
Happy Reading❤
Di rumah besar itu Rey pulang dengan raut wajah datar, masalah yang menghampirinya membuatnya pusing.Setelah perkara rangrang tadi Rey memutuskan pergi dari sana menuju klinik terdekat dan setelahnya ia pulang kerumahnya.
Sapaan dari para pelayan di abaikannya begitu saja,pria tampan itu sesekali mengumpat pada pria yang dengan seenak jidatnya membawa Lena pergi.
Melewati kamar putranya Rey menghentikan langkahnya saat mendengar suara putranya yang terlihat seru seperti tengah berbicara dengan seseorang.
"Boy, kau sedang berbicara dengan siapa?"tanya Rey saat sudah membuka pintu kamar putranya.
Alex yang melihat kedatangan papanya secara tiba-tiba membuat bocah tampan itu dengan cepat menyembunyikan ponsep miliknya.
"Emm Alex baru saja habis nonton film kesuakaan Alex Dad."jawab Alex tenang dengan jemari telunjuk menunjuk televisi.
Rey menatap layar televisi yang menyala dan memang benar film kartun tengah tayang di sana.
"Hmm jangan lupa makan, Daddy masuk kamar dulu."ucap Rey tersenyum pada putranya.
Bocah tampan itu hanya menyengir memperlihatkan deretan giginya.Setelah melihat Daddy nya menghilang di balik pintu Alex kembali mengangkat ponselnya dimana di layar terlihat wanita baya yang masih terlihat cantik di usianya yang tak lagi muda.
"Hufftt hampir saja oma."ucap Alex sedang wanita yang di sebut oma terkekeh geli melihat cucu tampannya yang tadi terlihat panik.
"Cucu oma, pokoknya kau harus terus memberikan kabar terbaru oke. Oma tak sabar ingin bertemu denganmu."ucap oma di sebrang sana.
"Oh ya oma juga harus membuat nenek sihir itu menjauh dari Daddy."pinta Rey.
"Kalo itu tenang saja,oma kemang akan menendang wanita itu."sungut oma menggebu. "Yasudah kau istirahat ya jangan banyak main."lanjut oma.
"Siap oma cantik."Alex mengacungkan jempolnya dan mereka tertawa lepas karena sudah seperti agen mata-mata saja.
...
Delena mengemasi barang-barangnya saat jam menunjukan pukul empat sore, wanita cantik itu tersenyum kecil menatap bingkai foto dimana dirinya dan Alex tertawa lepas saat jalan-jalan di pantai.
Lena mempercepat gerakannya saat ia juga teringat akan permintaan Akex yang ingin di masakan masakan kesukaannya.
__ADS_1
"Sinta saya pulang dulu ya."pamit Lena pada asistennya.
"Iya buk, sisanya biar saya yang urus."ucap Sinta tersenyum pada atasannya.
Semua pegawai yang bekerja sangat senang karena sikap Lena yang baik dan mau berbaur dengan mereka.
"Oh ya Sin, untuk gaun pesanan bu Muna tolong kamu siapin untuk di kirim ya."ucap Lena lagi.
"Iya buk."jawab Sinta.
Skip.
Lena melajukan motornya hingga sampai di kediaman Cakrawala, Lena tersenyum pada para pekerja yang berpapasan dengannya.
Memasuki kamar Lena menaruh tas kerjanya lalu mulai melakukan tugasnya, Lena memasak dengan lengkungan di setiap sudut bibirnya , sesuai kata pepatah masakan akan enak jika yang memasaknya dalam suasana hati yang baik.
Kegiatan Lena tak lepas dari pria tampan yang sedari tadi memperhatikan semua kegiatan wanita itu. Rey yang hendak mengambil air di kulkas urung dan menyenderkan tubuhnya dengan kaki menyilang di meja pantri.
"Manis."ucap Rey tanpa sadar, matanya terus menatap wanita dengan rambut di cepol asal juga keringat yang menetes di pelipis mengalir hingga leher. Errrr sungguh Rey merutuki adik kecilnya yang mulai bereaksi hanya dengan menatap calon momy putranya itu.
Puas memandangai , Rey berdehem cukup keras.
"Hemm."
Lena yang tadi asik pun menoleh dan melihat Rey yang berdiri di depan kulkas dengan meneguk air dingin namun Lena kembali melanjutkan kegiatan memasaknya seakan tak terganggu akan sosok pria tampan itu yang berada di dapur.
Melihat itu Rey menatap sebal, sungguh wanita ini tidak peka sekali.Pikir Rey.
"Apa yang sedang kau lakukan.?"tanya Rey basa-basi seraya melangkah mendekat.
"Mandi."jawab asal Lena.Wanita itu lama-lama jengah juga dengan sikap Rey yang seolah-olah mereka itu dekat.
Rey melirik dengan ekor matanya lalu mencondongkan tubuhnya hingga terlihat jika Rey tengah mengukung tubuh mungil itu dari belakang.
"Bagaimana kalo aku memandikanmu."bisik Rey tepat di telinga Lena.
__ADS_1
Lena memang terlihat cuek tapi percayalah jika saat ini wanita cantik itu sungguh merasa jantungnya serasa mau menloncat keluar dari tempatnya.Hembusan hangat nafas Rey membuat bulu kuduk Lena meremang.
Rey tersenyum kecil menyadari kegugupan wanita di depannya ini, rona merah yang menjalar hingga telinga sungguh Rey sangat senang menjahili wanita yang jika selalu berbicara dengannya hanya seperlunya saja.
"Emm tuan bisakah anda menyingkir , saya mau keluar."ucap Lena yang semakin merasa gugup bahkan Lena tak ingin menoleh kesamping atau bibir pria itu akan mengenai pipinya.
"Memang apa yang ku lakukan? jika ingin pergi ya pergi saja."ucap Rey santai.
Lena berdecak kesal. Bagaimana mau bisa pergi jika kedua tangan kekar duda tampan itu bertumpu pada meja dapur dan semakin mengikis jarak antara mereka.
"Ayolah tuan pliss, saya masih harus menyiapkan semua masakan ini."Nada suara Lena terdengar lebih kecil dari sebelumnya.
"Boleh tapi sebelumnya biarakn aku mencicipi masakanmu ini."Rey melihat telapak tangan Lena yang berisi kuah sayur dan belum sempat dicici oleh Lena.
"Baikalah...."
Tanpa kata Rey meraih telapak tangan dan menjilat kuah sayur dengan nikmat.
Lena yang mendapatkan perlakuan tiba-tiba itu terkejut dan tak bisa menghindar.
"Sangat nikmat."ucap Rey menatap wajah Lena yang masih membatu.
"Eh tu-tuan sepertinya tuan muda Alex memanggil, saya akan kesana."
Buru-buru wanita itu pergi dengan perasaan aneh yang menjalar, Lena terus menatap kedepan tanpa menoleh kebelangan dimana si pembuat ulah tengah tertawa lepas menatap kepergiannya.
"Asataga dia lucu sekali."batin Rey.
" Nyonya Reymond."gumam Reymond tersenyum , untuk sejenak ia bisa melupakan setiap masalahnya bahakan masalah Nadia yang cukup membuat kepalanya mau pecah. Bagaimana tidak pecah jika wanita itu mengancam akan membocorkan pada semua orang tentang hubungan mereka , Rey cukup tau sifat Nadia yang ambisius dan ia tak bisa menyepelekan wanita itu.
....
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
Thanks ya yang udah mau baca nopel akoh😊
__ADS_1
Kasi Like Komennya dunk biar me cemangat nulisanya😄