Air Mata Delena

Air Mata Delena
Biar Kapok


__ADS_3

Mama Lili menatap para pegawai yang tampak cekatan dalam melayani pelanggan.Senyum tipis terbit saat melihat bagaimana calon menantunya yang terlihat sibuk.


"Butiknya cukup besar."gumam mama Lili melihat pakaian yang terpajang di setiap sudut tempat.


"Aduh."wanita paruh baya yang jatuh terduduk di lantai sana tampak meringis lalu tatapannya mengarah pada mama Lili yang hendak mengulurkan tangannya namun di tepis oleh wanita itu.


"Buk,liat-liat dong, belanjaan saya jadi jatuh semua kan."tuding ibu itu dengan nada memyentak pada mama Lili.


Menilik penampilan dari ujung kepala hingga ujung rambut mama Lili tersenyum sinis.Dia merasa tak berbuat apa-apa tapi wanita itu tiba-tiba saja menyalahkannya.


"Huh,kalo sampe rusak anda harus ganti!"


"Maaf tapi yang jalan gak liat-liat bukannya ibuk ya."mama Lili menatap datar pada wanita paruh baya itu.


"Enak aja,main salahin saya."


"Maaf ada apa ini."Lena yang mendengar seorang yang bermasalah dengan mama Lili dari Sinta segera mendatangi.


"Kamu!"


Lena yang semula melihat mama Lili kini beralih pada wanita paruh baya yang sangat di kenalinya.


"Ibuk."Gumam Lena saat wanita yang tengah membuat keributan itu ternyata adalah mantan ibu mertuanya.


"Heh,udah belagu ya kamu semenjak cerai dari anak saya.Dasar istri gak tau di untung,sukur deh kalo Aldi ceraikan kamu."Ibu Ani tersenyum sinis dengan jari telunjuk mengarah pada Lena.


"Oh kalo di liat dari pakaian kamu ini,kayaknya kamu udah hidup enak ya."kembali ibu Ani mencibir.


Kumpulan itu menarik perhatian para penggunjung butik ,bu Ani tersenyum senang berfikir jika akan membuat malu mantan menantunya ini.


Lena bersiksp santai karena hal seperti ini sudah biasa ia alami,pelanggan yang datang dan membuat kekacauan.Ingatan Lena kembali pada saat istri kedua mantan suaminya itu datang dan membuat keributan sama seperti yang di lakukan oleh mantan ibu mertuanya ini.


"Ibu sama menantu sama saja."batin Lena tersenyum tipis.


Mama Lili yang sedari tadi memperhatikan tersenyum miring.Dari penampilannya saja mama Lili sudah bisa menduga jika wanita yang tengah menghina calon mantunya ini terlalu banyak gaya. "Heh,perhiasan imitasi aja sok keras."batin mama Lili sinis.Merasa jengah dengan segala bualan bu Ani yang terus berbicara menjelek-jelekan Delena.


"Ehem,maksud ibu ini bilang kayak gitu sama calon mantu saya itu apa?"Bu Ani menoleh menatap mama Lili.Melihat penampilan mama Lili yang terlihat berkelas seketika membuat bu Ani kicep.

__ADS_1


"Calon mantu?"Bu Ani menatap Lena lalu kemudian tertawa mengejek. "Oh jadi perempuan ini bisa berubah seperti ini karena sudah dapet cowo tajir ya. Ck pantes aja.Oh,atau jangan-jangan kamu ngerayu ya,heh dasar perempuan gak bener kamu ya."Lena tak terima dengan uacapan itu ,ia hendak mendekat namu Mama Lili mencekal tangannya dan memberi isyarat untuk diam.


"Kamu diem aja,biarin aja dia ngoceh."bisik Mama Lili pelan.


Bu Ani terus saja mengoceh hingga wanita itu menjerit marah saat tiba-tiba saja dua pria berbadan kekar memegang masing-masing lengannya hingga membuat Bu Ani tak bisa berkutik.


"Heh,apa-apaan ini.Lepaskan saya!"Bu Ani meronta namun tak bisa melepaskan pegangan erat itu.


Salah satu pegawai datang membawa buku catatan dan menyerahkannya pada mama Lili atas perintah nyonya besar Cakeawala.


"Kamu baca!"Mama Lili menyerahkan kembali buku catatan itu .Semua orang tampak penasaran dan mulai memasang telinga.


Pegawai itu membaca dari awal hingga akhir yang berisi kelakuan Bu Ani yang selama ini berbejanja di butik sebagai pelanggan VIP dan baru saja mendapatkan info jika Bu Ani kerap kali mengambil pakain dan pergi begitu saja.Bahkan dengan embel-embel kelas VIP bu Ani juga kerap ngobon untuk sebuah pakian mahal di butik itu.


Bu Ani terlihat pias mendengar pegawai itu membeberkan semua kelakuannya padahal ia berfikir sudah bermain aman dan tak ada yang mengetahuinya mengenai mengambil pakian diam-diam.


"Hais dari mana mereka bisa tau."Bu Ani semakin memberontak hendak lari,semua pengunjung yang sedari awal memang merasa tak suka dengan Bu Ani semakin geram saja karena mereka sudah mengenal owner yang jauh berbeda dengan apa yang di katakan oleh wanita paruh baya itu.


"Ini pasti boong ,saya bisa laporkan semua ini sama pemilik butik ini."ancam bu Ani dengan gaya pogahnya.


"Kayaknya kenal deh sama mukanya."


"Pasti dia bikin ulah lagi,dasar ya udah tua tapi banyak tingkah."


Seorang wanita dengan pakaian glamuor muncul dan mulai menjunjuk-nunjuk tepat di depan wajah Bu Ani.


"Heh,banyak uang ya bisa belanja sebanyak ini,bayar hutang kamu itu!"gertak ibu itu galak.Sedang Bu Ani merasa bingung ,memang ia memiliki banyak hutang di mana-mana.Tapi,ia merasa tak pernah meminjam atau berurusan sama ibu itu.


"Tapi..."


"Saya bisa tuntut kamu dan bawa perkara ini ke kantor polisi."ucap si ibu memotong.


"Kalian semua pasti sudah kerja sama kan?Kamu!"bu Ani menunjung dengan raut wajah marah pada Lena. "Ini pasti ulah kamu kan?Dasar perempuan gak tau diri.Saya akan laporkan kejadian ini sama owner butik ini ,biar kalian semua di tuntut."Ibu Ani menunjuk semua orang yang mengatainya.Bukannya takut mereka swmua malah bersorak semakin mengejek pada Bu Ani.


"Tolong bawa ibu ibi keluar!"titah Lena pada security.


"Heh J*lang aw...."

__ADS_1


Plak.


Telapak tanga halus mendarat di wajah yang mulai menua itu dengan entengnya.


"Sialan,lepas!"Ingin segera melepaskan dan membalas tamparan yang di berikan oleh si ibu tadi.


"Silahkan aja kamu laporkan, owner yang kamu maksud itu ada di depan kamu."Mama Lili berujar dengan kekehan kecil merasa senang melihat wajah pias dan raut terkejut bu Ani.


"A-Apa! Butik ini,gak mungkin wanita ini."Bu Ani melebarkan kelopak matanya.


"Sudah! Bawa perusuh ini keluar!"perintah mama Lili. "Dan ya,jangan biarkan dia masuk lagi kedalam butik ini!"


Akhirnya bu Ani di seret secara paksa dari sana dengan para pengunjung yang menonton siaran langsung itu.


"Mah,udah bisa di lepasin tangan Lena?"Mama Lili melirik dan tersenyum.


"Hehe,biarin aja.Abisnya kamu pasti mau nolongin mantan mertua kamu itu kalo mama lepasin."ucap Mama Lili santai.


Lena menghela nafas panjang,mama Lili terlihat sangat santai bahkan Lena bisa bertaruh jika si ibu dengan gaya glamour itu ada sangkut pautnya dengan mama Lili.


"Mah."


"Hemm,Kenapa Len?"


"Itu tadi bukan ulah mama kan?"tanya Lena menatap intens calon mama mertunya ini.


Mama Lili mengangkat kedua bahunya acuh dan Lena sudah dapat menyimpulkan itu.


"Apa sih Len,biarin aja sih.Lagian orang kaya gitu harus di kasi pelajaran biar kapok."Ucap mama Lili.


"Lagian kita gak perlu keluarin urat buat basmi si....siapa tuh?Bu Ani."


Saat ini hanya ada mereka berdua karena yang lain sudah bubar dan kembali keaktivitasnya masing-masing.


"Hemm.Ya sih Mah,tapi kasian juga sama Bu Ani."ucap Lena saat mengingat wajah paruh baya itu terlihat takut dengan gertakan tadi.


Mama Lili memutar bola matanya jengah. "Ya kalo kamu tolong yang ada makin ngelunjak dong.Udah ya dari pada mikirin mantan mertua kamu itu mending kamu temenin mama milih baju deh."Belum sempat Lena menjawab,tangannya sudah lebih dulu di tarik oleh wanita yang masih terlihat enerjik dan awer muda itu.

__ADS_1


....


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


__ADS_2