Air Mata Delena

Air Mata Delena
12


__ADS_3

Happy Reding❤


Semua makanan sudah tertata rapi di meja makan namum belum ada satupun tuan rumah yang turun untuk makan siang.Lena bertanya pada Seto.


"Jadi mereka makan sesukanya."


"Iya nona, tuan Rey dan tuan muda Alex akan makan jika mereka ingin saja.


"Hmm baiklah aku akan memanggil tuan muda dulu paman."Lena melangkahkan kakinya menuju kamar anak majikannya.


Di dalam kamar, Alex yang saat ini tengah duduk di dekat jendela dengan menangkupkan wajah mungilnya pada kedua tangan kecilnya.


Tatapan bocah laki-laki itu menerawang menatap kearah luar dimana bibi di rumahnya tengah menyuapi anaknya yang juga ikut tinggal di rumah besarnya.


Terlihat anak dan ibu itu sangat menyayangi dan bercanda bersama.


"Alex mau mama."gumam bocah itu lirih,semua teman-temannya selalu membanggakan ibu mereka namun ia tak bisa melakukan itu.Ia juga ingin merasakan kasih sayang seorang ibu namun melihat calon mama yang akan di kenalkan padanya saat itu membuatnya tak suka.


Ketukan di pintu kamarnya membuat Alex menoleh dan kembali menatap luar jendela mengabaikan ketukan pintu yang berulang kali terdengar.


"Alex gak mau makan bi!"teriaknya dengan wajah kesal karena sedari tadi pintu kamarnya terus berbunyi.


Delena yang mendengar suara teriakan bocah itu tak putus asa,Lena kembali mengetuk berharap bocah itu keluar dan benar saja,setelah beberapa saat menunggu pintu mulai terbuka dengan sosok mungil yang terdengar berdecak kesal.


"Ck....bibi kenapa kau ri...."


"Hai."Lena menatap bocah laki-laki yang begitu familiar di ingatannya juga bocah itu yang terpaku dengan mata bulatnya yang terbuka lebar.


Brukk

__ADS_1


Lena hampir saja limblung saat tubuh mungil itu memeluk erat kedua pahanya, Lena tak menolak dan mengelus lembut kepala Alex yang masih memeluk erat Lena.


Alex mendongak dengan kedua tangan yang tak di lepaskan dari tubuh Lena. "Ini benar mama kan? Apa Alex bermimpi?" tanya bocah itu menatap penuh binar pada Lena.


Delena memutar otaknya dan akhirnya senyum merekah saat sadar jika bocah yang tengah memeluk pahanya ini juga bocah laki-laki yang sama dengan yang di temuinya di jalan tempo hari.


"Kau Alex?" Alex menganggukan kepalanya dengan senyum yang merekah.


"Hemm ,mama jangan tinggalkan Alex lagi."Alex merengek seperti anak pada umumnya yang takut kehilangan mainan kesayangannya.


"Iya kaka akan menemanimu asalkan Alex makan dulu ya,Kaka udah siapkan makanan untukmu."Lena menunduk mencubit kedua pipi Alex yang terlihat masam.


"Ada apa?kenapa raut wajahmu seperti itu?"


"Mama ! bukan kakak!"ucap Alex dengan nada protes dan kedua tangan di lipat di depan dada.


"Ya baiklah ,mama oke."Lena mengandeng tangan Alex menuju ruang makan dan mendudukan bocah itu di kursi.


"Eh...tapi papamu akan makan jika dia merasa lapar."jawab Lena yang merasa tak enak karena merasa itu bukanlah tugasnya.


"Ayolah ma."Lenapa menatap mata yang berkedip-kedip lucu dimatanya.


"Ok baiklah,kau makan dulu ya."Lena menyodorkan piring berisi makanan pada Alex.


Interaksi tuan muda dan naninya itu tak lepas dari tatapan para pelayan yang merasa takjub melihat tuan muda mereka yang terlihat hangat dan dekat pada nani yang tak ada sehari belerja di kediaman itu.


Tak ada yang menyadari saat Alex kecil menatap dengan sudut bibirnya yang tertarik kecil.


Degupan jantung Lena begitu terasa saat sudah berada di depan pintu kokoh di depannya, tangannya enggan untuk membuka namun mengingat permintaan bocah kecil itu membuatnya mau tak mau harus mengetuknya.

__ADS_1


"Kok gak ada jawaban ya."gumam Lena saat tiga kalinya ia mengetuk tak mendapatkan sahutan. "Kan ...nanti kalo tuan marah bisa habis aku."gumannya lagi.


Didalam kamar seorang pria dewasa baru saja keluar dari kamar mandi dan sudah mengenakan celana pendek khas rumahan tanpa atasan hingga dada kekar berotot itu tampak sangat menggiurkan bagi setiap yang melihatnya ,apalagi masih terlihat tetesan air yang mengalir di dada hingga perut semakin membuat duda anak satu itu terlihat hot.


Rey menatap pintu saat mendengar pintunya di ketuk.


"Masuk!"


Rey berjalan menuju sofa di dalam kamarnya hingga suara decitan pintu terdengar dan wanita yang di kiranya sebagai nani baru putranya berdiri dengan kepala menunduk di hadapannya.


Rey menatap wanita dengan pakaian ala baby sister yang masih bungkam membuatnya berdecak.


"Katakan ! Ada apa kau kemari?"Tanya Rey dengan suara datar semakin membuat Lena merasa takut dengan jemari yang saling bertautan.


"Kan bener,galak banget."batin Lena.


"Emm ....tuan muda meminta agar anda turun untuk makan siang tuan."jawab Lena susah payah saat kedua netranya bersitatap dengn netra tajam majikannya ,Lena dengan cepat kembali menundukan kepalanya tak berani menatap sosok yang membuat susah untuk menelan saliva.


Dahi Rey berkerut. Putranya mau turun makan siang?tumben sekali.


"Alex di ruang makan?"tanya Rey.


"Iya tuan dan tuan muda memninta agat anda juga ikut makan siang dengannya."


Rey menganggukan kepalanya dengan mata menatap tampilan nani putranya yang terlihat biasa saja walau tak begitu jelas dengan wajahnya,terlihat jika wanita di depannya tak terjamah dengan perawatan wanita seperti umumnya.


"Kau kembalilah! Saya akan segera turun."


Tanpa berniat kembali menatap wajah majikannya ,Lena segera keluar dan mengambil nafas sebanyak-banyaknya seakan di dalam ruangan tadi tak ada udara yang masuk kedalam rongga dadanya.

__ADS_1


....


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


__ADS_2