
Happy Reading❤
"Kamu emang bener-bener udah berubah mas."
Saat ini Lena tengah berada di ruangannya , memikirkan berbagai macam cara agar bisa secepat mungkin terlepas dari suaminya namun buntu.Otaknya seakan tak bisa lagi untuk berfikir.
"Mas kamu jadi kan mau kenalin tuan Siregar sama mbak Lena?"tanya Tari dengan tangan bergelayut manja pada Aldi.
Aldi terdiam tanpa menjawab hingga Tari menyenggol lengannya merasa di abaikan oleh suaminya membuat wanita hamil itu kesal.
"Eh iya sayang."
"Ih kamu tu ya mas , pokoknya kita gak boleh lepasin kesempatan emas ini, lumayan kan tuan Siregar bakal kasih kita uang banyak kalo rencana kita berhasil."ucap Tari penuh semangat, dalam benaknya sudah tersusun berbagai macam barang yang akan di belinya.
Aldi tersenyum tipis. "Tapi aku gak yakin dia mau sayang."Aldi seakan ragu dengan rencana mereka.
Raut wajah yang semula berbinar kini redup,Tari mencebik. "Ih mas, mbak Lena gak bisa nolak karena mas masih sah suaminya ,lagian mbak Lena juga gak akan bisa berbuat apa-apa. Atau jangan-jangan mas masih suka ya sama dia."cecar Tari dengan nada ketus.
"Iya sayang jangan marah lagi, mas akan bawa Lena secepatnya. Ingat calon anak kita di dalam sini."Aldi mengelus perut buncit Tari dengan sayang.
Delena membuka matanya, saat pintu ruangannya di ketuk hingga lamunannya buyar.
"Masuk!"
Sinta, orang kepercayaan Lena masuk dengan berkas di tangannya.
__ADS_1
"Buk, sesuai jadwal sore ini kita akan bertemu dengan bu Muna di cafe A."jelas Sinta memberitahukan agenda hari ini.
Lena mengangguk sebagai jawaban.Keduanya pergi meninggalkan butik menuju tempat dimana kliennya berada.
Setelah selesai Lena dengan menggunakan sepeda motornya melaju menuju kediaman Cakrawala hingga sesuatu menyita perhatian Delena saat sekilas melihat sosok pria tampan yang tak asing di matanya tengah bercanda ria dengan wanita cantik di sampinya.
"Tuan Rey."gumam Lena dengan mata menyipit, namun setelahnya wanita cantik itu tak ambil pusing dan memilih mengabaikan.Toh bukan urusannya juga.Pikir Lena
🍒🍒
Keesokan harinya, Delena sudah menyiapkan diri untuk berbicara dengan Reymond.
Semalaman Lena memikirkan perkataan majikannya dan memutuskan akan menerima penawaran itu.
Tak lama mereka semua sudah kumpul di meja makan,seperti biasa Alex lah yang paling banyak bercerita mengenai sekolahnya sedang Lena menanggapi sesekali juga Rey yang menyimak cerita putranya itu.
"Mom, Caca bilang mau main nanti malam, apa boleh?"tanya pria kecil itu menatap Lena.
"Boleh sayang, Caca temen kamu yang kemarin ?"tanya Lena.
"Iya mom."
"Wah , Alex ternyata banyak teman perempuannya ya."ucap Lena menggoda bocah tampan itu saat mengingat kemarin seorang gadis kecil terlihat menunggu dan memberikan sebatang coklat pada pria kecil itu.
"Karena Alex tampan mah."ucap nya dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
Lena terkekeh geli melihat tingkah Alex yang begitu pogah saat mengucapkannya begitu juga dengan Rey.
Interaksi keduanya terlihat begitu akrab dan tanpa sadar Rey tersenyum tipis melihatnya, melihat putra kecilnya yang begitu dekat dan antusias saat bersama Lena.
Usai sarapan, Lena meminta Alex untuk masuk ke dalam mobil lebih dulu.
"Jadi apa yang ingin kau katakan!"Rey kembali duduk setelah melihat arloji di pergelangan tangannya menandakan jika pria tampan itu tak memiliki banyak waktu.
Delena menarik nafas dalam menghembuskannya perlahan, wanita itu mulai membuka suara dan mengatakan jika ia setuju dengan bantuan Rey begitu juga ia yang akan membantu Reymond.
Rey tersenyum namun terlihat jika senyum itu tengah mengejek.
"Baik, kau akan mendapatkan berita bagus dalam waktu dekat ini."Rey hendak mekangkahkan kakinya namun urung.
"Satu lagi, jangan pernah berharap lebih dari sandiwara ini!"ucap Rey pelan namun penuh penekanan menatap tajam Lena yang membalas tatapan pria tampan itu.
Lena terdiam ,seakan tak bisa menghirup udara bebas hingga majikannya itu menghilang di balik pintu.
"Hufttt..."Lena mengelus dadanya.
"Hais lagian siapa juga yang akan membawa perasaan dalam rencana konyol ini."gumam Lena , dalam benaknya ia harus menuntaskan permasalahannya dengan suaminya terlebih dahulu.
....
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
__ADS_1