Air Mata Delena

Air Mata Delena
10


__ADS_3

Happy Readingā¤


Wanita yang duduk di sebuah angkot berulang kali melihat jam di pergelangan tangannya,raut cemas terlihat jelas di wajah Delena dan sesekali berdecak.


"Duh kayaknya aku terlambat ini."gumam Lena.


Setelah lama menunggu angkutan umun akhirnya Lena mendapatkan angkot juga yang melintas di depanya namun tetap saja karena waktu yang sudah menunjukan pukul setengah sembilan membuatnya ketar-ketir.


Sebuah rumah dengan pagar besi menjulang tinggi menjadi pemandangan kala untuk pertama kalinya Lena menginjakan kaki di jalan tepat alamat yang di berikan seorang karyawan tempo hari.Menghirup nafas dan mengeluarkannya dengan perlahan,Lena mulai melangkahkan kakinya dan menekan bel pada pagar.


Tak lama seorang pria dengan seragam security membukakan pintu.


"Calon nani barunya den Alex ya?"Tanya pria itu,pasalnya ia sudah di beri pesan oleh ketua pelayan jika akan ada seorang nani baru yang akan datang.


Lena mengerutkan keningnya bingung namun ia tetap tersenyum dan mengikuti securiti yang mempersilahkan masuk.


Hamparan halaman luas denan bangunan besar membuat Lena berdecak kagum. "Besar banget rumahnya."gumam Lena menatap sekeliling hingga tatapannya tertuju pada pria paruh baya yang berjalan mendekat kerahanya.


"Nona Delena."sapa pria paruh baya itu tersenyum ramah dan di balas pula dengan senyum oleh Lena.


"Bapak mengenal saya?"


"Benar nona,saya ketua pelayan di rumah ini dan akan mengarahkan nona untuk mempelajari setiap pekerjaan yang akan nona lakukan."jelas pria itu.


"Emmm baiklah tuan...."


"Seto ,nona bisa memanggil saya Seto."


Delena tersenyum menatap pria baya itu.


"Baiklah paman,terima kasih, saya akan mulai bekerja haru ini dan maaf saya datang terlambat hari ini."ucap Lena dengan penuh penyesalan.


Keduanya berjalan beriringan dengan Lena yang sesekali bertanya pada Seto.

__ADS_1


Setiap langkah melewati ruangan mengundang decak kagum ,setiap ruangan terisi dengan pernak-pernik dengan harga yang pastinya sangat mahal.


"Nona ini kamar tuan muda dan nona disini bekerja sebagai nani baru tuan muda Alex."jelas Seto menunjuk sebuah ruangan yang di dalamnya terlihat jika pemiliknya seorang bocah laki-laki.Berbagai gambar super hiro menghiasi dinding juga mainan-mainan yang terpajang rapi di dalam lemari.


Lena mengangguk mengerti,mendengar sekilas cerita mengenai tuan muda yang akan di asuhnya sangat nakal tak membuatnya takut,saat ini hanya pekerjaan ini yang bisa ia lakukan dan Lena akan melakukan pekerjaannya dengan sebaik mungkin.


"Paman ,rumah ini sepi sekali hanya pelayan yang ku lihat,apa mereka sedang keluar?"tanya Lena.


"Tuan Rey saat ini sedang di kantor .Nyonya besar dan tuan besar menetap di Singgapore."


Lena ber oh ria. Pantas saja terlihat sepi ,eh tapi paman Seto tak menyebut nyonya di rumah ini."Lena menggelengkan kepalanya dan tak ingin terlalu banyak bertanya lagi.


"Apa ada lagi yang ingin di tanyakan nona?"


"Eh tidak ada paman, oh ya paman bisa memanggilku denga namaku saja."ucap Lena ,Seto hanya tersenyum menanggapi.


Di tempat lain,sebuah perusahaan besar rapat tengah berjalan, Reymon duduk mendengarkan presentasi yang di bawakan oleh selertaris kliennya.


Rey menyambut jabat tangan dari kliennya saat sudah mendapatkan kesepakatan kerja antara mereka.


Sosok Rey yang begitu di segani karna kemampuannya dalam mengelola perusahaan dan ketegasannya membuat perusahaannya melejit dan menjadi perusahaan yang di segani di negaranya maupun di negara bagian Asia lainnya.


Klekk


Langkah kaki jejang Rey memasuki ruangannya setelah sang asisten yang juga menjadi sekretarisnya membukakan pintu unuk tuannya, Rey menarik dasi yang terasa mencecik di lehernya.


"Ron kau bisa keluar dan untuk siang ini ingatkan aku untuk menjemput putraku!"


Ron mengangguk patuh dan segera keluar dari ruangan tuannya.


"Sayang."Seorang wanita dengan pakian kurang bahan berjalan mendekat pada Rey dengn gerakan pelan.


"Nadia, Sejak kapan kau disini?"tanya Rey menyambut pelukan wanita yang menjadi kekasihnya ini.

__ADS_1


Nadia mengecup bibir seksi Rey dan bergelayut manja pada pria itu. "Aku baru sampai,sayang beberap hari ini kau jarang menemuiku dan itu membuatku begitu merindukanmu." ucap Nadia mencebik kesal.


Rey berjalan menuju kursi kebesarannya dengan Nadia yang duduk di pangkuan pria itu,kedua tangan Nadia di kalungkan di leher Rey yang tak menolak setiap sentuhan kekasihnya.


"Sayang kau tau kan aku sangat sibuk,dan lagi kau juga kan beberapa hari ini bilang jika sibuk dengan pemotretanmu itu."Rey menggenggam jemari Nadia dan mengecupnya kilas.


"Iya baiklah tapi sebagai ganti kau harus menemaniku berbelanja siang ini."


Rey mengerutkan keningnya. "Lain kali saja ya , karna siang ini aku akan menjemput putraku."jelas Rey yang membuat kekasihnya mendengus kesal.


"Ck...sayang kan sudah ada supir, kenapa harus kau?"


Mendengar gerutuan kekasihnya ini membuat Rey menghela nafas lelah pasalnya Nadia sampai saat ini terlihat belum mendekatkan diri dengan putranya bahkan saat akan mengajaknya untuk mengenal lebih dekat dengan Alex,Nadia selalu beralasan banyak hal.


"Maaf honey ,apa sebaiknya kau ikut agar kalian bisa dekat."Rey kembali mengusulkan namun Nadia kembali memberikan respon dengan wajah suramnya.


"Aku belum siap sayang,nanti saja ya jika aku sudah siap."Nadia memainkan rambut ikal Rey.


"Hmm..Baiklah sebgai ganti kau bisa menggunakan kartu ini,belilah apa yang kau suka."Rey mengambil sebuah kartu tanpa limit membuat Nadia seketika berbinar ,dalam angannya sudah banyak yang akan di belinya menggunakan kartu sakti milik kekasihnya ini.


"Aaa..... sayang kau yang terbaik."diambilnya kartu itu dan memberikan kecupan di kedua pipi Rey.


Tak lama ponsel Nadia berdering.


"Sayang aku angkat telfon dulu."Nadia turun dari pangkuan Rey dan berjalan menjauh dari kekasihnya.


Setelah beberapa saat, Nadia kembali. "Sayang maaf, manajer ku menelfon dan ada yang ingin di bahas ,aku harus pergi."Nadia menyambar tasnya dan kembali memberikan kecupan pada Rey.


Rey melihat tubuh kekasihnya yang menghilang di balik pintu dengan helaan nafas lelah.


...


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!

__ADS_1


__ADS_2