
Happy Reading❤
Di sebuah ruamh mewah tampak seorang bocah yang terlihat malas dengan wajah bantalnya.Bocah laki-laki itu menutup telinganya tak ingin terus mendengar ceramah papanya.
"Boy,kenapa kau jadi seperti ini? Cepat bersiap dan sekokah papa akan mengantarmu."Reymon melipat satu kakinya dengan kedua tangan memegang bahu putranya.
"Alex sudah bilang kalo Alex gak mau sekolah."Bocah laki-laki itu masih saja keras kepala membuat sang papa pusing sendiri sedang ia hari ini sangat sibuk akan meeting bersama klien pentingnya.
"Boy ayolah,papa juga harus pergi kekantor."Rey berucap pelan menatap jiplakannya yang membuang muka.
"Pagi ini nanimu akan datang jadi jangan nakal!"
Melihat putranya yang masih diam,Rey dengan segera mengangkat anaknya dan hendak memandikan bocah itu.
Setelah sampai di kamar mandi Alex tampak berjalan memojok menyilangkan kedua kaki mungilnya dengan kedua tangan bersidekap dada menatap papanya yang tengah menyiapkan peralatan mandinya.Diusianya yang masih kecil Alex memang tak ingin di mandikan oleh para pelayan ataupun papanya karena merasa sudah besar.
"Come on boy,sini papa mandikan."Rey melihat putranya yang masih saja berdiri di pojokan.
__ADS_1
"No papa,Alex sudah besar dan mau mandi sendiri."ucap bocah itu menghentikan pergerakan Rey yang ingin menarik tangan mungil putranya.
Rey memandang bocah kecil itu dari ujung kaki hingga ujung kepala lalu memberikan senyum mengejek.Pria dewasa itu ikut bersidekap dada seolah menanantang putranya.
"Apa yang membuatmu malu, Kau ini masih mengompol saja sok-sok an."ucap Rey.
"Ishh papa keluarlah aku akan mandi sendiri."Bocah itu mencebik dan memalingkan wajahnya sedang Rey ingin sekali dia tertawa melihat tingkah putra kecilnya yang terlihat menggemaskan saat merajuk.
"Ok ok baiklah papa akan keluar."Rey berjalan keluar dari kamar putranya.
Melihat papanya keluar Alex dengan malas mulai menjalani ritual mandi dan bersiap untuk pergi kesekolah seperti biasa,sangat membosankan.
🍒🍒
Di sebuah rumah sederhana, Delena sudah tampak siap untuk pergi bekerja dan saat akan keluar ia melihat Tari berdiri sembari memberikan tas kerja suaminya dan mengambil punggung tangan Aldi untuk diciumnya.Lena sudah biasa melihat hal itu dan sama sekali tak ada niat untuk memprotes.
"Eh mbak mau berangkat juga ya?"Tari menatap dengan senyum manis,Aldi ikut melihat Lena yang berjalan mendekat pada mereka.
__ADS_1
"Iya,aku pergi dulu ya mas ,Tari."Lena hendak mengambil tangan suaminya namun Tari dengan segera mengambilnya dan memeluk lengan Aldi manja.
"Yaudah mas berangkatnya bareng aja sama mbak Lena."ucap Tari mengelus lembut lengan suaminya.
Aldi tersenyum pada Tari . "Maaf sayang tapi hari ini aku ada rapat penting jadi Lena aku gak bisa anterin kamu hari ini."Aldi mengambil dompetnya dan memberikan beberapa lembar uang pada Lena sebagai ongkos.
"Tapi kan mas,kasian mbak Lena."Tari masih berusaha membujuk dengan wajah memelasnya.
"Kamu baik banget sayang tapi beneran hari ini aku gak bisa,lain kali aja ya."tatapan Aldi beralih pada Lena yang sedari tadi menyaksikan drama romansa pasangan suami istri itu.
"Mas ,gak papa kok . Aku bisa sendiri."Delena tersenyum dan mulai berjalan keluar rumah setelah sebelumnya ia mencium punggung tangan suaminya.
Wanita itu berjalan melewati suaminya yang juga sudah masuk kedalam mobil miliknya.
Tari melihat itu membuatnya tersenyum senang ,susah payah tadi malam ia merayu suaminya agar tak terus larut dalam perasaan bersalah pada istri pertama suaminya dan yah ternyata berhasil juga.
"Hah....Lena kamu gak akan pernah bisa ngelawan aku."gumam Tari seraya mengelus pelan perutnya.
__ADS_1
....
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!