
Happy Reding❤
Lena memukul pelan kepalanya untuk menghilangkan fikiran kotornya yang sempat berkelana ,wanita itu kembali kemeja makan tepat di belakang Alex.
"Mama kenapa?"tanya Alex saat melihat gelagat aneh Delena. "Dan kenapa mama berdiri disitu?"
Bocah kecil itu menepuk kursi sebelahnya namun Lena tak mendudukan dirinya,ia merasa tak enak jika harus makan semeja bersama dengan majikannya.
"Tidak! kakak di sini saja."ucap Lena tersenyum dan lagi-lagi membuat Alex mendengus.
"Hai boy!" Terdengar suara bariton yang berjalan menuju meja makan lalu duduk di kursinya.
Alex menatap papanya kilas lalu tatapannya kembali menatap pada Lena.
"Mah ayolah , kalo tidak mau duduk Alex gak mau makan lagi."Ucap Alex merajuk dengan wajah masamnya.
Rey melebarkan matanya saat mendengar putranya memanggil dengan sebutan mama.
Siapa yang di maksud putranya ini?
Rey tak melihat siapa-siapa selain dirinya dan juga nani baru putranya ini.
"Apa kau barusan memanggil mama?"
Alex menatap papanya yang terlihat raut wajah bingung dan menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
"Dia mamaku."Tunjuk Alex pada Lena yang merasa tak nyaman berda di situasi seperti ini. Wanita itu tersenyum canggung saat Rey menatap tajam pada Lena.
__ADS_1
"Maaf tuan, tuan muda Alex hanya bercanda...."
"No! Kau mamaku!"Tekan Alex memotong ucapan Lena dan interaksi itu di saksikan dengan Rey yang memijat pelipisnya yang semakin terasa pusing saja.
Setelah drama makan siang itu,Kini Lena harus kembali berhadapan dengan tuan Rey yang tadi memintanya untuk menemuinya di ruang kerjanya.
"Jadi kenapa putraku bisa memanggilmu dengan sebutan mama?"tanya Rey dengan tatapan menyelidik.
Delena menghela nafasnya lalu mulai menceritakan pertemuannya dengan Rey di jalan dan kebersamaan saat bermain di taman pada majikannya ini.
"Jadi kau sudah bertemu dengan putraku sebelumnya?" Lena mengangguk kembali menundukan wajahnya.
"Angkat wajahmu! Apa lehermu tak sakit terus menunduk seperti itu?"
Rey measa tak suka jika seorang yang di ajaknya berbicara malah menunduk.
Lena mengangkat wajahnya dengan senyum kaku menatap wajah di depannya dengan garis wajah tegasnya.
"Emm tuan jika tak ada yang ingin di tanyakan saya umdur diri."ucap Lena saat merasa semakin tak nyaman dengan tatapan dari atasannya yang terus menatap wajahnya.
Rey tersdar dan mengangguk membiarkan nani putranya itu keluar dari ruang kerjanya.
"Cukup manis juga."gumamnya dengan satu sudut bibir tertarik.
🍒🍒
Di tempat yang berbeda,seorang wanita tampak berjalan dengan gaya angkuhnya menatap para pekerja yang berada di rumahnya.
__ADS_1
"Dimana mama dan papaku?"
"Bapak dan ibu sedang berda di dekat kokam non Tari."jawab pelayan itu.
"Mbok bikinin saya minuman dan jangan bilang sama mereka kalo saya datang kesini!" Tari menatap tajam pada pelayan paruh baya yang mengangguk saja karena takut dengan anak majikannya itu.
Setelah itu Tari menaiki tangga menuju kamarnya,Tari mengedarkan pandangannya hingga sebuah kotak yang berada di bawah lemarinya berhasil ia dapatkan.
"Heh....perhiasan ini ada gunanya juga,aku bisa belanja sesuka hati."gumam Tari tersenyum senang.
Tari memasukan kotak berisi perhiasan itu ke dalam tasnya dan keluar dari kamar dengan pandangan mengedar takut jika kedua orang tuanya mengetahui kedatangnnya.
Tari segera menaiki taksi yang sudah menunggunya dengan perasaan senang. "Pak ke toko perhiasan ya!"
Di dalam rumah kedua orang tua Tari yang di beri tahu bahwa anaknya pulang dan baru saja pergi pun menatap satu sama lain.
"Anak itu, Kenapa dia tak menemui kita sebagai orang tuanya."ucap wanita paruh baya.
"Semoga saja setelah menikah sifat buruknya menghilang dan tak lagi melakukan semua kegiatan seperti dulu lagi."ucap Pak Sugi pada istrinya yang terlihat menghela nafas lelah,lelah menghadapi segala tingkah putri mereka.
Ibu Tari memegang lengan suaminya. "Ibu merasa berdosa pak sudah menikahkan Tari dengan laki-laki yang sudah bersuami."
Pak Sugi membalas tatapan istrinya.
"Kita gak ada pilihan lain buk, bapak takut kalo terlambat keluarga kita akan menanggung malu lagin bu Ani juga setuju dan sudah menerima uang yang banyak dari kita."
Kedua pasangan paruh baya itu sama-sama terdiam memikirkan kelakuan Tari yang sering kali membuat masalah hingga berujung dengan penjualan beberapa aset milik keluarga dan itu sudah berlangsung sangat lama membuat keduanya pusing hingga berita bahwa putrinya tengah mengandung seakan dunia terasa berhenti berputar.
__ADS_1
....
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!