
Hari demi hari berlalu dengan begitu cepat,semakin kesini jarak diantara kedua nya semakin jauh seolah ada benda tak kasap mata yang membentang tinggi.
"Len mana tas kerjaku?"Suara nyaring itu terdengar membuat Lena menghela nafas ,saat ini ia tengah sibuk memakaikan pakaian untuk bocah kecilnya tapi sang Daddy rupanya juga tengah membutuhkannya saat ini.
"Sayang ini tasnya,kamu turun dulu ya.Mommy mau mengurus Daddymu dulu."pinta Lena pada Alex yang mengangguk saja.
"Sekarang tinggal mengurus nya."Bergegas Lena memasuki kamarnya dimana Rey tengah berdiri dengan ponsel di telinganya.Sepertinya pria itu tengah sibuk.
Rey menoleh saat merasakan pergerakan tangan di lehernya,saat ini Lena tengah terfokus untuk memasangkan dasinya ,setelah di rasa rapi Lena kembali bergerak mengambil tas kerja yang sedari tadi di cari oleh suaminya ini.
"Semua barang berada di tempatnya,aku tak pernah mengubahnya kau masih saja tidak dapat menemukannya."ucap Lena menggelengkan kepalanya seraya menyerahkan tas kerja milik suaminya.
"Aku hanya terlalu sibuk untuk mengurusi hal sepele itu."elak Rey.
"Kau harus belajar untuk itu,tak mungkin aku bisa mengurusimu untuk seterusnya."ucap Lena memunguti pakaian kotor yang berserakan di lantai.
Rey melirik sejenak pada Lena yang memunggunginya,kenapa seakan ia merasa jika Lena akan meninggalkannya.Rey mencoba acuh dan membiarkan Lena membereskan kekacauan yang telah ia buat.
🍁🍁
__ADS_1
Suana meja makan terasa memuakan bagi Lena,bagaimana tidak jika dalam lingkaran itu ada seorang wanita dengan pakian ketat tengah berusaha menarik perhatian Rey,suaminya.
"Tuan,apa ada lagi yang anda inginkan?"tanya wanita itu tersenyum lembut.Sungguh tak tau malu,padahal sudah sangat jelas jika di sana juga ada istri sah dari atasannya.
Rey tak menjawab ,kini wanita itu beralih pada pada Alex yang terlihat masa bodoh cenderung merasa risih dengab wanita bermakeup tebal itu.
"Kalau kamu mau nambah gak?"tanya wanita itu lembut pada Alex.
Alex melirik dengan tatapan kesal. "Tante lihatlah alismu seperti ulat bulu.Sangat mengerikan."ucap Alex dengan raut wajah mengejek.
Mendengar ucapan Alex yang tiba-tiba itu membuat Lena ingin sekali tertawa tapi di tahannya. "Alex tidak boleh seperti itu sayang."ucap Lena tersenyum.Alex membalas senyuman Mommynya. "Tak apa Mon,yany namanya hama kan harus di basmi."balas bocah itu santai bahkan kelewat santai hingga wajah wanita itu memerah karena kesal.
Clara kembali tersadar dan segera memasang wajah manisnya kembali. "Eh maaf tuan,saya memaklumi mungkin saja Alex kurang didikan dari Mommy nya."ucap Clara yang sekaligus menyindir Lena.
"Jika tante masih saja berbicara aku akan memberikan tatnte pada peliharanku."Alex menatap sengit pada wanita yang sangat menjengkelkan baginya.Dan yang semakin membuat bocah itu kesal saat melihat Daddy nya yang seolah tak merasa terganggu dengan tante menor itu.
Acara sarapan pagi berlanjut hingga mereka mulai meninggalkan meja makan untuk melakukan rutinitas sebagai mana biasa.
"Oh yaampun,bekalnya ketinggalan."Lena meraih kotak bekal yang sudah di siapkan sebelumnya untuk Rey dan mengejar pria yang baru saja memasuki mobilnya dengan wanita yang menjadi mahasisa magang di perusahaan suaminya.
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
Kaca jendela di turunkan . "Ada apa?"Rey bertanya sambil melihat jam di pergelangan tangannya. "Cepatlah aku tidak punya banyak waktu."ucap Rey lagi.
"Aku hanya ingin memberikan bekalmu yang ketinggakan."ucap Lena sembari menyodorkan kotak bekal manum Rey tak kunjung menerimanya.
"Aku tak ingin lagi membawanya,dan lain kali kau tak perlu membuatkannya untuku."Setelah mengatakan itu mobil melaju meninggalkan Lena yang berdiri dengan kotak bekal di tangannya.
"Tinggal menerimanya saja apa susahnya."Lena menatap kotak bekal itu lalu pandangannya beralih pada penjaga di pos.
Lena memanggil penjaga itu dan memberikan kotak bekal pada penjaga,dengan senang hati penjaga itu menerimanya.
...
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
__ADS_1