
Happy Readingā¤
Di bandara seorang wanita paruh baya tampak memeluk hangat bocah laki-laki.
"Sayang oma sangat merindukanmu hmm."ucap oma yang terus memberikan kecupan di wajah tampan Alex.
"Oma hentikan, ini geli sekali hahaha."racau Alex yang merasa kehelian.
"Mah."
Rey berjalan mendekat pada mamanya menyusul putranya yang lebih dulu berlari menemui oma tersayangnya.
Mama Lili menatap putranya yang mendekat dengan senyum lebar hingga.
Bughh
Bughh
Bugh
Mama Lili memukul menggunakan tas mahalnya sedang Rey yang mendapatkan serangan dadakan itu berusaha menghindar namun tetap saja tubuh kekar itu tak lepas dari pukulan mamanya.
"Dasar anaka nakal, apa kau tidak merindukan mamamu hah hingga kau jarang menjenguk kami."ucap Mama Lili geram pasalnya putranya ini selalau beralasan sibuk bekerja hingga jarang mengunjunginya bahkan Rey bisa satu tahun saja untuk berkunjung hingga mama Lili dan papa Sandy yang bolak-balik pergi berkunjung.
"Ck sakit mah, hentikan."ucap Reymond menatap sebal mamanya yang kini memasamg wajah garang hingga duda tampan itu memciut.
"Apa!" Mama Lili meneliti tasnya takut jika ada bagian yang lecet. "Tas mahalku."ucap wanita itu.
Rey memutar bola matanya malas melihat sikap mamanya.
"Jika mama rindu kenapa tidak mama yang datang mengunjungi Rey."balas Rey.
"Kau tau sendiri kan papamu itu."dengus mama Lili.
__ADS_1
Mengingat suaminya yang begitu lengket padanya dan tak ingin di tiggal berpergian jauh membuat mama Lili tak bisa pergi mengjungi sesuka hati.
Seakan tersadar Rey menoleh kesamping di mana wanita cantik yang berdiri tak jauh darinya menatap interaksi ibu dan anak itu dengan senyum kecil di bibirnya.
Delena tak menyangka , pria yang ia kenal begitu otoriter kini begitu terlihat penakut di depan ibunya.
"Ehmm mah, kenalkan manantumu."ucap Rey to the poin.Jangan lupakan tangan kekar itu yang sekarang melingkar indah di pinggang Lena.
Mama Lili menatap Delena dengan intens membuat Lena gugup , ia merasa tengah mengikuti kontes pencarian menantu saat ini.
"Seleramu boleh juga , mama akan mengetesnya selama seminggu ini."ucap Mama Lili dengan tatapan tegas.
"Mah."Rey hendak protes, bisa saja mamanya ini tau jika kedekatan mereka berdua hanya sandiwara dan Rey tak ingin sampai mamanya itu tau.
Bisa-bisa di gantung lehernya oleh sang papa jika sampai membuat istri tuan Sandy Cakrawala itu menangis.
"Kau di larang protes, apa kau mau dia mama buat tenggelam di pulau seperti si Nadia itu hah?"Mama Lili melotot tajam.
"Ayo sayang."Mama Lili mengandeng tangan mungil Alex dan Lena meninggalkan Rey yang terbengong di tempatnya.
"Oh Good , Rey kau melupakan siapa itu Lili Cakrawala."Gumam Reymond mengingat kebar-baran mamanya.
.....
Setelah menempuh perjalanan cukup lama, Kini mereka telah sampai di kediaman Cakrawala.
Para pelayan tampak berbaris menyambut kedatangan nyonya besar mereka.
"Jadi kalian tinggal satu atap di sini?"Tanya mama Lili dengan raut wajah seolah terkejut.
"Maaf Nyonya, saya akan keluar jika nyonya merasa tak nyaman dengan kehadiran saya di kedia...."
"Syuttt....sudah mama bilang jangan panggil nyonya, lagian siapa yang merasa keberatan hmm."Mama Lili menarik tangan Lena agar duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Mama hanya hawatir akan keselamatanmu itu."lanjut Mama Lili dengan lirikan tajam pada putranya.
Delena menyerngit bingung menatap mama Lili.
"Lena baik-baik saja selama di sini mah."ucap Lena pelan.
"Hmm mama kira akan ada singa kelaparan di kediaman ini, jadi kau harus berhati-hati hmm,dan jangan lupa kunci pintu kamarmu!" Lena mengangguk saja memanggapi ucapan mama Lili.
"Dan kau Rey, awas saja jika kau berbuat macam-macam pada calon mantu mama!" peringat Mama Lili pada putranya yang sedari tadi duduk demgan ponsel di tangannya.
"Aku tida...."
"Jangan kira mama tidak tau, Ck sifatmu itu sebelas dua belas dengan papamu itu jadi jangan pernah membodohiku."cibir mama Lili
Mama Lili pergi menuju kamarnya untuk istirahat menyusul cucu tampannya yang sudah lebih dulu pergi kedalam kamarnya.
Di ruang Tamu, Lena dan Rey duduk berdua.Senyap ,itulah yang kini terjadi.
Rey merasa keningnya berkeringat saat merasa Lena tengah mentap intens dirinya. "Ada apa?"Suara Rey terdengar datar.
"Kenapa wajahmu memucat, oh ya ,tadi mama memgatakan..."
"Jangan terlalu di pikirkan, lagian tak ada yang perlu di takutkan.Aku tak akan mungkin melakukan hal seperti itu ."Rey memalingkan wajahnya, dalam hati ia merutuki mamanya yang seakan tau saja apa yang ia lakukan selama di sini.
"Ck apa mama punya mata-mata di sini."batin Rey kesal.
"Kembali kekamarmu!"titah Rey saat Lena terus saja menatap kearahnya membuat Rey semakin merasa terpojok.
Melihat Delena pergi Rey menghela nafas panjang. "Sepertinya aku harus lebih berhati-hati."batinnya.
Rey tidak munafik jika ia pria yang membutuhnya kebutuhan biologisnya terpenuhi hingga kerap saat malam hari tiba ketika pengguni telah terlelap Rey menyusup masuk kedalam kamar Lena.Entah apa yang Rey lakukan di sana, tak ada yang tau.
...
__ADS_1
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
Thanks yang udah mau mampirš