Air Mata Delena

Air Mata Delena
Ketahuan Mama


__ADS_3

Happy Reading❤


Malam terlihat senyap karena semua penghuni yang sudah terlelap dalam tidurnya namun tidak bagi Rey yang terlihat berjalan mengendap-endap.Senyum Rey terkembang saat merasa situasi sudah aman, Rey terus berjalan mencari kamar di mana wanita cantik tengah tertidur di dalamnya.


"Aku merindukanmu."gumam Rey seraya menggosok kedua telapak tangannya tak sabar ingin segera masuk dan mulai melakukan kejahilannya di malam hari seperti biasanya.


Kening Rey berkerut saat merasa pintu tak kunjung terbuka. "Kenapa tak bisa."gumamnya berusaha menggerakan gagang pintu namun tetap saja tak bisa terbuka , Rey berdecak kesal.


"Ck wanita itu menguncinya, apa dia sudah menydarinya.Tapi selama ini aman-aman saja ."gerutu Rey yang mulai uring-urinngan tak jelas.


Rey menunduk menatap adik kecilnya yang tadi terlihat bersemangat namun kini loyo seakan tau tuannya yang tengah galau.


Tak memyerah Rey memutar otaknya.Beberapa menit Rey kembali dengan senyum mengembang , pria tampan itu menatap tumpukan kunci di tangannya dan mulai memasukan satu per satu hingga.


Klek.


Pintu terbuka seiring dengan sudut bibir Rey tertarik.


"Aku datang sayang."Rey bergegas masuk dan dengan cepat mengunci pintu , ruangan yang gelap temaran semakin membuat langkah Rey mendekat.


Kening Rey sedikit berketut, tak bisanya Lena menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut.


Seakan tak sabar Rey menyingkap selimut yang menutupi keseluruhan tubuh itu.


Srekk


"Hah."Rey terkejut mana kala tubuh yang tadinya berbaring kini terduduk dengan mata melotot tajam sekakan ingin keluar dari tempatnya.

__ADS_1


"Aaaaaa... siapa kamu?"Rey juga menatap tak kalah tajam hingga lampu terang dan semakin membuat Rey jantungan.


Wanita yang ia kira calon momy Alex kini berubah menjadi sosok wanita yang melahirkannya.


"Mama."


"Kenapa mama bisa ada di sini?"tanya Rey terkejut.


Mama Lili tak bergeming hingga beberapa detik Rey mengaduh kesakitan saat mamanya itu memukulinya dengan bantal tanpa ampun.


"Dasar tidak soapn, anak siapa sih kau ini hah? Jadi ini yang kau lakukan selama ini pada calon mantu mama itu hah."Mama Lili terus saja memberikan pukulan pada Rey tak perduli putra tampannya itu mengaduh kesakitan Mama Lili terus saja memukulnya.


"Mah sakit, bisa-bisa wajah tampan Rey bonyok besok pagi ini."keluh Rey yang masih berusaha menangkis serangan bar-bar mamanya.


"Biar saja, dasar kau ini.Apa jangan-jangan kau sudah melakukan itu ya sama calon mantu mama?"tuduh mama Lili dengan mengacungkan bantal ke wajah putranya.


"Asataga percaya sama Rey, Rey tidak sampai melakukan itu ma, paling jauh juga cuma *****."bantah Rey , kalimat terakhir terdengar pelan namun mama Lili tetap saja mendengar ucapan anaknya ini.


"Aduh aduh ma sakittt."


"Papa kok bisa sih punya istri kayak gini."dumel Rey yang semakin membuat tenlinganya terasa mau putus karena tarikan itu.


"Apa kamu bilang, kamu ngatain mama hah."


"Ampun ma, janji gak lagi.Lepasin plisss."mohon Rey dengan kedua telapak tangan di katupkan.


"Tidak akan !enak saja , terus kau bisa memyysup lagi setelah ini."

__ADS_1


Setelah dua puluh menit Mama Lili melepaskan jewerannya lalu wanita yang masih terlihat cantik itu duduk di tepi ranjang.


"Rey mama mau bicara, kemarilah!"Mama Lili menepuk kasur di sebelahnya.


Reymond patuh saja walau masih kesal karena kupingnya masih terasa nyeri.


"Hmm."Rey berdehem


"Mama cuma mau kau belajar untuk membuka hati untuk Lena, dari awal mama liat dia, mama bisa menilai jika ia wanita baik dan juga Alex sepertinya sangat menyukainya."Mama Lili menatap Rey yang terdiam ,duda tampan itu terlihat menghela nafas panjang.


"Kamu gak bisa bohongin mama Rey, mama masih bisa liat sampai saat ini kamu masih belum bisa lupain mendiang istri kamu itu, dia sudah tenang di sana jadi sekarang yang perlu kamu pikirkan adalah nasib Alex yang masih membutuhkan figur seorang ibu dan kamu yang juga butuh soso istri di samping kamu."ucap Mama Lili menepuk lembut bahu Rey.


Melihat keterdiaman Rey, mama Lili sudag tau jika putranya ini masih berada dalam lingkup masa lalu hingga Rey kini menjadi seorang pria penjelajah wanita akibat terpuruk atas kepergian istri tercintanya.


"Rey serius ma, Wanita itu pilihan Rey dan akan menjadi momy Alex nantinya."ucap Rey tanpa menatap mamanya berusaha meyakinkan agar mamanya percaya.


"Yah...mama harap kau sedang tak berniat bermain-main Rey."


Setelah mengucapkan itu mama Lili keluar dari kamar.


" Huftt..."Rey mengusap kasar wajahnya, ia yang memang terkenal tak ada ampun bagi siapapun yang mencari masalah dengannya namun pria itu terlihat melunak jika berhadapan dengan mamanya.


"Ck, bagaimana mungkin sedang ini memang hanya sandiwara."gumam Rey.


"Hais kepalaku jadi sakit begini kan."gerutu Rey mengingat rencananya gagal total akibat ulah mamanya.


....

__ADS_1


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


Thanks yang udah baca dan tinggalin jejaknya😄


__ADS_2