Air Mata Delena

Air Mata Delena
31


__ADS_3

Happy Reading❤


Di rumah yang di tempati oleh Aldi dan Tari suasana terasa panas menyelimuti keluarga itu.


Aldi yang baru pulang terus di cecar banyak pertanyaan sedang Aldi sendiri tak menaggapi, wajah Aldi terlihat kusut mengabaikan Tari hingga wanita hamil itu marah.


"Mas kamu apa-apaan sih, kenapa muka kamu kayak gitu?"


"Tar, diamlah mas pusing."Aldi duduk di sofa diikuti oleh Tari.


"Kamu suruh aku diem, mas kamu kira aku gak tau ya kalo kamu habis ketemuan sama wanita itu."ucap Tari dengan nada tinggi.


Aldi menatap tak suka pada sikap Tari yany berbicara tinggi di depannya dan yang membuatnya semakin kesal saat tau jika istrinya ini tau akan apa yang ia lakukan.


"Apa maksud kamu Tari? Kamu ikutin mas hah?"


Tari berkecak pinggang, tersenyum sinis. "Aku punya mata-mata jadi mas jangan macem-macem!" ucap Tari.


"Mas cuma mau ngajak Lena supaya mau mas ajak ketemu sama tuan Siregar gak lebih dan lagi uang dari mana kamu buat bayar orang suruhan kamu itu ?"Aldi menatap Tari yang seketika gelagapan namun dengan cepat wanita hamil itu menutupi kegugupannya.


"Eh, kamu nuduh aku mas? Aku pake uang simpenan aku sendiri lah."ucap Tari dengan wajah melengos.


Mendengar ucapan istrinya Aldi menyipitkan matanya, sejak kapan istri keduanya ini punya uang simpanan bahkan baru-baru ia tau jika Tari merupakan wanita yang sangat boros dan tak bisa mengatur keuangan di rumah.


"Ah udahlah mas, aku capek mau istirahat."Tari kembali berucap saat melihat suaminya hendak mengeluarkan kata.


Aldi melihat kepergian Tari dengan peasaan kesal, wanita yang awalnya terlihat baik dan lembut kini mulai terlihat sifat aslinya.Memikirkan itu Aldi jadi teringat kembali pada istri pertamanya yang selalu mengerti dirinya dan sekalipun tak pernah melawan ucapannya.


"Lena."Gumam Aldi menatap langit-langit ruang keluarga dan memejamkan matanya perlahan.


Di kamarnya Tari terlihat mondar-mandir dengan kedua tangan berkecak pinggang. "Ck, aku kayaknya gak bisa buat andelin mas Aldi. Pokoknya aku harus dapetin uang dari tuan Siregar."gumam Tari.

__ADS_1


Yang ada dalam otak Tari hanya uang dan kepuasan , wanita itu bahkan dengan beraninya menggadaikan BPKB dan surat-surat penting mobil suaminya untuk mendapatkan uang padahal seharusnya uang bulanan yang Aldi berikan sudah lebih dari cukup.


Aldi memegang perutnya yang berbunyi pertanda jika ia tengah lapar, Aldi berjalan menuju meja makan dengan langkah cepat seolah tak sabaran namun pria itu harus menelan kecewa saat tak ada makanan di meja makan.


"Lapar sekali."gumamnya dengan tangan mengelus perut namun Aldi malas jika harus meminta Tari untuk memasak karena ia tau jika istri keduanya itu akan memberikan seribu alasan juga mengatasnamakan calon anak mereka.


Aldi menggela nafas kasar, tak tahan lagi Aldi berjalan keluar melajukan kendaraannya menuju warung makan terdekat.


....


Kembali ke kediaman Cakrawala, malam hari mereka makan bersama dengan begitu nikmat namun tidak dengan Lena yang terlihat merasa tak nyaman.


"Mom, apa kau tau Caca memiliki adik bayi yang lucu."ujar Alex.


"Benarkah, wah momy jadi ingin melihaynya juga."ucap Lena saat melihat binar di mata Alex.


Alex menceritakan bagaimana lucu dan menggemaskannya adik caca itu.


"Iya , tapi dia ada acara keluarga mom."


Lena ber oh ria dengan kepala mengangguk, padahal ia sudah memasak banyak namun tamu pria kecilnya ini tak jadi datang.


"Mom Alex juga ingin adik bayi."cicit Alex membuat Lena maupun Rey tersedak karena terkejut.


"Uhuk..."Rey menatap putranya yang menatap mereka dengan tatapan penuh harap.


Melihat respon kedua orang dewasa itu Alex dapat menyimpulkan jika permintaannya tak akan di kabulkan.


"Tidak bisa ya?"tanya Rey pada keduanya.


Lena menghelanafas bingung ingin menjawab apa.

__ADS_1


"Siapa bilang kau tak akan mendaoatkannya hmm, kau tunggu saja boy, dady akan membuatkan adik bayi yang banyk untukmu."ucap Rey dengan tatapan mata mengarah pada Lena . Alex jangan di tanya, bocah tampan itu terlihat girang hingga bersorak ria.


"Yess, benaekah dad?"Rey mengangguk dengan senyum menatap Alex.


Muach.


Muach.


Alex memberikan ciuman di kedua pipi Rey dengan senyum mengembang.


"Mom kau dengar, Alex juga akan memiliki adik bayi."Seru Alex sedang Lena tersenyum kikuk menanggapi uncapan Alex.


Selesai makan Alex lebih dulu pergi kekamarnya , Lena memanggil seorang pelayan dan meminta untuk membagikan makanan yang berlebih di atas meja pada satpan dan para pekerja.


Selesai membereskan peralatan makan Lena hendak pergi menyusul Alex, sudah jadi kebiasaan jika Alex akan mendengarkan dongeng sebelum tidur.


"Duduklah sebentar!"Suara bariton yang tak asing di telinga Lena.


Rey duduk dan menyerahkan map di atas meja.


"Keinginanmu sudah tercapai, kau dan pria itu sudah resmi bercerai jadi sekarang giliranmu yang harus membantuku."jelas Rey panjang lebar.


Lena membuka map itu dan benar saja terdapat akte perceraian dan surat lainnya.


"Baiklah tuan."jawab Lena.


"Biasakah memanggil namaku, kita harus terlihat natural di depan mamaku."Rey menatap wanita di depannya, Lena menggangguk saja lagian sandiwara ini tak akan lama.Pikir Lena.


....


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!

__ADS_1


Like komen votex baby😄


__ADS_2