
Happy Readingā¤
"Jadi saya harus datang kealamat ini mbak?"
"Iya,mbak Lena bisa pergi kealamat ini esok hari karna kebetulan tuan Rey sedang tak ada di rumah."jelasnya.
Delena mengangguk mengerti walau belum tau persis pekerjaan yang akan di lakoninya namun ia dengan senang hati menerimanya karna gaji yang di tawarkan membuatnya sayang jika menolak pekerjaan ini.
"Iya udah mbak,makasi ya infonya."Lena tersenyum manis pada karyawan wanita itu.
Setelah selesai ,Lena melangkahkan kakinya keluar dari pabrik besar yang menjual dan mengolah aneka jenis minuman.
Membayangkan akan kembali bekerja setelah sekian lamanya membuat Lena merasa tak sabar. "Semoga aja bosnya gak galak dan kerjaannya juga lancar besok."gumamnya penuh harap.
Lena menepi menatap jalan raya yang padat dengan kendaraan namun Lena tak melihat angkot melintas,wanita itu menunggu di pinggir jalan dengan terik matahari yang terasa menyengat kulit.
Lena menatap jam di pergelangan tangan dengan sesekali menghembuskan nafas.
"Kok gak ada angkot yang lewat ya?"gumannya ,cukup lama tak menemukan angkutan umum Lena memutuskan untuk berjalan kaki saja.
Brak...
"Aduh...kaki Alex sakit."gumam bocah laki-laki yang jatuh terduduk dengan meringis memegang kakinya yang terlihat memar.
Lena terkejut saat melihat bocah kecil itu terlihat hendak menangis dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Hei anak manis ,sini tante lihat!"Lena meraih tubuh mungil itu dan membawanya ke bangku yang ada di pinggir jalan.
"Duh tahan ya,tante pakein plester dulu."Bocah laki-laki itu tak menolak ,senyum kecil terbit saat melihat wanita yang saat ini tengah sibuk meniup lukanya dan memasangkan plaster pada lukanya.
"Nah ,anak manis sudah selesai ini."Lena tersenyum manis pada bocah itu.
"Mama."Lena terkejut saat anak kecil itu memanggilnya dengan sebutan mama,dalam hati ia merasa hangat dengan panggilan itu mengingat empat tahun lamanya ia menunggu seorang malailan kecil namun hingga kini ia dan suaminya masih belum di beri kepercayaan untuk itu.
"Eh ...nak, di mana ayah dan ibumu?"tanya Lena pada bocah itu yang masih menatap dirinya.
"Mama."Alex mengangkat jari telunjuknya dan mengarahkannya pada Lena.
"Kau mama yang di kirimkan untuk Alex kan."Bocah kecil berusia lima tahun itu menatap penuh binar pada Lena.
"Kenapa dia memnaggilku mama?Dan dimana keluarganya ,kenapa bisa sampai kesini?"batin Lena mengelus lembut kepala Alex.
"Oh ya sayang tadi tante dengar kau menyebut namamu Alex,apa itu benar?"Alex mengangguk dengan kedua tangannya di kalungkan di leher Lena yang menerimanya.
"Hemm, namaku Alex.Mama kenapa lama sekali menemui Alex? Alex sudah lama menunggu mama?"Bibir mungil itu terus berbicara dengan tatapan polosnya.
"Emm Alex , maaf tapi tante bukan mamamu."ucap Lena hati-hati, ia sebenarnya tak tega melihat raut kesedihan itu tapi mau bagaimana lagi ia harus segera mempertemukannya dengan keluarganya.
"Tidak! Kau mamaku."Alex bersikeras bahkan mata bulatnya sudah siap meluncurkan cairan bening dan dalam kedipam mata air itu akan tumpah.
"Nak...tante akan mengantrkanmu kepada keluargamu hmmm.Jadi Alex tidak boleh menagis."Lena berusaha membujuk namun bocah itu menggeleng dan semakin mempererat belitan tangannya di leher Lena.
__ADS_1
"Hufftt..."Lena menghembuskan nafas kasar dan ia memutuskan untuk mengajak jalan bocah yang baru di temuniya bermain di taman tak jauh dari tempatnya berada.Setelah tenang Alex kembali ceria bahkan bocah itu berlari riang kesana kemari dengan tautan tangannya yang tak lepas dari Lena yang mau tak mau mengikuti kemauan Alex.
"Mama....Mau itu!"Jemari mugil itu menunjuk stand tempat menjual eskrim.
Lena melihat Alex yang terlihat begitu menginginkan eskrim itu.
"Sayang nanti kau batuk jika makan itu."ucap Lena yang tak berani memberikan makanan sembarang pada bocah kecil itu. Alex menatap Lena dengan bibir mengerucut juga mata yang berkedip-kedip berharap apa yang ia mau dapat di turuti.
"Lena melirik wajah menggemaskan itu dan dengan gemas Lena mencapit bibir yang masih mengerucut lucu itu.
"Uuuhh kau ini ...."Alex tersenyum saat merasa triknya berhasil dan akan segera mendapatkan eskrim enaknya.
"Baiklah tapi satu saja ya."Alex diam namun jarinya menunjujan tiga jari.
"No! satu atau tidak sama sekali!"Ucap Lena tegas dan membuat Alex mengangguk pasrah.
"Yes mama."ucap Alex dan Lena tak keberatan dengan Alex yang terus saja memanggilnya dengan sebutan mama.
Wanita dan bocah kecil itu terlihat bahagia layaknya seorang ibu dan anak sungguhan,mereka bermain dan tertawa lepas di taman itu.
Mereka terus bermain tanpa memyadari jika seorang berpakaian hitam terus mengintai dari jarak cukup jauh.
....
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
__ADS_1