Air Mata Delena

Air Mata Delena
Obat Tidur


__ADS_3

Lena berulang kali menegok jam di pergelangan tangannya,hari ini ia sudah berjanji menjemput putra sambunya namun ia terjebak macet lalu lintas.


"Semoga aja anak itu tidak marah."gumamnya.Lena menengok ke sisi kanan dan kiri,banyak kendaraan yang juga mengantri ingin segera keluar dari kemacetan.


Suara klakson terus bersahutan membuat gendang telinga terasa panas.Hingga kemacetan semakin berkurang dan Lena memacu kendaraannya menuju sekolah Alex berada.


"Siapa dia?"Lena mengerutkan keningnya saat melihat punggung lebar seorang pria yang tengah menghadap putra kecilnya.Alex terlihat akrab dengannya sembar memakan eskrimnya.


"Alex."panggil Lena membuat kedua pria beda usia itu menoleh bersamaan.Senyum Alex mengembang melihat kehadiran Mommy nya yang sedari tadi di tunggunya.


"Maaf sayang tadi macet ,kamu gak papa kan?"Lena meneliti tubuh Alex memastikn bocah tampan itu baik-baik saja.


"Alex baik-baik saja Mom."ucap nya.Lena bernafas lega.


Regar tersenyum menatap Lena. "Khemm, kau ibunya Alex?"tanya Regar ,Lena mendongak menatap pria tampan di depannya.


Siapa dia?Apa pria yang selalu di bicarakan oleh Alex?


"Mom,ini uncle baik.Tampan kan."Regar tersenyum mendengar pujian itu.


"Emm,sayang kita harus segera pulang ya."Lena yang pernah mendapat ultimatun untuk tidak dekat dengan pria manapun membuatnya enggan untuk berlama-lama dengan pria asing ini.


"Tunggu dulu,maaf tapi aku sudah menjanjikan akan mengajak Alex untuk membeli mainan kesukaannya."ucap Regar memberikan senyum manis.


Lena melirik kearah Alex,bocah tampan itu tampak memohon agar Mommy nya mengiyakan.


"Hufttt,baiklah tapi jangan lama ya."ucap Lena pada putranya.Alex bersorak memeluk erat kaki Lena.


"Gotcha."batin Regar yang merasa di permudah dengan adanya Alex.


"Kau ikut saja dengan mobilku."ucap Regar saat melihat Lena yang hendak menuju kendaraanya.


"Aku bisa mengikuti kalian dari belakang."


"Tapi lebih bagus jika satu mobil dengan kami,bukan begitu Lex?"Alex tersenyum saja.Bocah itu saat ini tengah asik dengan eskrim yang di belikan uncle baiknya.

__ADS_1


"Baiklah,tapi bagaimana dengan mobil saya?"tanya Lena.


"Supir saya yang akan mengamankannya."ucap Regar tersenyum.Lena mau tak mau ikut bersama mereka menuju tempat yang diinginkan oleh Alex.


Lena masuk kedalam mobil mengikuti kedua pria yang sudah masuk lebih dulu.Selama perjalanan hanya ocehan Alex yang terdengar.Pria kecil itu menceritakan harinya di sekolah tadi dengan begitu bersemangat.


Lena menjadi pendengar sedang Regar,pria itu sesekali menaggapi dengan tangan terulur mengelus kepala Alex.


Telfon berdering,Lena mengangkat panggilan yang ternyata dari Rey.


"Halo Rey."Lena menyapa namun belum ada sahutan dari sebrang sana.


"Rey,kau mendengarku."ucap Lena lagi.


"Aku mendengar suara seorang pria, Siapa dia?"Terdengar nada suara Rey yang dingin.


"Emm ini aku sedang pergi bersama Alex ke..."


"Kau bahkan membawa putraku."Semakin naik darah Rey saat ini.


"Rey aku bisa jelaskan,kau jangab marah dulu."Lena mencoba menenagkan Rey yang sedang marah saat ini.


"Aku tunggu sampai jam Empat."Rey langsung mematikan sambungan ponselnya dan melemparkannya ke atas sofa.


***


Di tempat lain.


Alex bersorak senang saat sampai di tempat tujuan.Bocah tampan itu mencoba semua wahana permainan di sebuah pusat perbelanjaan.


Lena mendesah panjang saat melihat jam yang menunjukan pukul enam sore.Alex seolah membalas dendam karena Daddy nya yang sangat sibuk membuatnya tak bisa bermain secara leluasa atau bahkan tidak sama sekali.


"Duduklah,kau tidak usah khawatir seperti itu.Sebentar lagi kita pulang."Regar yang melihat Lena mondar-mandir seperti setrikaan memintanya untuk duduk.


Lena menoleh sekilas namun rasa cemasnya tak juga hilang. "Tapi ini sudah sore.Suamiku bisa marah padaku."ucap Lena menautkan jemarinya.

__ADS_1


Regar berdecak sinis. "Ck suami."batinnya.


Kenapa selalu Rey yang beruntung dalam segala hal dan yang membuatnya kesal Rey berada selangkah di depannya.Dari perhatian dan lainnya.


"Mom."Alex memghampiri Lena dan Regar saat dirasa sudah puas bermain.


"Sayang kita pulang sekarang ya,ini sudah sore nanti Daddymu marah."ucap Lena pada Alex yang mengangguk.


"Apa itu cukup boy?"Regar menunjuk beberapa mainan yang sudah di beli oleh Alex.Bocah itu mengangguk. "Cukup uncle."


"Ini minumlah dulu,kau pasti haus."ucap Regar.Dengan senang hati Alex meraih botol dan mengahabiskannya. "Thanks Uncle."ucap Alex saat sudah meminum airnya.


"Baiklah,Uncle akan mengantarkan kalian."Regar berjalan menuju sisi kemudi membukakan pintu untuk Lena.Dengan sungkan Lena masuk kedalam mobil.


Doa Lena yang berharap cepat sampai di rumah sepertinya tak terkabul karena pada kenyataannya saat ini jalanan tengah macet parah.


"Huftttt..." Lena menggembuskan nafas kasar dengan tatapan keluar jendela melihat padatnya kendaraan.


Regar melirik kearah sampingnya dengan senyum tipis. "Len,jika kau lelah maka tidur saja."ucap Regar.Lena menengok kearah belakang dimana putranya terlihat tertidur,mungkin karena kelelahan.


"Hemm."Lena hanya berdehem.


"Atau kau mau minum."tawar Regar lagi.


Lena mengngguk mengambil botol minum dan meneguknya.Menunggu terlalu lama membuat tenggorokannya terasa kering.


Tak berselang lama Lena pun ikut tertidur. Regar segera menepikan mobilnya dan menghubungi orangnya.


"Kena kau."batinnya tersenyum puas."


....


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


Sorry baru muncul guys.

__ADS_1


__ADS_2