
Lena mengerjapkan matanya saat merasa tubuhnya kian sesak.Samar-samar ia lihat jika hari sudah menjelang pagi.
Kepaanya menengok kesamping dan matanya membola sempurna saat melihat seorang pria tengah tertidur dengan nyamannya di sampingnya dengan merengkuh erat dirinya layaknya bantal guling.
"Asss,kau hampir melupakan status barumu Len."gumamnya saat sadar jika kini ia sudah berstatus sebagai seorang istri.Merasa sesak Lena berusaha melepaskan diri namun semakin ia berusaha semakin erat pula pelukan itu.
"Ishh,yaampun."Lena menatap dirinya yang terlihat seperti kepompong dalam dekapan Rey. "Rey lepaskan,ini sudah pagi."ucap Lena menatap pria yang masih setia memejamkan matanya seolah tak measa terusik dengan gerakan Lena.
"Rey,ayolah.Aku harus membangunkan Alex."Lena berdecak kesal karena bukannya melepaskan Rey malah semakin mendekap dan mengusakkan wajahnya ke Squishy Favoritnya.
"Ah nyamannya."batin Rey.Bukannya tak mendengar gerutuan Lena tapi Rey masih ingin menikmati suasana pagi seperti ini.Bermanja-manja dengan wanitanya.
"Aku tau kau pasti sudah bangun.Ck lepaskan aku hei."Lena menepuk-nepuk kedua pipi Rey yang di tumbuhi jambang halus di sekitarnya.Semakin menanbah ketampanan suaminya.
"Tunggulah sebentar lagi."gumam Rey tak terlalu jelas namun masih bisa di mengerti oleh Lena. "Dan berhentilah bergerak seperti itu sayang."lanjutnya saat gerakan Lena yang kembali memancing adik kecilnya untuk bangun.
Lena membiarkan untuk beberapa saat,tangannya terulur mengelus kepala Rey semakin membuat pria itu nyaman saja. "Kita disini samapi besok saja ya."Rey mendongak menatap Lena yang juga tengah menatapnya.Melihat wajah Rey terlihat menggemaskan seperti ini sungguh momen yang sangat langka.
"Tidak bisa Rey,kita harus turun.Aku juga harus membantu menyiapkan keperluan Alex."Lena mencba berbicara selembut mungkin agar Rey mau melepaskannya.Namun Rey malah semakin mengusakkan wajahnya keperut Lena juga kedua tangan yang melingkar di perut ramping itu.
"Tidak,anak itu sudah besar jadi dia bisa mengurusi dirinya sendiri,lagian ada pelayan kan."Ucap Rey yang mendapat hadiah cubitn di lengannya.Lena tak habis pikir dengan Rey yang bertingkah aneh dan menyebalkan pagi ini.
__ADS_1
"Hei,dia masih sangat kecil untuk mengurusi dirinya sendiri.Eh apa yang kau lakukan?"Melihat gelagat aneh Rey yang mulai menunjukan sinyal bahaya.
"Lihatlah dia sudah bangun."Lena mengikuti tatapan mata Rey hingga kedua pipinya memerah,ia masih ingat betul bagaimana adik kecil suaminya itu membuatnya lemas dan terkapar.
"Tidak lagi Rey,ini saja masih sangat sakit."Lena mencoba mendorong dada bidang Rey sekuat tenaga.
"Tidak sebelum kau berhasil menidurkannya."Rey mengambil star dengan menempelkan bibirnya dengan Lena,membubgkam agar wanitanya tak lagi protes.
Sekuat apapun Lena berusaha untuk melawan namun pada akhirnya ia kalah juga dengan keinginannya yang juga mendamba setiap sentuhan nakal Rey.
"***..Jangan digigith."Lena mendongakkan kepalanya merasakan sensasi nikmat.
"Bersiaplah baby."Rey sudah bersiap setelah cukup pemanasan dengan gerakan tak sabar.
"Ada yang mengetuk pintu,bukalah dulu."ucap Lena.
"Ck , biarkan saja."Rey yang hendak ingin melanjutkan kegiatannya kembali urung saat bunyi ketukan semakin keras bahkan sudah menyerupai gedoran penagih hutang.
"Kau lihatlah dulu."
"Awas saja,akan ku sembelih."Rey dengan gerakan cepat memakai boxernya dan membuka pintu dengan wajah masamnya.
__ADS_1
"Mom,Alex merondukanmu."Bocah tampan itu menyelonong masuk kedalam kamar kedua orang tuanya tanpa permisi membuat Rey mengeram frustasi.Jika sudah seperti ini,bisa dipastikan acara indehoynya gagal total.
Di atas ranjang sana Lena tersenyum menyambut putra tampannya yang tampak sudah rapi dan wangi. "Wah putra mommy sudah tampan."
"Iya dong mom,oh ya mom.Tadi Alex mandi sendiri loh."ucapnya bangga.
"Pintatnya anak mommy."Memberikan kecupan di seluruh wajah Alex yang tertawa kegelian akaibat ulah mommy nya.
Rey tersenyum hangat menyaksikan keduanya tampak sangat akrab,namun detik lemudian ia mendengus saat sadar jika adik kecilny tengah merajuk karena tak mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Hah,pengganggu kecil ini.Bersabarlah kita akan bermain dengan Mis Lix untuk saat ini."gumamnya melangkah gontai memasuki kamar mandi dan menutupnya keras.
"Daddy kenapa mom?"tanya Alex mentap Lena yang mengulum senyum geli.
"Mungkin Daddy mu sedang kebelet.Oh ya ini pagi-pagi gini tumben Alex menghampiri mommy."
"Habisnya mommy lama sih.Mom,nanti malam mommy tidur di kamar Rey ya."pinta bocah tampan itu.Lena bingung ingin menjawab apa,tapi melihat wajah memelas Alex Lena tak tega.
"Baiklah anak mommy,yasudah sekarang Alex turun dan tunggu di meja makan ya."Alex mengangguk lalu turun dari ranjang.
Lena menatap pintu kamar mandi.Sudah dapat ia tebak apa yang sedang di lakukan suaminya di dalam sana.
__ADS_1
....
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!