Air Mata Delena

Air Mata Delena
21


__ADS_3

Happy Reading❤


"Lena buka pintunya!"Aldi mengetuk pintu kamar Lena sedang wanita yang berada di dalam sana tak mengindahkan.


"Lena cepat buka pintunya!"Lagi suara Aldi terdengar lebih keras dan memuntut.


Lena menatap malas pintu kamarnya yang terus di gedor ,mau tak mau Lena membukakan pintu kamar atau telinganya akan rusak jika pria itu terus berteriak.


Ceklekk.


"Mas kamu apa-ap...."


Lena tak melanjutkan ucapannya saat tangannya di tari oleh Aldi setelah pria itu berhasil menerobos masuk dan mengunci pintu kamar.


Aldi menghempaskan tubuh istrinya di atas ranjang sedang ia berdiri dengan raut wajah merah menatap tajam Delena.


"Mas sakit tau,kamu kenapa sih?"Lena memegang pergelangan tangannya yang terlihat membiru akibat cengkraman kuat dari Aldi tadi.


"Seharusnya aku yang tanya kenapa denganmu Lena? Kamu ngotot mau nginep di sana apa kamu main serong."Tuduh Aldi langsung,Aldi sungguh merasa panas saat kata-kata Tari terus terngiang juga sikap Lena yang berubah seolah membenarkan semua dugaan itu.


Delena tersenyum sinis,sampai disini bahkan suaminya ini belum bisa memahami apa yang terjadi.Menuduhnya melakukan perbuatan yang sama sekali tak ia lakukan.


Tak sadarkah jika semua ini juga berawal daru sikapnya yang membuat Lena sakit.


"Jawab aku Lena!"Aldi mendekat dengan wajah merah ,kemarahannya semakin naik saat melihat respon raut wajah Lena yang seakan meremehkan dirinya.


"Terserah kamu mau mikir apa mas,percuma aku jelasin kalo kamu lebih percaya sama istri kesayangan kamu itu!"Lena hendak beranjak dari ranjang namun tak bisa saat Aldi dengan cepat mengukung tubuhnya membuat pergerakannya terbatas.


Aldi tersenyum mengerikan menatap wajah Lena. "Jadi kamu ngakuin semua itu, Layani aku sekarang."bisik Aldi. "******."lanjutnya dengan kasar Aldi menjambak rambut panjang Lena kebelakng membuat Lena meringis kesakitan.


"Lepasin aku!"Lena berusaha untuk melepaskan diri dengan kedua tangannya menahan tubuh Aldi yang semakin mendekatkan dirinya mengikis jarak dengan Lena.

__ADS_1


Dengan jarak yang begitu dekat Aldi dapat melihat dengan jelas mata Lena yang memerah namun Lena menahannya agar air mata itu tak sampai tumpah.


Remasan tak kasap mata Aldi rasakan tepat di jantungnya ,ia tak ingin berbuat kasar bahkan sampai mengeluarkan kata hinaan untuk istrunya sendiri tapi amarah yang menguasai hatinya seolah membuatnya buta.


"Kau menolaku."Aldi hendak mencium bibir Lena namun wanita itu memalingkan wajahnya enggan untuk menatap Aldi.


"Lepaskan aku ! Lepaskan aku dari semua penderitaan ini."Lena menatap netra suaminya dengan sorot mata penuh luka.Lena sudah tak kuat lagi berada dalam lingkup poligami terlebih harus tinggal seatap juga sikap ibu mertua dan iparnya yang membuatnya kian terlihat seperti seorang pelayan di rumah itu.


"Sampai kapanpun aku gak akan lepasin kamu Lena!"Aldi menekankan setiap kata-katanya dengan gemuruh kuat di hatinya.


Lenanya,wanitanya meminta untuk di lepaskan.Sungguh Aldi sangat terkejut mendengarnya, ia tak terima itu.


Srekk.


Tanpa banyak bicara Aldi merobek pakaian atas Delena yang kian meronta di bawah kungkungannya.


Aldi menunduk hingga pria itu menelusupkan wajahnya menyusuri kulit leher Lena hingga turun pada kedua benda yang terlihat menyembul masih tertutup oleh bra.Tanpa banyak kata Aldi menunduk menyesap hingga meninggalkan tanda kepemilikannya di sana, Aldi terus melakukannya dengan kedua tangan mencengkram kedua tangan Lena hingga saat akan semakin turun kebawah.


Arghhh


Aldi meringkuk di ranjang dengan Lena yang melesat cepat mengambil cardingan dan menyambar berkas-berkas penting, Lena membuka pintu kamar dan berlari menuju luar mengabaikan dua pasang mata yang menatap aneh padanya.


Sedang Aldi di dalam sana masih mengerang kesalitan akibat tendangan kuat Lena pada barangnya berharganya.


"Sial!"umpat Aldi saat baru menyadari Lena berhasil kabur. Aldi bangkit hendak menyusul Delena namun di hentikan oleh kedua wanita beda usia itu.


"Diam di tempatmu!"Aldi menatap tajam pada Tari yang hendak berusaha menghentikan langkahnya.


Tari tertegun melihat tatapan tajam yang selama ini tak pernah di lihatnya begitupun dengan ibu Ani yang melihat putranya begitu kacau saat ini tak berani untuk bersuara.


🍒🍒

__ADS_1


Di kantor tepatnya di Cakrawala Grup , Rey yang baru saja melakukan meeting di cafe A , Rey tampak berjalan tergesa bahkan pria tampan itu menolak ajakan makan bersama kliennya di cafe mewah itu.


Dalam otaknya Rey terus berputar kotak bekal mickey mouse miliknya.


Rey memasuki ruangannya dengan pandangan mengedar mencari sebuah kotak yang di tentengnya tadi pagi.


"Kemana kotak itu?"Rey mengerutkan keningnya saat tak melihat kotak bekalnya.


Di belakang asisten Ron masuk tergesa saat tadi tuannya meninggalkan dirinya hanya demi sebuah kotak bekal.Sial sekali bukan.


"Ron cari kotak bekalku sekarang juga!"Rey yang melihat asistennya masuk langsung memberi perintah.


Asisten Ron berfikir sejenak hingga ia mengingat saat tadi berpapasan dengan OB dan terlihat OB itu membawa sesuatu tapi ia tak begitu menghiraukan karena mengejar tuannya.


"Ron !Apa yang kau pikirkan ,cepat cari!"


Asiaten Ron menatap tuannya yang terlihat raut wajah kesal.


"Emm tuan sepertinya tadi saat berpapasan dengan OB saya melihat OB itu menenteng sesuatu."ucap Ron.


"Apa maksudmu?"


"Kotak bekal itu,mungkin saja OB membawanya."lanjut asisten Ron.


Rey melotot tajam. "Cepat kau cari OB itu!"


Ron segera keluar mengejar seorang OB yang di duga sebagai dalang dari kemuraman wajah tuannya.


....


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!

__ADS_1


__ADS_2