Air Mata Delena

Air Mata Delena
Keinginan Bekerja


__ADS_3

Happy Readingā¤


"Mas malam ini kamu tidur di kamar kita kan?"tanya Lena.


Aldi sejenak terdiam. "Maaf Lena ,tapi aku sudah janji pada Tari jika malam ini aku tidur di kamarnya."Aldi tersenyum menatap istri pertamanya yang tersenyum miris mendengar ucapannya.


"Mas kamu belakangan ini sudah banyak meluangkan waktu dengan Tari tapi dengan ku kenapa dengan ku kau sulit sekali."Delena berucap lirih ,pertahanannya runtuh dengan air mata yang mengalir.


Aldi mengusap kasar wajahnya ,ia serba salah antara dua pilihan.Pria itu sadar jika ia telah berbuat tak adil pada salah satu istrinya.Istri yang telah menemani disaat ia susah hingga kini ia mendapatkan pekerjaan yang lebih layak.


"Del ,ayolah kau tak biasanya seperti ini ,ku mohon mengertilah."Aldi terlihat frustasi.


"Mengerti."beonya. "Mas kamu meminta izin untuk menikah lagi dengan janji kamu akan adil pada kami tapi aku merasa kamu mulai berubah ,kamu bukan suamiku yang ku kenal dulu."Delena merasa dadanya berdenyut nyeri . Melihat suaminya berkata seperti itu sudah membuatnya cukup mengerti jika perlahan perhatian suaminya mulai bergeser pada madunya.


"Del,aku janji besok akan mengajakmu makan malam sebagai ganti untuk malam ini ,pliss jangan marah lagi oke."Aldi mengusap air mata di pipi istrinya yang terlihat sembab.

__ADS_1


"Yaudah kamu masuk kamar ini udah malam."Delena terdiam melihat punggung itu yang berjalan semakin menjauh.


"Aku merasa kau menciptakan jarak di antara kita mas,kamu selalu berjanji tapi tak ada satupun yang kau tepati."Mengusap air matanya kasar Delena memilih masuk kedalam kamar. Saat akan berjalan menuju kamarnya Delena berpapasan dengan ibu mertuanya yang kebetulan ingin menuju dapur.


"Kenapa? Apa kau sudah tau dimana posisimu hmm."bu Ani tersenyum mengejek pada Delena.


"Sudah ku bilang ,Aldi akan melupakanmu dan harusnya kau sadar dan pergi dari sini."ucapnya lagi.


"Kenapa ibu sangat membenciku? Apa salahku pada ibu hingga membuat ibu tak bisa menerimaku sebagai menantumu?"Delena menatap ibu mertuanya dengan tatapan tak bisa diartikan.


"Buk , kalo soal itu Lena udah periksa dan dokter bilang Lena baik-baik aja.Lena cuma butuh kesempatan lagi buk."Delena mengatupkan kedua tangannya, miris sekali seorang istri yang bahkan tak berhak penuh atas suaminya sendiri.


"Ck ,jadi maksud kamu anak saya yang mandul gitu!"Bu Ani berkecak pinggang dengan mata melotot menatap Delena yang bingung harus menjawab apa.Bukan maksudnya untuk mengatakan itu namun ibu mertuanya sudah tersulut emosi.


"Kamu berani ngomong kaya gitu lagi saya usir kamu dari sini!"ancamnya namun Delenya hanya tersenyum ,ia sebenarnya muak namun mau bagaimanapun orang yang berada di depannya merupakan ibu dari suaminya dan ia juga harus menghormati wanita itu.

__ADS_1


"Ibuk gak bisa ngusir aku karena rumah ini atas nama aku."ucap Delena santai.


"Heh ,sombong banget,pasti rumah ini juga di beki pake uangan anak saya.Jadi gak usah belagu kamu."Bu Ani berbicara dengan jemari telunjuknya yang mengacung tepat di depan wajah Delena.


"Maaf bu, saya lelah ingin istirahat."setelah mengucapkan itu Delena berlalu pergi tak ingin meladeni ucapan pedas ibu mertuanya lebih lama.


Sampai di kamar Delena menarik nafas dan mengembuskan perlahan,sebisa mungkin ia harus meredam amarahnya ,selama ini ia selalu menanamkan tekad jika suatu saat ia akan di terima oleh ibu mertua dan adik iparnya yang juga tak menyukainya.


Mengingat awal setelah mereka menikah ,Delena hidup tenang dengan suaminya hingga beberapa bulan kemudian ibu mertuanya datang menangis pada putranya untuk ikut tinggal bersama karena rumah mereka sudah di sita Bank akibat tak bisa membayar hutang.


Aldi tak langsung mengiyakan,pria itu terlebih dahulu meminta izin pada istrinya karna rumah yang mereka tinggali saat itu memang milik Delena. Delena dengan tangan terbuka memyambut kehadiran keluarga suaminya yang ternyata menjadi duri dalam rumah tangganya ,bukan sekali dua kali ibu mertuanya meminta Aldi untuk menikah lagi hingga empat tahun mereka masih bisa bertahan namun saat ini berbeda. Delena harus menerima semua ini walau rasa sakit ia rasakan.


"Apa aku izin kerja lagi ya,aku juga butuh uang tambahan untuk menutupi kebutuhan rumah."Delena bergumam ,ia berfiir akan kembali bekerja.Itu juga ia lakukan agar tak merasa suntuk berdiam diri di rumah dengan segala rutinitas dan menjauhakan fikirannya dari hal-hal yang membuat kepalnya serasa mau pecah.


....

__ADS_1


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


__ADS_2