Air Mata Delena

Air Mata Delena
27


__ADS_3

Happy Reading❤


Di Cafe dengan disain mewah, dua orang pria tampan tengah duduk membahas masalah kerja sama mereka di temani masing-masing asisten di belakang mereka berdua.


"Senang bisa bekerja sama denganmu Tuan Rey."ucap tuan Siregar.


Rey membalas jabat tangan itu saat mereka selesai membahas soal pekerjaan mereka.


"Saya juga tuan Siregar, semoga kerja sama ini menguntungkan bagi kita berdua."balas Rey dengan senyum tipisnya.Pria yang di panggil Siregar itu mengangguk.


"Apa tuan sedang ada kesibukan lain?"tanya Siregar saat melihat Rey terus menatap arloji di tangannya.


"Saya sudah berjanji akan bertemu dengan seseorang tuan Siregar."jawab Rey tanpa mau mengungkapkan lebih jelasnya.


Tuan Siregar tersenyum. "Oh ya , mungkin itu kekasih anda."


Rey menaggapi dengan senyum tipis, duda tampan itu berlalu pergi setelah percakapan mereka usai, Tuan Siregar yang masih berada di tempatnya melihat hingga punggung kekar itu menghilang di balik pintu.


"Odi, kau atur pertemuanku dengan tuan Rey untuk selanjutnya!"perintah Tuan Siregar pada sistennya yang sedari tadi berada di dekatnya.


"Baik tuan."


Tuan Siregar tersenyum tanpa ada yang menyadarinya. "Kita akan sedikit bermain adiku."batin Siregar dengan kedua tangan mengepal di dalam saku celananya.


🍒🍒


Hari ini merupakan hari sibuk bagi seorang wanita yang kini menjelma menjadi wanita cantik, senyum manis yang selalu menenangkan begitu membuat setiap orang di sekitarnya merasa nyaman.

__ADS_1


Delena, wanita berusia dua puluh tiga tahun itu menatap puas pada gaun yang baru saja selesai di buatnya, banyaknya pesanan tak membuat wanita itumengeluh bahakan karena ketekunannya butik miliknya mulai mengepakkan sayap dan menjadi tempat langganan bahkan bagi para wanita sosialita.


Lena menoleh menatap pada bocah yang terlihat asik dengan game di ponsel miliknya. Ya setelah menjemput pria kecilnya Lena kembali menuju butik untuk menyelesaikan pekerjaannya.


"Sayang , sini makan dulu."Lena menyiapkan makanan yang baru saja di pesannya di atas karpet bulu.


Alex yang mendengar seruan itu menyimpan ponselnya dan berjalan mendekat pada Lena.


"Kau pasti sudah lapar, maaf ya mommy sangat sibuk hingga mengabaikanmu."ucap Lena dengan perasaan bersalah pada bocah tampannya itu.


"Alex tersenyum manis menatap wajah Mommy nya.


"Alex tak apa mom. Mom Alex mau makan di suapi."ucap bocah laki-laki itu manja.


Lena tersenyum mendengarnya. "Apa yang tidak untuk putra tampan mommy ini, kemarilah mommy akan menyuapimu hmm."Lena mulai menyiapkan nasi beserta lauk pauk kesukaan Alex.


Ceklekk.


Suara derit pintu yang terbuka mengalihkan tatapan keduanya pada sosok yang saat ini tengah berdiri masih dengan setelan jas kerjanya.


Untuk sesaat tatapan keduanya bertemu, kedua orang dewasa itu seolah meneliti masing-masing hingga terputus saat Alex berseru memanggil Daddy nya.


"Daddy datang?"Alex menatap Dadynya yang mulai mendekat hingga Rey menjatuhkan bokongnya di sebelah putranya berhadapan dengan Lena.


Rey mengelus lembut kepala putranya itu. "Tentu saja boy, mommy mu meminta Daddy datang kesini untuk menjemput kalian."ucap Rey membuat Lena yang mendengar mengerutkan kening pasalnya ia merasa tak pernah meminta untuk di jemput.


"Ehem, kau melamun."Rey menatap wanita di depannya yang terdiam dengan tangan menggantung hendak menyuapi Alex.

__ADS_1


"Eh maaf tuan, emm apa tuan ingin makan juga? saya akan menyiapkannya."ucap Lena dengan senyum kaku.Lena merutuki dirinya yang sempat melamun bahkan dalam batinnya ia memuji ketampanan ayah dari pria kecilnya ini, dasi yang terlihat mengendur dengan kemeja yang keluar dari tempatnya membuat tampilan duda satu anak itu terlihat keren dan Arrrrr.


"Astaga Len, apa yang kau pikirkan.Jauhkan pikiran kotormu itu."batin Lena menggelengkan kepalanya.


Aaakk.


Alex menerima suapan untuk kesekian kalinya dari tangan Lena.Melihat suasana canggung antara mommy dan Daddynya Alex tersenyum.


"Mom, sepertinya Daddy ingin di suapi juga,iya kan Dad?"Alex menatap pria dewasa yang senaknya mengangguk sebagai jawaban membuat Lena melongo.


"Tuh kan benar, mommy juga suapi Daday ya."pinta pria kecil itu dengan kelopak mata mengerjap lucu.


"Tapi Dadymu bisa memakan makanannya sendiri sayang."Lena merasa keberatan jika harus menyuapi pria dewasa itu juga.


"Tak apa, aku bisa makan sendiri."ucap Rey dingin ,pria itu merasa tak suka atas penolakan.Baginya tak ada yang bisa menolak keinginannya terlebih saat melihat raut wajah putranya yang berubah sendu.


"Eh..."Delena di buat bingung dengan keadaan yang tengah di hadapinya saat ini. "Kenapa tiba-tiba aku merasa sangat bersalah hanya karena hal sepele ini."batinnya yang tak tega melihat raut wajah sendu pria kecilnya.


"Ayolah mom." batin Alex masih mempertahankan raut wajahnya bahkan mata bulat itu hendak brkaca-kaca dan mau tak mau Lena mengiyakan permintaan Alex.


Di atas karpet bulu itu terlihat seperti layaknya keluarga kecil bahagia, Lena menyuapi pria kecil dan pria dewasa itu secara bergantian bahkan Alex juga meminta Lena makan di piring yang sama hingga mereka bertiga makan dalam sepiring yang sama.


Bocah tampan itu tampak sumringah dan tersenyum penuh kemenangan.


"Done!" batin Alex tersenyum menatap benda kecil yang sengaja ia tempel di fas bunga hingga kegiatan mereka bertiga dapat telihat dengan jelas dan seperti biasa akan ia kirimkan pada omanya itu nanti.


...

__ADS_1


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


__ADS_2