Air Mata Delena

Air Mata Delena
Uncle Baik?


__ADS_3

"Ck Daddy kau sngat menyebalkan."Alex memutar bola matanya jengah melihat sikap Daddynya yang memonopoli Mommy nya hingga bocah tampan itu tak di beri celah untuk bermanja dengan Mommy nya itu.


Rey membalas dengan senyum yang terlihat menjengkelkan di mata Alex. "Kenpa?kau iri.Kau kan punya teman emmm siapa itu namanya."Rey menyerngitkan keningnya mencoba berfikir.


"Rey,jangan mengajari yang tidak-tidak."Lena tau apa yang akan di ucapkan oleh pria itu.


"Habisnya dia selalu saja menganggu."gerutu Rey. "Ah kenapa kau tak ikut saja dengan Omamu."lanjutnya lagi membuat Alexe mendelik kesal.


"Aku di tugaskan oleh oma untuk mengawasimu Dad."ucap Alex santai.Mama Lili dan Papa Sandy sudah kembali .Etahlah , namun dari raut wajah keduanya terlihat jika ada hal penting yang harus di selesaikan.


"Kau sudah seperti mata-mata saja boy."Rey meraih gelas dan meminum air yang baru saja di tuangkan kedalam gelas. "Thanks sayang."Lena tersenyum kecil menanggapi.


"Mom,bekal Alex sudah di siapkan kan?"tanya Alex yang juga sudah selesai dengan sarapannya.


"Mom sudah menyiapkannya.Belajar yang rajin dan jangan nakal di sekolah sayang."Lena berjalan menghampiri Alex dan berjongkok di hadapan pria kecilnya.


"Ya Mom."


"Boy kau sudah siap."Rey dari arah belakang berdiri dengan tas kerjanya menatap dua manusia yang tengah berbincang.Alex mengangguk menatap Daddy nya.


"Sayang aku pergi kerja dulu."Rey mengecup kening dan berlanjut pada bibir Lena dengan senyum terbit membuat Lena tersipu akan perlakuan manis Rey.

__ADS_1


"Ya,hati-hati di jalan." Rey masih di tempatnya membuat Lena bingung. "Apa ada yang ketinggalan?Akan aku ambilkan."ucap Lena.


Bukannya menjawab Rey malah menyodorkan pipinya dengan jemari telunjuk menunjuk pipinya.


"Maksdunya?"tanya Lena membuat Rey kesal.


"Ish,kau tidak peka sih.Cium dulu."pinta Rey.Ragu Lena mendekat dan memberikan kecupan di pipi kanan Rey.


"Sudah."Lena kembali menarik kepalanya.


"Yanh satu belum,nanti dia cemburu loh."ucap Rey menyodorkan pipi kirinya.


Lagi,Lena melakukan yang diinginkan suaminya namun saat akan kembali menarik dirinya Rey sudah lebih dulu menempelkn bibinya pada bibir kenyal merah Lena.Tangan kekar Rey yang berada di belakang kepala Lena semakin menekan hingga Lena tak bisa mengelak.


Dua menit.


sepuluh menit.


Rey melepaskan ciuman itu dengan senyum puas,saliva yang menjuntai dibibir Lena membuat Rey merasa ingin mengulang lagi dan lagi.


"Manis."Rey mengusap lembut bibir Lena yang sudah belepotan akibat ulah Rey.

__ADS_1


"Sudah,kasian Alex pasti sudah menunggumu di mobil."Ucap Lena mendorong punggung Rey agar mau pergi.


Rey memasuki mobil dan benar saja,putra tampannya itu duduk dengan kedua tangan bersidekap dada menatap Daddy nya kesal.


"Ck,wajahmu jelek jika seperti itu boy."Rey terkekeh seraya memasang seatbelt untuk putranya dan mulai melajukan mobilnya.


"Jika Alex terlambat maka semua ini karena Daddy."ucap Alex seraya melirik jam di pergelangan tangannya.


"Daddy akan mengurusnya,kau tau kan Daddymu ini siapa."Rey berucap bangga melirik sekilas putranya yang mencebik.


"Eh,itu jam tanganmu Oma yang belikan?"tanya Rey saat melihat jam tangan yang di kenakan putranya.Bukan apanya,Rey tau betul jam tangan itu memiliki harga yang membuat jiwa misquin menangis mengetahuinya.


Alex melirik jam tangan yang di maksud Daddy nya. "Dari seseorang."jawab bocah tampan itu singkat.


"Hei,Daddy serius.Daddy tak pernah membelikan jam tangan itu."Rey masih merasa penasaran.


"Uncle baik yang memberikannya sebagai kado Dad."


"Uncle baik?"


....

__ADS_1


Hayo siapa uncle baik itu?


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


__ADS_2