Air Mata Delena

Air Mata Delena
17


__ADS_3

Happy Reading❤


"Jadi apa yang ingin kau tunjukan pada mama?"


Lena merasa bingung saat sudah sampai bocah laki-laki itu dengan antusias mengajaknya untuk memperlihatkan kejutan katanya.Bahkan kedua mata Lena di tutup oleh kain hitam agar semakin terlihat totalitas.


"Tunggu saja,eits jangan dibuka ma!"Alex memberi peringatan saat Lena meraba kain yang menutupi matanya.


"Tapi mama kan jadi susah jalannya."ucap Lena yang menggerakkan tangannya untuk meraba sekitarnya.


"Mama pegang tangan Alex , sebentar lagi kita sampai."


Hingga tiba di sebuah ruangan luas, Alex menuntun Lena agar posisnya pas sesuai yang ia inginkan.


"Alex hitung satu sampai tiga baru boleh dibuka."ucapnya dan Lena hanya mengangguk saja menuruti keinginan bocah itu.


Dalam hitungan ketiga Lena membuka matanya,Lena menatap tak berkedip sesuatu yang di bilang sebagai kejutan untuknya dan hal itu benar-benar berhasil membuat Lena terkejut.


Berbagai macam peralatan canggih menjahit beserta teman-temannya tersusun lengkap di ruangan besar ini. Lena menatap sekitarnya saat merasa hawa sejuk menerpanya.


"Alex bukapankah ini ruang santai papamu?"Tanya Lena yang mengingat jika ruangn ini merupakan tempat biasa tuan Reymond Raharja menikmati waktu senggang, pemandangan dari atas balkon semakin membuat nyaman untuk berada di dalam ruangan.


"Ya...dan Alex sudah meminta izin dari papa."jawab bocah itu santai.


Lena menggelengkan kepalanya mendengar ucapan santai Alex.Tidak taukah bocah itu jika ia merasa sangat takut jika berkaiatan dengan tuan Rey dan apa ini? Apa Alex yang sudah menyiapkan semua ini?


"Apa kau yang menyiapkan semuanya Alex?"Lena menunduk menatap pria kecil yang tersenyum mengangguk kecil.


"Hu'um, nanti mama bikinin Alex baju oke."


Lena menunduk dan memberikikan kecupan di semua sudut wajah Alex yang tertawa kegelian namun tak menolak semua itu.


"Baiklah, nanti mama buatkan baju yang bagus untukmu."

__ADS_1


Hari itu Lena dan Alex menghabiskan sisa waktu mereka di dalam ruangan dengan semua peralatan menjahit itu.


🍒🍒


Sore hari, Lena tengah menyiapkan makan malam untuk Alex setelah ia membantu keperluan Alex di kamarnya juga mengrjakan PR bocah itu.


Lena sesekali bersenandung kecil hingga hidangan sudah siap untuk di sajikan.Lena menatap jam tangan di pergelangan tangannya.


Lena mempercepat agar pekerjaannya cepat selesai dan ia bisa segera pulang kerumah walau rumah itu selalu membuat suasana harinya belangan ini memburuk.


"Mama malam ini temani Alex ya."Lena menoleh kebelakang saat suara anak yang di kenalnya mengalun dan melihat Alex tengah menatap dirinya dengan tatapan penuh harap.


Delena tersenyum lalu mengusap kepala Alex. "Maaf sayang tapi mama harus pulang nak."ucap Lena lembut.


Alex berdecak kesal dengan jawaban itu, sungguh ia mersa sangat bosan dan ingin tidur di ninabobokan oleh wanita yang ia panggil dengan sebutan mama itu.


"Ma, ayolah.Alex kesepian dirumah sendirian,papa sedang dalam perjalanan bisnis jadi temani Alex ya."


Alex mengangguk senang dan langsung menghambur kepelukan Lena yang menerimanya dengan senang hati.


Cukup lama mereka berpelukan dan melanjutkan dengan bercanda ria di ruang keluarga. Sebelumnya Lena sudah memberi pesan pada suaminya jika ia akan menginap di rumah majikannya,bukan Lena tak mencoba menelfon tapi berulang kali Suaminya itu tak mengangkat ,Lena merasa enggan untuk bersikap seperti layaknya istri yang baik dan penurut seperti dulu setelah apa yang ia dapatkan beberapa bulan setelah kehadiran wanita lain dalam rumah tangganya , namun Lena masih mengingat jika pria itu masih sah suaminya dan mencoba untuk tetap bersikap baik selama sisa waktu mereka bersama.


Azan magrib brkumandang,Lena segera mengambil ai wudhu dan mulai mengenakan mukena milik salah satu pelayan di rumah besar itu.


Saat akan menggelar sajadah terdengar suara pintu berderit dengan kepala mungil menyembul mengintip ruangan tempat beribadah yang biasa di gunakan oleh para pekerja di rumah besar itu.


"Kemarilah! Kenapa kau mengintip seperti itu?"Lena mengulurkan tangannya pada anak berusia lima tahunan itu, Alex berjalan pelan hingga sampai dekat di sisi Delena, sosok wanita yang ia inginkan menjadi mamanya.


"Kenapa hmm?"Lena berjongkok menyamakan tingginya dengan Alex.


"Mama lagi ngapain? Kok di tutupin gini?"Alex menatap dari atas sampai bawah penampilan Lena. "Alex pernah lihat bibi pakai ini tapi Alex gak tau untuk apa?"lanjutnya lagi dengan raut wajah bingung.


Delena tersenyum mendengar pertanyaan anak itu, ia paham karena selama ia bekerja tak pernah sekalipun Lena melihat atau mendengar tuan Rey menjalankan kewajibannya ataupun mengajarkan kewajiban muslim pada umumnya.

__ADS_1


"Mama mau sholat sayang, dan yang mama kenakan ini namanya mukena."jelas Lena dengan pelan agar mudah di mengerti oleh bocah itu.


Alex menganggukan kepalanya seolah paham. "Alex juga mau sholat."ucap Alex tiba-tiba yang membuat Lena terkejut akan ucapan Alex.


"Apa Alex yakin mau?"tanya Delena.


Alex mengangguk mantab dan Lena dengan perlahan mulai mengajarkan pelan-pelan hingga salam.


Lena menoleh kearah sampingya dimana pria kecil itu tampak terlihat tampan dengan satu set sarung kecil koko dan kopiah membungkus di tubuhnya.


"Bagaimana? Kau senang mama ajari?"


"Iya mah,besok lagi ya, Alex pake baju gini kalo waktu lebaran aja ma."ucap Alex dengan raut wajah sendu.


Melihat raut wajah Alex yang berubah menjadi sedih,Lena membawa tubuh mungil Alex kedalam pelukannya dan mengelus lembut punggung Alex.


"Mereka punya mama tapi Alex gak punya."Lena menunduk saat suara yang terdengar semakin lirih dan mata bulat yang mulai terpejam dalam pangkuan Delena.


Delena yang merasa tak ada pergerakan Alex sudah bisa memastikan jika bocah itu saat ini tengah tertidur ,ingin Lena membanunkan karena Alex belum makan malam namun hal itu ia urungkan merasa tak tega membangunkan wajah damai itu.


Pelan Lena mulai menggendong tubuh Alex dan membawanya kekamar pria kecil itu,Lena menarik selimut dan memakaikannya pada Alex.


"Mimpi indah, jangan pernah sedih lagi sayang."Lena memberikan kecupan hangat di kening sebelum keluar dan menutup pintu kamar dengan sangat hati-hati agar tak mengusik tidur pria kecilnga.


"Eh Tuan, sejak kapan anda di situ?"tanya Lena,ia begitu terkejut saat membalikan badan dan melihat tubuh tinggi tegap berada tepat di depannya dengan tatapan datar.


"Kau ikut keruanganku sekarang!"Rey membalikan tubuhnya menuju ruang kerjanya dengan Lena yang mengikuti langkah lebar Rey.


....


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


Dukung dengan cara like komen vote nya ya kawan😄

__ADS_1


__ADS_2