Air Mata Delena

Air Mata Delena
SAH


__ADS_3

Seorang wanita cantik tengah duduk dengan gelisah,kedua tangannya saling menggenggam erat menatap pantulan dirinya di depan cermin dimana MUA tengah meriasnya.


"Nona,anda cantik sekali."puji seorang Mua menatap puas pada hasil karya mereka.


"Benar,kami pastikan calon suami nona tak akan berkedip melihat nona."rekannya memberikan anggukan setuju.


Lena tersenyum tipis,walau pernah melewati masa pernikahan tapi tak menampik jika saat ini ia merasa sangat gugup.Ia akan kembali menyandang status sebagai seorang istri setelah perpisahannya dengan sang mantan. "Terima kasih."balas Lena.


Setelah memastikan penampilan Lena ,para wanita itu keluar atas permintaan Lena.


"Mom."suara bocah tampan mengalihkan perhatian Lena,wanita itu tersenyum menatap pria kecilnya yang sudah terlihat tampan dengan setelah tuxedo tampak pas di tubuh kecil Alex.


"Hei kau tampan sekali sayang."Lena merentangkan kedua tamgannya menyambut Alex yang masuk kedalam dekapannya.


"Hemm,Alex memang selalu tampan mom."Lena terkekeh mendengar jawaban narsis Alex. Alex mendongak menatap wajah wanita yang ia anggap sebagai ibunya dengan mata bulatnya mengerjap-erjap. "Alex senang mommy akan menjadi mom untuk Alex.Tak ada lagi yang akan mengejek Alex."ucap bocah tampan itu masih menatap lekat pada Lena.


"Mommy akan selalu menjadi mom untuk Alex.Jika ada yang berani mengejek putra tampan mom ini,mom akan memghukum mereka."ucap Lena kembali membawa pria kecilnya untuk ia peluk.Lena sangat mengerti dengan sorot mata penuh kerinduan akan sosok Ibu dari Alex,bahkan tak jarang Lena sering kali melihat bocah tampan itu menangis menatap sebuah foto yang ia yakini sebagai ibu kandungnya.Diusianya yang masih sangat kecil bahkan Alex belum pernah melihat sosk ibu yang melahirkannya kedunia,bocah itu seakan haus akan kasih sayang seoarang ibu.


"Berjanjilah,mommy tak akan meninggalkan Alex."Lena tersenyum melihat uluran jari kelinggking mungil itu.Lena ikut mengulurkan kelingkingnya.Pinky promise.


"Mommy tak akan meninggalkanmu sayang."ucap Lena mengecup gemas kedua pipi Alex.


"Sampai waktu itu tiba." Lanjut Lena dalam hati.


"Mommy yang terbaik."Alex sudah terlihat ceria kembali di depan Lena.


Di ambang pintu sana ,Mama Lili tersenyum hangat. "Tak salah aku memilih calon mantu,mama harap kalian dapat hidup bahagia."batin Mama Lili.


"Pah,lihat mereka terlihat manis."Mama Lili mendongak menatap papa Sandy yang juga tengah menatap betapa cucunya bahagia bersama Lena.


"Mama benar,papa merasa tenang jika putra nakalmu itu sudah mendapatkan pawangnya."ucap papa Sandy yang di hadiahi cubitan kecil di perutnya.

__ADS_1


"Dia juga putramu pah."ucap Mama Lili kesal. "Ya ya ya anak itu selalu saja menyita perhatian mama dan karena itu juga Mama harus menemani anak itu."Papa Sandy masih merasa kesal saat istrinya ini lebih memilih menemani putranya dan membuatnya merana karena di tinggal selama kurang lebih seminggu ini.


Mama Lili memutar bola matanya jengah,selalu tak mau mengalah.Anak dan ayah itu memang sering kali tak akur namun begitu , keduanya sangat menyayangi dengan cara mereka masing-masing. "Papa ini ,udah ah mama mau nyamperin mereka."Menghampiri cucu dan calon manantunya.


"Wah wah ada acara apa ini,sepertinya seru sekali."Mama Lili berjalan mendekati keduanya yang tersenyum pula menyambut Mama Lili.


"Mah."


"Kau cantik sekali sayang."Mama Lili memperhatikan penampilan Lena dengan riasan natural juga kebaya modern yang melekat indah di tubuh ramping Lena.Tak ada yang mengira jika Lena sudah pernah menikah,penampilan Lena terlihat layaknya seorang gadis manis nan ayu.


"Mama juga cantik."balas Lena memuji Mama Lili yang memang terlihat canti di usianya yang tak lagi muda.


"Kau ini,tapi memang sih Mama ini cantik.Lihat saja putra dan cucu Mama juga tampan kan?"ucap Mama Lili ddngan senyum mengembang.Lena mengangguk,memang tak salah lagi,kenarsisan kedua pria itu pasti menurun dari Mama Lili.


Skip.


Lena menuruni anak tangga dengan masing-masing tangan menggenggam tangan Mama Lili dan papa Sandy yang mengiringinya.Seperti saat dulu ia pun tak ada yang menemani saat menjalani pernikahannya bersama Aldi.


Tuan muda kecil itu tampak tersenyum samar dengan buket bunga di tangannya membuat para tamu merasa gemas,Alex berjalan seolah dirinya menjadi pemandu bagi mommy nya.


Kini keduanya tengah duduk di kursi berhadapan dengan pak penghulu yang akan menikahkan mereka.


"Ehem,nanti saja tatap-tatapannya di lanjut."Rey berdecak kesal.Papanya ini menganggu sekali.


"Kau cantik."Rey masih sempatnya membisikan kata itu untuk Lena,wajah Lena sudah terasa panas terlebih beberapa tamu bersorak merasa pasangan itu begitu sosweet.


Rey menerima jabat tangan pak penghulu dan dalam satu tarikan nafas Rey mengucapkannya dengan lantang hingga terdengar kata 'SAH'


Rey melirik Lena dengan senyum mengembang bersamaan dengan doa yang mereka panjatkan.


Para tamu undangan memberikan selamat.Di kediaman Cakrawala pernikahan mereak digelar,dengan tema outdoor.Tak banyak yang di undang dalam acara ijab kabul dan itu atas permintaan keduanya yang ingin acara berlangsung hikmat.

__ADS_1


Acar di lanjutkan dengan resepsi pernikahan,untuk kali ini Mama Lili menulikan telinga saat Rey terus saja mengeluarkan protesnya.


"Sial,kenapa tamunya banyak sekali."umpat Rey yang merasa pegal terus berdiri di atas pelaminan menyalim para tamu.


Rey melihat kesamping kirinya,wajah letih Lena membuat Rey tak tega.Rey menatap biang dari kekesalannya dan siapa lagi jika bukan Mamanya.


Di bawah sana Mama Lili tersenyum melihat raut wajah Rey yang terlihat kesal. "Rasakan."Mama Lili merasa kesal karena acara yang sudah susah payah ia rancang gagal karena putranya ini malah menggelar dengan sederhana terlebih jumlah undangan yang sedikit.Tentu saja Mama Lili tak menyetujuinya,ia memiliki banyak teman dan pastinya harus ia undang kan?


Di atas pelaminan Mereka masih berdiri dengan senyum yang tak luntur.


"Pegel juga lama-lama bibirku ini."batin Rey.


"Len jika kau lelah duduklah dulu."ucap Rey pada istrinya.Apa Istri? Tentu saja,Rey kan baru saja menghalalkan wanita cantik itu.


"Aku tak apa Rey,aku masih kut kok."Melihat Lena yang tak mau menurut membuat Rey merasa kesal.Tanpa pikir panjang Rey mengakat tubuh Lena hingga membuat Lena terkejut akan aksi Rey yang tiba-tiba.


"Rey apa yang kau lakukan?turunkan aku."Lena mencoba berontak tapi tatapan Rey membuat nyalinya menciut.


"Kau lelah dan itu semua karena tamu undangan sialan itu."Rey terus berjalan tanpa memperdulikan para tamu yang masih banyak.Biarkan saja toh ada mama dan papanya yang akan mengurus kekacauan yang ia buat.


Semua para tamu hanya menatap sepasang pengantin yang menjnggalkan pelaminan dengan melongo.


"Ck,anakmu itu selalu saja membuat kita susah."gerutu Papa Sandy.


"Ck,kau lupa siapa yang menanam benih hingga tumbuh dia."Mama Lili menatap banyaknya tamu dan mau tak mau ia dan sang suami lah yang menggantikan berada di atas pelaminan untuk menyalami para tamu.


"Mah,kaya devaju ya.Berasa ngulang waktu dulu."ucap Papa Sandy.


"Iya pah,anggap aja kita lagi nostalgia."balas Mama Lili.


....

__ADS_1


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


Sory telat guys,tetap semangat menjalani hari.


__ADS_2