
"Ck dimana dasiku itu. Kenapa dia tak menyiapkan keperluanku sih."Rey berdecak kesal karena sedari tadi ia mencari dasi namun tak kunjung di dapatkan.Padahal biasanya juga semua ia lakukan sendiri tapi sejak kedatangan Lena,Rey seperti mulai ketergantungan dengan calon mommy putranya itu.
Rey masih saja mengacak-acak isi lemarinya dan membuat semua isi lemari berhamburan di atas lantai.Kembali Rey melihat jam di pergelangan tangannya yang menunjukan pukul tuju pagi,pria itu bangun kesiangan setelah tadi malam tertidur pulas di kamar penuh kenangan itu.
Pintu di buka dari luar menampikan seorang wanita yang tampak melongo melihat betapa berantakannya kamar pria tampan itu dan lihatlah.Rey yang masih tampak sibuk dengan baju yang belum terkancing semua juga rambut yang masih acak-acakan tapi kenapa Lena melihat jika duda anak satu itu terlihat keren.
Menggelengkan kepalanya pelan untuk mengusir fikiran liar yang mulai bertebangan di kepalanya,Lena mendekat.
"Apa yang kau cari?Berantakan sekali."
Rey mendongak melihat wanita yang sudah terlihat rapi berdiri tak jauh darinya. "Kapan kau datang?"tanya Rey balik tak menjawab pertanyaan Lena sebelumnya.
"Baru saja,aku sudah mengetuk pintu kamarmu tapi kau tak dengar.Oh ya ini kenapa semua berserakan begini?"Lena menunjuk pakaian yang berhamburan di lantai sedang Rey tak menjawab,ia begitu sibuk mengagumi sosok yang terlihat cantik pagi ini.
"Rey,kau mendengarku tidak."Lena menatap kesal pada Rey yang hanya cengengesan.
"Oh itu aku tadi mencari dasiku tapi tak menemukannya."keluh Rey.
Lena menghela nafasnya,pelan Lena berjalan membuka lemari dan membukanya hingga sesuatu yang di cari terlihat. "Rey,bukankah dasimu memeng selalu berada di sini?kenapa kau sepusing itu."Lena mengambil dasi dengan motif garis yang di rasa cocok dengan setelan jas Rey.
Rey tersenyum melihat betapa cekatannya calon istrinya ini mengancingkan kemeja hingga memasang dasi untuknya. "Menunduklah sedikit,aku tak sampai."keluh Lena karena tubuh Rey yang tegap itu menyusahkannya untuk memasangkan dasi.
"Ck dasar pendek."ejek Rey menundukan tubuhnya.Lena mendengus kesal namun tangannya dengan cekatan mulai membuat simpul dasi di leher kokoh pria tampan itu. "Sudah."ucap Lena tersenyum saat sudah menyelesaikan tugasnya,namun saat akan menjauh Rey lebih dulu menahannya dengan merengkuh pinggang ramping Lena hingga merapat ketubuhnya.
"Rey, ka-kau mau apa?"Sungguh Lena merasa gugup saat ini,tatapan Rey juga senyum nakal itu membuat bulu kuduknya meriding.
"Menurutmu?"Rey semakin mengikis jarak bahkan kini kedua kening itu menyatu. "Aku meridukanmu honey."Rey memeluk erat tubuh Lena menyandarkan kepalanya di bahu terbuka Lena.Lena mengerutka keningnya 'Honey' baru kali ini ia mendengar itu namun tak memungkiri Lena tersenyum merasa panggilan itu begitu terdengar manis di telinganya.
Apakah Lena sudah mulai terbuai dengan segala sikap manis Rey akhir-akhir ini?
"Rey,mama dan Alex sudah menunggu di bawah sana."Lena mencoba mendorong dada bidang Rey namun tak bisa.
"Sebentar saja,biarkan seperti ini."gumam Rey.
__ADS_1
Lena membiarkan saja namun lama kelamaan ia merasa janggal saat rasa geli mulai ia rasakan.Lena memiringkan kepalanya dan membukatkan matanya saat Rey mulai berbuat nakal padanya. "Rey,lepas.Apa yang kau lakukan?"Rey masih saja melakukannnya hingga tubuh Lena melayang di udara.
"Reyyyy!Turunkan aku."pekik Lena terkejut namun sepertinya Rey tak mendengarkan.
Rey berpindah pada bibir ranum yang sedari tadi mengoceh ,membuangkam dengan gerakan terkesan kasar namun Lena seperti menyukai itu,tubuh dan fikirannya seakan tak berjalan bersama.
"Hemphhhh."
Lima belas menit Rey baru melepaskan tautan bibir karena melihat Lena yang sudah kehabisan nafas.
"Hah hah hah."Lena memejamkan matanya ,dadanya naik turun menahan sesak akibat ulah Rey.
"Sepertinya aku harus lebih sering mengajarimu."ejek Rey tersenyum jahil.
"Ck,menyingkir dari sana!Aku mau keluar."Lena menatap kesal pada Rey yang masih di posisinya mengukung dirinya.
"Tidak mau,anggap saja ini hukuman untukmu karena sudah mengabaikanku."ucap Rey santai dengan jemarinya yang bermain pada surai indah Lena.
"Kesalahan."beo Lena. "Aku merasa tak melakukan kesalahan apaapun jadi jangan bicara omong kosong.Cepat menyingkir Rey."
"Haiss bukankah biasanya juga kau menyiapkan semuanya sendiri dan ya,aku bukan istrimu kalau kau lupa."
"Itu berbeda dan tak lama juga kau akan menjadi istriku."
"Hufttt baiklah ,sekarang lepaskan aku ok."pinta Lena namun Rey menggeleng kembali mendekatkan wajahnya. "Tidak sebelum aku mendapatkan vitaminku."ucap Rey menatap nakal pada kedua Squishy kesukaannya.Sontak saja Lena menyilangkan kedua tanganya menutupi dadanya saat melihat alaram bahaya saat tangan Rey mulai menyingkirkan kedua tangan Lena hingga pegunugan itu terlihat membusung dengan indah. "My Squishy."gumam Rey.
"Hei,jangan macam-macam kau!"wajah Lena sudah ketakutan saat ini.
Rey menyatukan kedua tangan Lena menjadi satu di atas kepala hingga wanita di bawahnya tak lagi berusaha berontak.
🍀🍀
Di ruang makan sana mama Lena berulang kali menatap kearah anak tangga namun yang di tunggu tak muncul juga batang hidungnya. "Ck,kenapa lama sekali."batin Mama Lili.
__ADS_1
"Oma,Alex sudah selesai."Bocah tampan itu menunjukan makanan di piringnya yang sudah habis juga segelas susu yang sudah tandas tak bersisa.
"Anak pintar,emm boy daddy dan mommy mu belum turun juga ya?"Mama Llili bertanya pada cucu tampannya namun respon bocah itu hanya mengangkat bahunya acuh.
"Biarkan saja oma,bukankah bagus jika mommy dan daddy sering bersama."ucap Alex santai.
"Hais, iya sih tapi kalo nanti mommy mu di apa-apakan sama daddymu bagaiman?"
"Daddy tak akan berbuat jahat pada mommy oma.Tenanglah,oh ya Alex berangkat dulu oma."Alex mencium pipi mama Lili dan bergegas pergi dimana sang supir sudah menunggu tuan mudanya.
"Aku jadi penasaran apa yang di lakukan bocah tengik itu pada calon menantuku."gumam Mama Lili.
Dengan langkah cepat Mama Lili melangkajkan kakinya menuju kamar putranya berada.Mama Lili tak mendengar suara apapun dan mulai mengetuk pintu kamar.
Tok
Tok
Tok
"Mereka pada kemana si kok gak jawab."gumam Mama Lili "Apa jangan-jangan."fikiran Mama Lili mulai berkeliaran.
Ceklekk
"Reyyyyyyyyyyyy apa yang sedang kalian lakukan !"Teriakan nyaring Mama Lili sontak membuat Rey dan Lena terkejut hingga pria tampan itu jatuh terjungkal karena tendangan Lena yang tiba-tiba.
Nafas Mama Lili memburu dan dengan cepat wanita itu menjewer telinga putranya. "Dasar duda mesum."
"Awwww, Mah sakittt."
....
Sory baru muncul guys
__ADS_1
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!