lena istirahat kasian dia pasti capek ngurusin acara pesta."Pak Sofyan yang tengah duduk di ruang keluarga merasa kasihan pada menantunya namun ia tak bisa berbuat banyak mengingat kesehatannya yang termakan usia hingga istrinya lebih sering membantah ucapannya dan pria paruh baya itu hanya bisa menghela nafas melihat sifat istrinya yang tak berubah.


"Bapak diem aja deh ,Lilis antar bapak kamu ke kamar."titah bu Ani pada anak gadisnya yang terlihat sibuk dengan perhiasan dan baju-baju baru di tangannya.


Berdecak kesal Lilis tetap menjalankan perintah ibunya dan menuntun pak Sofyan masuk kekamar.


Delene masih berdiri di tempatnya ,tatapannya mengarah pada ibu mertuanya yang berjalan mendekat dengan tatapan tak sukanya. "Heh wanita mandul kamu jangan seneng dulu ya mentang-mentang anak dan suami saya baik ke kamu ,sekarang kamu masak buat kami semua!"


"Tapi buk , bukannya tadi kalian sudah makan."ucap Delena takut-takut.


"Kalo saya bilang masak ya masak,saya gak mau ya menantu saya kelaparan dirumah ini."ibu Ani membalikan badannya. "Dan ya jangan menganggu putraku kamu harus sadar diri dimana posisimu."


Ibu Ani pergi meninggalkan Delena yang mratapi hidupnya ,suana terasa sunyi mengingat suami dan istri mudanya tengah menginap di vila milik keluarga madunya. Delena harus menyiapkan hatinya agar bisa menjalani hari-hari kedepan dan bisa tegar menjalani pernikahan pologami ini.


Delena memasak masakan sederhana walau tau tak ada yang menyentuh makanan itu dan ia memakannya sendiri di malam kelabu setelah selesai Delena memasuki kamarnya ,kamar yang selama empat tahun di temapatinya dengan sang suami kini tampak sunyi .Ah Delena sejenak lupa akan suaminya yang kini memiliki istri baru.


"Selamat malam mas mimpi indah."gumamnya mengelus bantal yang biasa digunakan oleh sang suami.


πŸ’πŸ’


"Lenaaa!"suara nyaring tiba-tiba saja mengagetkan Delena yang tengah menyapu di teras depan ,dengan cekatan Delena masuk menemui ibu mertuanya yang tengah berdiri berkecak pinggang. "Heh apa saja kerjamu ,apa kamu tidak lihat lantai itu."Delena melihat lantai yang ditunjuk oleh ibu mertuanya dan Delena menghela nafas saat melihat sampah kulit kacang berserakan dan Lilis dengan santainya berbaring di sofa memainkan ponsel dengan camilan di tangannya.


"Buk Delena tadi udah bersiin kok."ucapnya menatap ibu mertuanya yang terlihat melotot tajam. "Dek tolong sampahnya dikumpulin ya ,kaka tadi udah bersiin sekarang kotor lagi kan."ucap Delena slembut namun Lilis malah tambah menghamburkan sampah kulit kacang merasa tak senang dengan nasihat kaka iparnya.


"Heh kamu nyalahin aku ,buk lihat tuh dia."rajuknya pada sang ibu membuat Delena menghela nafas lelah karna kejadian seperti ini sudah sering di dapatkannya dan selalu dirinya yang kena getahnya.


"Berani kamu nyalahin anak saya ,udah cepat kamu bersihin sebentar lagi anak dan menantu saya akan pulang dan saya gak mau ya menantu saya jadi gak betah karna rumah kotor dan jangan harap kamu dapat makan kalo semua belum beres."ancam bu Ani pada Delena.


"Dah buk ,Lilis laper kita makan aja."ajak Lilis yang diangguki oleh bu Ani.

__ADS_1


Setelah beres-beres selesai tak lama terdengar klakson mobil di halaman depan rumah dan tak lama suami dan istri barunya memasuki rumah dan disambut senyum bahagia ibu mertuanya.


"Hai sayang kamu datang juga,ini udah disiapkan makanan kamu pasti lapar kan."ibu Ani memeluk Tari yang menjadi madunya dan istri kedua suaminya itu membalasnya.


Delena dapat melihat kebahagiaan di wajah suami dan madunya yang berjalan menghampiri mereka. "Mas kamu udah pulang."Delena yang hendak mengambil tangan suaminya untuk di cium namun tangan Delena di tepis oleh ibu mertuanya.


"Jaga sikap kamu,ada Tari disini."ucap Ibu Ani.


"Buk ,Lena juga istri aku ."protes Aldi yang tak menyukai sikap ibunya yang selalu ketus pada istri pertamanya.


"Iya istri mandul yang gak bisa kasi kamu anak kan."sinis bu Ani ,Air mata Delena mengalir tanpa diminta ,ia serasa diinjak-injak dan tak ada harganya di rumah ini.


Tari terlihat mengelus lengan bu Ani . "Buk mbak Lena juga istri mas Aldi jadi itu wajar gak papa kok aku bisa ngerti."ucap Tari.


"Tari kamu ini memang menantu pilihan ibu ,udah baik cantik uhh beruntung banget Aldi bisa dapetin kamu gak kaya si mandul itu."


"Kamu jangan diem aja cepat kamu siapkan kamar untuk Aldi dan Tari!"


"Iya buk."Delena menurut dari pada membantah dan membuat ibu mertuanya kembali naik pitam.


"Eh mau kemana kamu?"Delena menghentikan langkahnya saat ibu mertuanya kembali berseru.


"Mau bersihin kamar tamu buk."jawabnya.


"Gak bisa Tari bakal nempatin kamar utama dan kamu mulai saat ini pindahin barang-barang kamu ke kamar tamu."Baik Delena dan Aldi terkejut dengan ucapan bu Ani yang memerintah seperti itu.


"Buk plis jangan kayak gitu,biar Lena di kamar utama ,itu udah jadi kanar Lena."Aldi bingung antara ibu dan istrinya ,ia selalu lemah dengan segala ancaman ibunya.


"Kemu cepat lakuin perintah saya dan kamu Aldi kamu juga harus ingat kalo sekarang Tari juga istri kamu."ucap bu Ani.


....

__ADS_1


Typo bertebaran harap bijak dalam membac!


Tes tes tes sedekah jempolnya ea guys πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


__ADS_2