
Happy Reading❤
Malam hari Lena duduk di ranjangnya setelah menyelesaikan pekerjan rumah dan setelahnya ia memilih masuk kekamar mengabaikan kedua pasangan yang selalu memperlihatkan kemesraan mereka tanpa berfikir jika di dalam rumah itu tidak hanya mereka berdua yang tinggal.
Lena tersenyum saat apa yang di carinya telah berada di tangannya. Sertivikat rumahnya kembali kepadanya dan dengan segera Lena menyembunyikan sertivikat itu saat suara ketukan di pintu kamarnya terdengar cukup keras.
Ceklekk
Pintu terbuka menampilkan seorang wanita yang berdiri dengan berkecak pinggang menatap angkuh pada Delena.
"Heh.. kenpa kau lama sekali? Apa kau ingin membuatku menunggu lama di sini hah?"bentak Tari ,Lena hanya memutar bola matanya malas, ia sudah biasa dengan sikap Tari yang kian berubah hingga memerlihatkan sifat aslinya jika hanya berdua dengannya.
"Ada apa? Kenapa kau berteriak tidak jelas? Jika tak ada hal penting pergilah aku mengantuk !"Lena hendak menutup pintu karena kesal, tapi Tari menahan pintu itu hingga jemari tangan Tari terjepit dan sontak saja wanita hamil itu berteriak kesakitan.
"Aaaa...tanganku! Lena apa yang kau lakukan? aku akan laporkan sama mas Aldi."Tari mengibas-ngibaskan tangannya yang terlihat memar dan ada sedikit lecet di sana.
Lena berdecak mendengar itu,bukan salahnya tapi Tari yang ngotot ingin membuka pintu dan berakibat pada terlukanya tangan Tari.
"Kau bisa melaporkannya pada mas Aldi itu terserah padamu."ucap Lena lalu segera menutup pintu kamarnya dan menguncinya dari dalam.
Tari yang mendapat perlakuan seperti itu membuat wanita hamil itu geram, Tari yang hendak pergi tak sengaja melihat suaminya yang berjalan menuju kamar Lena.
"Kita lihat apa yang akan terjadi padamu Lena."gumam Tari tersenyum sinis.
"Auchh...."
Tubuh Tari berada di atas lantai membuat Aldi segera menghampiri istri keduanya yang terlihat kesakitan.
"Tari , apa yang terjadi?Kenapa kau bisa terjatuh hmm?" Aldi mengangkat tubuh itu hingga berdiri di depannya.
"Mas...perut aku sakit banget."Tari berucap dengan mimik wajah sangat meyakinkan hingga Aldi terlihat begitu percaya.
"Tadi mbak Lena...."
"Jadi Lena yang sudah bikin kamu kayak gini?"suara Aldi terdengar marah.Aldi berjalan mendekat kearah pintu kamar Lena dan mengetuk kasar bahkan memanggil keras nama istri pertamanya itu.
__ADS_1
"Lena!! Keluar kamu!"
Lena yang berda di dalam kamarnya berdecak kesal saat mendengar panggilan keras suaminya dan ia sudah menduga jika hal ini pasti ada kaitannya dengan Madunya itu.
"Biarkan saja mereka di sana, hah mengantuk sekali."Lena menaiki ranjangnya dan mulai merebahkan tubuhnya tanpa memperdulikan suaminya yang masih mengetuk pintu kamarnya.
🍒🍒
Keesokan paginya Lena sudah kembali bersiap.Pagi-pagi sekali ia bangun lalu tatapanya tertuju pada dua kotak di atas meja riasnya yang belum sempat ia buka tadi malam.
Lena mendekati kotak dengan brand ternama itu. "Apa yang Alex berikan ini?"Lena perlahan membuka satu kotak dan melihat serangkaian perawatan wajah dengan merek terkenal membuatnya melongo akan hadiah dari pria kecil itu.
"Astaga anak ini."Senyum kecil terbit saat mengingat bocah itu memberikan dua kotak sebagai hadiah namun saat akan membukanya Alex tak memperbolehkan dan menyuruh agar di buka di rumah.
"Manis sekali, ini pasti mahal."gumam Lena mulai membuka skincare dan mengaplikasikan di wajahnya.Terasa sejuk dan nyaman di kulit.
Selesai dengan polesan skincare Lena lanjut membuka kotak kedua yang ternyata berisi peralatan makeup namun satu yang menarik perhatiannya ,secarik kertas dengan tulisan khas anak-anak tersimpan di dalam kotak.
Mama pakai ya,Alex mau mama terlihat semakin cantik dengan itu semua.Love you ma.😚
Selesai bersiap Lena menatap pantulan dirinya yang terlihat lebih fres dari biasanya.
Di ruang keluarga seperti biasa pasangan suami istri tampak saling bermesraan seperti biasa,Tari dengan manja duduk di atas pangkuan Aldi yang memeluk pinggangnya erat dengan mata menatap layar televisi di depannya tanpa menyadari jika saat ini Lena melihatnya.
Tari semakin menelusupkan kepalanya dan memberikan kecupan di ceruk leher Aldi saat melihat istri pertama suaminya hendak berjalan melewati mereka.
"Akh..sayang kamu nakal sekali."Aldi memejamkan matanya saat tangan nakal Tari mulai berulah hingga tanpa sadar ******* keluar dari mulutnya.Aldi tak tinggal diam ,pria itu juga membalas dengan meremas kuat d*da sintal Tari hingga lenguhan manja keluar dan dengan sengaja wanita hamil itu memancing gairah suaminya yang terkena umpan.Aldi menunduk menikmati kedua benda kenyal itu yang sudah di kekuarkan dari tempatnya hingga tampak tumpah dengan ukuran besar,Aldi meneggelamkan wajahnya di sana.
Tak ada rasa malu dalam diri Tari walau tubuh bagian atasnya di lihat oleh Delena,Tari justru tersenyum bangga karena bisa memuaskan suaminya hingga bisa merebut seluruh perhatian Aldi untuknya dan calon anaknya.
Delena menatap jijik keduanya yang dirasa tak punya malu dan selalu semaunya di rumah ini.
"Eh Mbak Lena mau berangkat kerja?"Pertanyaan Tari mengalihkan atensi Aldi pada istri pertamanya yang terlihat siap namun ia seperti menyadari ada yang berbeda dalam diri Lena.
Apa Delena istrinya berdandan? Aldi mengingat terakhir kali istrinya berdandan sudah sejak lama sekali.Aldi tersenyum memikirkan jika Lena berdandan untuk dirinya.
__ADS_1
"Mas!"
Tari protes saat suaminya menurunkannya dan berjalan menghampiri rivalnya.
Tari memasang kembali kaosnya dengan perasaan dongkol.
"Lena."
"Aku pergi kerja dulu mas, kalian lanjutin aja yang tadi."Lena berjalan keluar di ikuti Aldi di belakangnya.Hingga saat supir yang sudah siap membukakan pintu untuk Lena membuat Aldi terkejut.Aldi bertanya apa pekerjaan Lena hingga harus di jemput oleh supir dengan mobil yang ia tau hanya mampu di beli oleh para kalangan atas.
"Pak Dean."Sapa Lena yang memang mengenali pria itu sebagai supir pribadi tuan muda kecilnya.
"Tuan muda kecil meminta saya untuk menjempun anda nona,silahkan."pria berseragam supir itu mempersilahkan Lena untuk masuk kedalam mobil.
"Lena tunggu...Kenapa dia...?"
"Mas aku udah terlambat, maaf aku harus pergi."Potong Lena berlalu dari hadapan suami dzolimnya.Bagaimana tidak di sebut Dzolim saat semua simpanan berbentuk perhiasan yang ia simpan sejak lama juga tabungan uangnya di kuras habis dengan alasan modal usaha hingga Lena menemukan sebuah fakta jika semua itu di gunakan untuk menyenangkan istri keduanya yang tengah berbadan dua dan memiliki banyak sekali permintaan yang harus di turuti.
"Aku udah gak bisa lagi sama kamu mas,kamu selalu saja ingkarin janji kamu dan ini batas kesabaranku."batin Lena yang dengan menguatkan tekadnya untuk berpisah dari suaminya.
Lena masih bisa bernafas lega saat surat rumah aman bersamanya walau ia harus bersusah payah untuk mengambilnya di dalam kamar ibu mertuanya.
....
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
*
*
*
*
Marhaban ya Ramadhan ,selamat berpuasa bagi yang muslim ❤
__ADS_1