
Happy Reading❤
"Mau apa lagi kamu mas?"Lena menatap datar pada pria yang selama beberapa hari ini terus saja mencoba menemuinya.
Aldi yang saat itu kebetukan melihat Lena mengikuti wanita cantik itu hingga Aldi dapat mengetahui dimana Lena tinggal.
Aldi tak menjawab,pria itu masih menatap lekat dari ujung kaki hingga ujung rambut.Lena yang saat ini mengenakan celana jeans di padu padankan dengan kaos dan jaket denim juga rambut di kuncir kuda membuat tampilan wanita itu terlihat lebih segar seperti seorang gadis. Aldi masih merasa tak percaya,ini pertama kalinya ia melihat dengan jelas wanitanya selama perpisahan tempo hari. Dalam dirinya Aldi masih meyakini jika Lena masih milikmya.
"Ehmm."Delena berdehem cukup keras.
Wanita itu merasa malas berlama-lama dengan pria yang mungkin dalam hitungan jam lagi akan resmi menjadi mantan suaminya.
"Lena."Aldi tersdar ,pria itu menggaruk kepalanya salah tingkah.
"Emm ada yang ingin ku bicarakan denganmu."ucap Aldi masih dengan tatapan tak lepas dari wajah cantik bahkan dalam hatinya wanita yang masih ia anggap sebagai istri ini lebih centik dari istri keduanya bahkan jauh.
"Kamu semakin cantik sayang."batin Aldi tersenyum.
Delena memincing ,baginya tak ada yang harus di bicarakan di antara mereka karena semua sudah berakhir di mana ia keluar dari rumahnya sendiri.
"Maaf tapi saya rasa di antara kita berdua sudah tidak ada lagi yang harus di bicarakan."ucap Lena dengan formal.
__ADS_1
Aldi membatu mendengarnya,tak ada lagi ucapan lemah lembut yang biasanya keluar dari bibir mungil itu, namun Aldi menepis fikiran buruk itu.Menurutnya saat ini Lena masih marah dan Aldi betniat agar wanita itu tak lagi marah dan mau kembali pulang kerumah bersamanya.Sungguh naif selaki bukan.
"Pliss aku ingin berbicara sekali saja Len."ucap Aldi yang masih saja ngotot dengan raut wajah memelas.
Aldi terus saja membujuk juga menghalangi jalan Lena hingga mau tak mau Lena memberikan waktu untuk berbicara saat Aldi menyebut ayah Sofian dalam pembicaraannya.
🍒🍒
"Ayolah ma, bukankan waktu yang mama berikan masih lama."Rey berdecak pada orang di sebrang sana.
"........"
"Tapi Rey masih belum mendapatkan calon yang tepat mam."Sungguh Rey merasa frustasi .Bagaimana tidak, mamanya ngotot ingin di pertemukan bahkan wanita paruh baya itu juga mulai membahas pernikahan dalam waktu dekat.
Namun kini kepalanya merasa berputar saat kekasihnya tiba-tiba datang dan mengatakan jika ia tengah mengandung anaknya juga mamanya yang bersikeras ingin bertemu dengan calon mantunya.
Rey menatap layar ponselnya yang sambungan telfon sudah terputus begitu saja setelah mamanya kembali mengeluarkan ancaman.
"Ck, Sialan."umpat Rey.
"Bagaimana ini?" Rey berjalan mondar-mandir hingga saat ini di kepalanya tertuju pada Delena.
__ADS_1
"Yah, aku akan menemuinya."gumam Rey menyambar kunci mobil.
Asisten Ron yang melihat tuannya hendak pergi dengan tergesa mencoba menghentikan, pasalnya hari ini juga mereka akan mengadakan rapat dengan pemegang saham.
"Ron, kau urus masalah kantor! Aku ada urusan."Setelah mengatakan itu Rey kembali melanjutkan langkahnya, tujuannya saat ini adalah butik yang menjadi rumah kedua bagi wanita itu.
Lena kini tak lagi menjadi nany bagi Alex, namun wanita itu juga tak melupakan tugas awalnya yaitu merawat tuan muda kecil cakrawala itu.
Skip.
Mobil terparkir dekat butik milik Lena,di balik kaca mata hitamnya Rey menajamkan pengelihatannya saat melihat sosok wanita yang di kenalnya menaiki mobil bersama seorang pria.
Tanpa sadar Rey mengepalkan kedua tangannya mencengkram stir mobil dengan raut wajah dingin.
Wajah yang semula terlihat senyum kecil kini berubah masam.
"Mau kemana wanita itu?"Rey melihat mobil mulai melaju dan mengikuti dari belakang dengan jarak yang aman.
"Awas saja kau Lena."Rahang Rey mengeras dengan fikiran buruknya terhadap wanita itu.
....
__ADS_1
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
Yuhu! welcome back to may novel😄 Like komen and vote baby❤