
Happy Readingβ€
Setelah mengantarkan Alex ,Delena berpisah dengan Reymond saat taksi yang di pesannya sudah datang.
Delena meminta izin untuk hari ini pulang menemui suaminya dan mengambil sesuatu di rumahnya sedang Rey melanjutkan perjalananya keperusahaan miliknya.
ππ
Di depan lobi perusahaan Ron asisten Reymond sudah menunggu kedatangan tuannya, Ron mengerutkan dahinya dengan kantong plastik yang saat ini sedang di tenteng oleh tuannya .Rey berjalan mendekat dan mereka memasuki perusahaan besar itu dengan langkah tegas juga raut wajah datar yang selalu terpajang di wajah mereka.Semua karyawan selalu menghentikan aktivitas untuk memberi hormat pada pimpinan mereka walau hanya amggukan kepala sebagai respon.
Sesuatu yang menjadi tanda tanya dalam otak mereka dengn kantong yang terlihat berisi kotak bekal yang ada di dakamnya.
Bos mereka yang begitu dingin membawa kotak bekal?sunggu konyol sekali.Pikir mereka
Sampai di ruang kerjanya Rey melepas kancing jas nya menyampirkan di gantungan, Rey meletakkan kantong berisi bekal makanannya di atas meja dengan sangat hati-hati.
Pria itu duduk di kursinya dengan senyum menatap kotak bekal yang seolah menjadi sumber semangatnya pagi ini.
"Tuan,anda terlihat murah senyum hari ini, apa karena nona Nadia, tuan merindukannya"tanya Asisten Ron yang begitu penasaran dengan suasana hati tuannya yang cerah pagi ini.
Rey menatap asistennya dengan dengusan.
Menganggu saja.Pikir Reymond.
"Apa aku setiap harinya terlihat tidak murah senyum hah?"
"Anda tau sendiri itu benar tuan."ucap Ron keceplosan lalu segera menutup mulutnya saat mendapatkan delikan tajam dari tuannya.
"Soal nona Nadia..."
"Aku tidak pernah benar-benar merindukannya kalau kau lupa Ron."ucap Reymond cuek.
Ron mengangguk, merutuki otaknya yang pelupa akan sikap tuannya yang memang seperti itu.
"Maaf saya lupa tuan."ucap Ron lirih.
__ADS_1
"Apa jadwalku pagi ini?"Rey mulai menyalakan leptop miliknya dengan jari yang mulai liar mengetikkan huruf dan angka.
"Untuk pagi ini anda akan meeting bersama klien di cafe A tuan."ucap Ron setelah melihat jadwal tuannya di iPad miliknya
"Saya permisi tuan."
Rey mengangguk saja , namun baru satu langkah Ron kembali membalikan tubuhnya saat panggilan dari tuannya terdengar.
"Bagaimana dengan ruko yang kuminta kemarin Ron?"Rey menatap asistennya.
"Semua sudah beres tuan,anda bisa melihatnya langsung jika mau,sesuai perintah anda ruko dua lantai dan berada di tempat strategis."jelas asisten Ron.
Setelah mengatakan itu Ron benar-benar keluar dari ruang kerja tuannya.
Rey mengalihkan pandangannya pada kotak bekal dengan bentuk mickey mouse membuatnya geli saat Delena menyamakan kotak bekalnya dengan putra tampannya itu.
"Bersabarlah nanti siang aku akan memakanmu."gumam Rey mengelus kotak bekalnya sayang.
ππ
Delena berdiri di dekat kursi saat ibu mertuanya tak memberinya duduk,di sofa singgel. Aldi,suaminya duduk dengan Tari yang berada di pangkuan suaminya.Tak tahu malu bukan.
"Apa yang kau lihat hah? jawab pertanyaanku!"
"Saya sudah menjelaskan jika saya bekerja bu dan mulai besok saya akan tinggal di sana untuk mengurus tuan muda Alex."jelas Lena untuk yang kesekian kalinya karena ibu mertuanya terus menuntut seolah penjelasan yang di berikannya tak di percayai.
Lena melirik Aldi yang terdiam,selalu saja begitu,suaminya itu pasti tak akan berkutik jika ibunya mulai bersuara walau ibu mertuanya itu memarahinya tanpa alasan yang jelas.Aldi hanya selalu memintanya untuk bersabar tanpa mau ikut campur sedikitpun ataupun memberikan pembelaan barang sedikit.
"Kenapa? Iri kamu sama Tari?"Ibu Ani menagkup lirikan mata Lena yang mengarah pada sepasang insan itu.
Lena menggelengkan kepalanya,untuk apa dia merasa iri,toh sebentar lagi juga mereka akan berpisah.Pikir Lena.
"Tidak bu, Lena hanya lelah dan butuh istirahat.Lena masuk kamar dulu ya."pamitnya namun kembali ibu mertuanya bersuara.
"Enak aja ya kamu main masuk kamar,kamu tau kita semua ini kelaparan di disini eh kamu mau seenaknya istirahat.Masakan buat kami baru boleh istirahat!"
__ADS_1
Lena membalikan tubuhnya menatap satu persatu manusia penghuni rumahnya,yang menumpang namun terkesan tak tau diri.
"Maaf bu,menantu ibu bukan cuma Lena.Tari juga bisa memasakkan buat ibu dan mas Aldi."jawab Lena tenang tanpa beban,cukup sudah dirinya di perlakukan sebagai pembantu selama ini dan tidak akan lagi.
Ibu Ani melotot tajam mendengar menanpu penurutnya selama ini kini berani membangkang perintahnya bahkan dengan santainya kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar.
"Hei wanita sialan! Kamu gak lihat Tari sedang hamil,bukannya kamu istri gak guna ,gak bisa kasi Aldi keturunan!"Teriak bu Ani keras hingga terdengar kesetiap penjuru ruangan di rumah itu.
Delena seakan menulikan telingaya, bukannya tak mendengar namun Lena malas meladeni ibu mertuanya yang seenaknya itu.
Lena masuk kedalam kamarnya lalu mulai mencari berkas-berkas yang di perlukannya ,setelah mendapatknnya Lena memasukan semua berkas penting itu kedalam tas dan akan di bawanya kerumah majikannya.
Di luar ,lebih tepatnya di ruang keluarga Aldi meminta Tari turun dari pangkuannya,pria itu menatap ibunya yang selalu terbawa emosi saat berbicara pada Delena,istri pertamanya.
"Bu,ibu bisa kasi tau tanpa harus marah-marah kaya gitu ke Lena."ucap Aldi lembut berharap ibunya mengerti, namun tidak! mendengar nasehat itu ibu Ani menjadi berang."
"Oh jadi kamu mau belain istri mandul kamu itu! Ibu lakuin ini semua juga demi kebaikan kamu Aldi, emang kelakuan si Lena itu aja yang mulai kelihatan belangnya.Mungkin aja kan di sana dia kerjanya gak benar pake acara nginep segala lagi."ucap bu Ani sewot.
"Mas, menurutku ibu gak salah, ibu juga ngelakuin ini demi kamu juga kan, kamu lupa ya sama sema sifat mbak Lena yang mulai berubah akhir-akhir ini, pasti itu semua ada kaitannya sama selingkuhan mbak Tari mas di luar sana."Tari ikut memberi hasutan pada Aldi yang kini terdiam dengan kedua tangan mengepal erat.
Ibu Ani tersenyum begitu juga dengan Tari.
"Kena kamu mas, sebentar lagi, sebentar lagi aku akan membuatmu mengucapkan kata takak itu pada wanita sialan itu."batin Tari.
"Mas kamu mau kemana mas?"Tari melihat suaminya yang pergi begitu saja menghiraukan teriakan Tari yang memanggilnya.
"Kamu pintar sayang, ibu beruntung dapetin menantu kayak kamu."Ibu Ani tersenyum.
Tari membalas senyuman ibu mertuanya. "Asal ibu senang aku akan mengusir Lena dari hidup mas Aldi."ucap Tari memeluk ibu mertuanya.
"Termasuk kamu ibu mertuaku yang tamak."batin Tari tersenyum tipis.
....
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
__ADS_1
Like komen votnya guysππ ojo medit iyo