
Happy Readingā¤
Saat ini Lena tengah berada di taman rumah menemani bocah laki-laki yang terlihat asyik bermain sepeda. Saat sampai tadi Lena melihat Alex yang merajuk, anak laki-laki itu bahkan mengurung dirinya di dalam kamar hingga Reymond harus memanggil Lena karena khawatir akan keadaan putranya.
Sesekali Lena menatap Alex dan kembali fokus pada kertas da pinsil di tangannya, gerakan tangannya begitu mahir hingga goesan-goresan itu menghasilkan sebuah gambar yang terlihat cantik dan menarik.
"Mah , mama lagi gambar apa?"
Setelah puas bermain sepeda Alex berjalan menghampiri Lena yang saat ini duduk di sebuah gazebo di taman.
"Tidak ada,mama hanya menggambar pakaian ini."Lena menunnukan hasil gambarnya pada Alex yang menatap kagum.
"Wah ...mama arsitek ya? Bagus banget gambarnya."ucap Alex melihatnya.
Delena tertawa kecil mendengar pujian dari Alex,dia bukanlah seorang arsitek yang di maksud namun memang sedari kecil Lena sangat suka memggambar.
"Mama bukan seorang arsitek , tapi mama suka menggambar sayang."Delena dengan lembut mengelus rambut Alex yang kini tengah berbaring menjadikan pahanya sebagai bantalan.
"Emm bagaimana kalo mama buka butik saja."Ucap Alex memberi ide,anak laki-laki itu seoalah berfikir layaknya orang dewasa.
"Nanti mama pikirkan, apa sudah selesai bermainnya?"tanya Lena.
Alex mengangguk. "Alex lapar."gumamnya sambil memegang perutnya.
"Kau lapar hmm, baiklah mama akan siapkan makanan untukmu, kau tunggu disini saja ya."
Alex menggeleng . "Alex mau bantu mama di dapur ,Haikal sering bercerita jika ia juga membantu ibunya di dapur."
Sorot mata sendu Alex saat bercerita membuat Lena ikut merasakan perasaan sedih, anak kecil ini terlihat sangat membutuhkan figur seorang ibu.
"Mama akan selalu menemanimu Alex meski aku bukanlah mama kandungmu tapi aku akan mencurahkan kasih sayangku padam."batin Lena. Empat tahun membina rumah tangga dan ia sangat mengharapkan sosok malaikat kecil dalam hidupnya namun ia masih belum di beri kepercayaan untuk mengandung dan memiliki anak.
"Ok, ayo kita kedapur ."Lena memegang jemari Alex yang tampak riang.
__ADS_1
Keduanya terlihat begitu asyik memasak bersama di dapur hingga tubuh keduanya bahkan terlihat tepung yang menodai hingga wajah.
"Aku tidak pernah melihat tuan muda sesenang ini semenjak kehadiran Mbak Lena."
"Iya kau benar, mereka terlihat begitu dekat dan serasi,lihatlah mereka berdua lucu sekali."
Para pelayan yang menyaksikan adegan itu ikut senang karena tuan muda mereka yang sekarang terlihat ceria dan bahagia.
Pandangan menyejukan mata itu juga tak lepas dari sepasang mata yang saat ini tengah menatap dari layar ponsel yang tersambung dengan CCTV di keduamannya.
Di kursi kebesarannya,Rey tersenyum melihat putranya yang terlihat happy , pandangan Rey mengarah pada wanita yang di kenalnya irit bicara saat bersamanya bahkan untuk senyum pun Lena seakan pelit.
"Wanita ini ternyata bisa tertawa dan tersenyum juga."gumam Rey menatap lekat wajah Lena yang terlihat sesekali mengoleskan tepung di wajah mungil Alex saat dengan jail bocah itu menempelkan tangannya yang terisi penuh tepung pada pipi Lena.
Asisten Ron yang sedari tadi melihat tingkah atasannya yang tersenyum menatap ponselnya bergidik ngeri sendiri. Pria itu pasalnya akan selalu menampakan wajah garang dan serius saat berada di luar dan momen ini sangat langka ia temukan.
"Emm tuan, Ada telfon dari nona Nadia."ucap Ron saat melihat ponselnya berddring dan melihat nama kekasih tuannya di layar ponsel.
"Halo Nad, ada apa kau menghubungiku?"tanya Rey saat panggilan sudah terhubung.
Nadia yang berada di sebrang saja mengerutkan kening karena selama menjalin kasih Rey tak lagi memanggil namamya.Tapi ini?
Memilih mengabaikan Nadia kembali mengutarakan niatnya menelfon Rey.
"Sayang apa kau bisa mememaniku berbelanja siang ini? Aku ingin kau menemaniku ya plis..."terdengar suara Nadia manja di sebrang sana.
Rey melihat banyaknya berkas yang tertumpuk di mejanya lalu menghela nafas sejenak.
"Maaf Nad, Sepertinya aku tak bisa,pekerjaanku masih banyak."ucap Rey yang seketika membuat Nadia berang karena kesal,sebelumnya ia sudah berjanji pada teman-temannya akan menunjukan siapa kekasihnya dan membuat mereka semua iri tapi Rey membuat anggannya patah begitu saja.
"Tapi Rey, Kali ini saja . Kalau kau tak menuruti permintaanku kita akhiri saja hubungan kita."Nadia terdengar memberikan ancaman berharap Rey akan menuruti keinginannya.Selalu saja begitu dan lama-lama Rey jengah menghadapi sikap Nadia yang semakin berani padanya.
"Nad, jangan bersikap seperti anak kecil, aku akan menemanimu jika pekerjaanku sudah selesai, nanti malam kita bertemu."
__ADS_1
Setelah obrolan itu, Rey memijit pelipisnya yang terasa berdenyut, Hubungannya dengan Nadia yang sudah berjalan dua tahun namun sampai saat ini kekasihnya itu terlihat belum mendekatkan diri dengan putranya.
Hubungan yang terjalin untuk membahagiakan putra satu-satunya namun Alex bahkan menolak mentah-mentah kehadiran Nadia.
Rey kembali fokus dengan berkas-berkas di atas meja kerjanya agar segera pulang untuk melepas penat.
Sore hari Di kediaman Cakrawala.Sebuah mobil mewah terparkir.
Rey keluar dari dalam mobil dengan penampilan yang terlihat cukup berantakan, pria itu berjalan hingga suara tawa di ruang keluarga mengusik pendengaran Rey saat melintas dan melihat putranya tengah bermain betsama Lena di atas karpet bulu.
"Papa sudah pulang?"Alex yang yang melihat papanya pun berlari ,Rey menangkup dan menggendong putranya.
"Hmm, baru saja, apa yang kau lakukan ?"tanya Rey.
"Kqmj sedang bermain ular tangga pah, tapi Alex kalah terus."Bibir mungil itu mengerucut.
Rey tersenyum membawa tubuh Alex hingga memdekat pada Lene yang berdiri dengan senyum tipis.
"Kau bisa pulang, ini sudah sore pasti suamimu mencarimu."ucap Rey menurunkan Alex dari gendongannya dan melangkah pergi menuju kamarnya.
Lena terkejut saat majikannya menyebut kata suami.Seingatnga ia tak pernah memberitahukan statusnya pada siapapun.
"Sayang mam pulang dulu ya,besok mama kembali lagi."ucap Lena mengelus surai hitam kecoklatan itu.
Alex mendesah tak rela. "Yah...kenapa mama gak tinggal aja sih di sini."
Lena hanga tersenyum menanggapi gerutuan Alex.
Melihat tubuh Lena yang sudah menghilang,Alex langsung melangkahkan kakinya menuju ruangan kepala pelayan.
...
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
__ADS_1