
Happy Reading❤
Selama perjalanan Aldi berusaha mencairkan suasana dengan terus mengajak Lena memgobrol walau wanita itu terlihat acuh dan menganggap ucapan Aldi hanyalah angin lalu.
"Len, mas rindu sama kamu."ucap Aldi di sela-sela menyetirnya ia menatap Lena dengan tatapan sendu sarat akan penyesalan.
"Kamu pasti gak percaya kan, tapi mas beneran kangen sama kamu sayang."ucapnya lagi.
Dalam hati Lena berdecih mendengar semua ungkapan itu, baginya semuanya tak lagi berarti baginya.Dulu,pria ini suka mengucapkan janji namun dengan mudah pula ia ingkari.
Aldi menghela nafas melihat wanita di sampingnya tak merespon ucapannya,pikirannya berkecamuk.
Kendaraan melaju sangat lamban bagi Rey, rasa tak sabaran mendominasi.Ingin sekali rasanya ia menyalip dan memberhentikan mobil yang menurutnya berjalan seperti siput itu.
Tak lama mobil berhenti di sebuah pantai, Lena tentu saja ingat dengan tempat ini,tempat yang menyimpan banyak kenangan manis saat mereka masih bersama dulu.Aldi yang memperlakukan bagaikan ratu dan sikap lemah lembut dan penuh perhatian yang di tunjukan oleh Aldi padanya saat itu sangat membuatnya senang , namun semua itu pupus sudah.
"Kamu ingat tempat ini sayang."Aldi menatap jernihnya air pantai dengan senyum mengembang. Aldi ingin mengenang momen indah mereka berharap wanita yang selama ini bertahta di hatinya luluh.
"Anda membuang waktu saya yang berharga tuan."ucap Lena datar.
__ADS_1
Aldi menoleh menatap sendu wanita di sampingnya , rasa sesak melingkupi hatinya.Aldi meraih kedua tangan Lena walau wanita itu berusaha menyentak kasar namun Aldi tak membiarkan itu. Ditatapnya wajah ayu Lena. "Apa tak ada satu kesempatan untuku sayang, aku tau aku salah tanpa sadar telah mengabaikanmu dan lelih banyak menghabiskan waktuku dengan Tari, tapi kamu tau kan ini semua juga kemauan ibuk dan kamu juga dari awal mengizinkan."ucap Aldi memberikan alasan.
Delena tersenyum miris, inilah yang membuatnya tak kuat lagi.Pria ini begitu tak bisa mengambil sikap tegas hingga ibu mertuanya yang jelas-jelas tak menyukainnya ikut campur terlalu jauh bahkan hal semacam itu sering kali terjadi namun ia mencoba untuk bersabar untuk menghadapi ibu mertuanya itu.
"Aku udah gak bisa lagi lanjutin hubungan ini, mungkin kita udah gak jodoh lagi.Jadi tolong lepasin aku."Lena kembali berusaha menyentak tangannya namun genggaman itu semakin erat. Aldi menatap dengan sorot mata berkaca-kaca. "Pliss satu kali aja Len.Alu janji akan adil sama kali...."
"Adil?"Lena menatap sinis.Pria egois yang menginginkan keduanya. "Kamu pikir aku percaya sama semua ucapan kamu itu.Dan ya,aku gak mau jadi batu kerikil dalam hubungan kalian."lanjutnya terkekeh kecil.
Pria yang sedari tadi mengikuti kegiatan kedua manusia itu mengeram kesal saat tak bisa mendengar percakapan karena jarak cukup jauh.Rey terus saja melihat setiap interaksi yang jika di lihat keduanya terlihat sweet dengan mata beradu dan kedua tangan wanita di genggam erat oleh si pria.
"Ck, sok romantis."cibir Rey yang entah mengapa ia merasa tak suka.
"Gatal, ini gatal sekali."Rey mengaruk lengan dan kakinya dan benar saja, di bawah sana kumpulan rangrang seakan tengah berdemo menyerangnya.
Srak.
Srak.
Srak.
__ADS_1
Lena menoleh saat merasa ada orang lain selain dirinya dan Aldi di tempat itu namun tak lama karena Aldi kembali mengambil alih perhatiannya saat Aldi tiba-tiba saja berjongkok masih dengan masih menggenggam kedua tangan Lena.
"Lena ,aku mohon kamu kembali ya,Tari juga khawatir sama kamu."mohon Aldi.
Lena sekali lagi menyentak kasar tangannya hingga terpelas.
"Maaf, aku gak bisa hidup satu atap sama wanita itu, aku harap mas segera tau siapa Tari sebenarnya."ucap Lena.
Aldi mengerutkan keningnya. "Apa maksud kamu Lena? Kamu mau bilang kalo Tari bukan wanita baik-baik begitu, mas tau kamu ngomong gitu karena kamu merasa gak terima karena belum bisa kasih mas anak, mas ngerti itu dan mas akan terima kamu kembali dengan tangan terbuka sayang."
"Mas mohon kembalilah."lanjutnya lagi.
"Aku gak perlu jelasin lagi mas, hubungan kita udah selesai dan ini."Lena meraih cinin di dalam dompetnya dan menyerahkannya pada Aldi. "Aku kembalikan cincin ini, aku bukan lagi istrimu."
Setelah mengucapkan itu Lena pergi meninggalkan Aldi yang mematung dengan cincin di genggamannya, cincin yang dulu ia berikan untuk mengingat cinta mereka dalam tali pernikahan kini kembali padanya.
......
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
__ADS_1
Like komen sayang❤