
Mama Lili memperhatikan raut wajah Rey yang tampak tersenyum berbanding terbalik dengan Lena yang berwajah masam walau berusaha untuk menutupinya tetap saja mata tajam mama Lili tak bisa di bohongi.
"Apa terjadi sesuatu dengan mereka?"tanya mama Lili pada dirinya sendiri.
"Sepertinya kau sangat senang."Mama Lili menatap Rey yang tersenyum tipis.
"Yah, hariku sangat menyenangkan sejak ada mommy Lenlen, benar kan sayang?"Rey menatap Lena dengan menaik turunkan alisnya.
Lenlen?seenaknya saja pria ini mengganti namanya.
"Hmmm ya."Lena membalas dengan kedua tangan mencubit kedua pipi Rey gemas,tapi percayalah jika cubitan itu terasa sangat panas.
"Wah kalian swett banget, ya kan sayang?"mama Lili bertanya pada Alex yang di jawab anggukan antusias oleh bocah tampan itu.
Masih mempertahankan senyumannya Rey berusaha melepaskan kedua tangan yang mencubit kedua pipinya dan mendesis pelan juga usapan di pipinya yang terlihat bekas memerah di sana.
"Perlakuan yang manis."ucap Rey semakin membuat Lena kesal saja dengan pria itu.
"Ck ,pandai sekali dia berucap."batin Lena memberikan segelas susu untuk pria kecilnya.Posisi Lena saat ini berada di tengah-tengah antara ayah dan anak yang sama-sama memiliki paras tampan.
"Di minum susunya sayang."Lena menyodorkan segelas susu saat bocah laki-laki itu telah menghabiskan sarapannya.
Melihat putranya yang meminum susunya.Rey menelan salivanya dengan mengumpat kesal, dimana ingatannya kembali pada tadi malam saat ia gagal mendapatkan asupan nutrisinya karena ulah sang mama yang terus saja membayangkan kemolekan itu namun tak dapat merasakannya.
__ADS_1
Perubahan raut wajah Rey tak lepas dari kedua netra mama Lili, ia tau pasti jika putranya masih kesal mengenai semalam.
"Apa kau juga ingin meminum susu Rey?"mama Lili tersenyum dan jangan lupakan tatapan jahil yang di berikan pada putranya itu.
Rey mendelik kesal, tau akan perkataan mamanya yang terdengar tengah mengejeknya.
"Lena,coba kau tawarkan putra mama ini,mungkin dia sedang ingin meminum susu."mama Lili tersenyum kecil menatap Lena yang tiba-tiba merasa aneh.
Entahlah, tapi ia merasa pembahasan ini menjurus kehal yang emmm lebih dalam.
"Emm kau ingin susu?"tanya Lena dengan senyum manis dan sialnya Rey seolah terpaku dengan senyum itu hingga tanpa sadar pria tampan itu mengangguk.
"Ya, aku ingin susumu."ucap Rey tanpa sadar.Lena melebarkan bola matanya sedang mama Lili terkekeh mendengar ucapan tiba-tiba putranya.
"Eh, maksudku aku ingin segelas susu."Ucap Rey meralat ucapan yang memang benar adanya itu.
Kegiatan menuang segelas susu tak luput dari perhatian Rey,jarak keduanya yang begitu dekat membuat pria itu dapat mengintip sesutu yang tersembunyi di balik kemeja wanitaya.
"Ouhh.. may squishy."batin Rey berteriak girang karena kedua matanya mendapatkan asupan pagi ini.
"Minumlah."Lena menyodorkan gelas berisi susu dan kembali duduk di tempatnya dengan tenang.Rey menerima dengan decakan kecil merasa belum puas melihat squishy kenyalnya.
Mama Lili tersenyum-senyum sendiri melihat tingkah putranya juga calon mantunya.Ouhh...membayangkan itu membuat mama Lili jadi teringat pada Sandy suami perkasanya.
__ADS_1
"Papa, sebentar lagi kita akan punya cucu yang lucu."batin mama Lili membayangkan hadirnya sosok kecil yang sudah lama tak ia rasakan semenjak Alex tumbuh dan tentunya bocah itu sudah sangat sulit untuk di timang-timang apalagi di ciumi.No! Alex akan merajuk jika mama Lili melakukannya.
"Rey, kenapa hanya di lihat saja?"tanya Lena karena Rey terlihat tak berminat pada minuman berwarna putih itu.
"Dady memang tak menyukai susu mom, Alex duluan ya."bocah tampan itu mencium punggung tangan oma dan mommy nya.
Lena menatap Rey dengan kening mengerut. "Ehh aku harus pergi,bay sayang ,bay mah."dengan cepat Rey mencuri kecupan di pipi Lena lalu pergi dengan cepat.
"Ck anak itu."mama Lili menggelengkan kepalanya akan tingkah asli Rey yang kini mulai timbul kepermukaan.
"Oh ya, ongomong-ngomong kalian tadi lama sekali hmm, apa dia melakukan sesuatu padamu?"tanya Mama Lili.Lena mengerjap bingung akan memberikan jawaban apa pada wanita yang terlihat menunggu itu.
"Lupakanlah, mama paham karena mama juga pernah muda."ucap mama Lili lagi saat Lena terlihat kebingungan memberikan jawaban.
Lena menepuk keningnya seolah mama Lili mengakatan jika ia dan Rey berbuat yang iya-iya.
"Len, hari ini mama ingin melihat butikmu, apa boleh?"tanya mama Lili.
"Boleh mah, yaudah aku siap-siap dulu ya."Lena pergi menju kamarnya untuk mengambil tas miliknya.
"Sepertinya aku harus memikirkan cara agar mereka cepat sah."gumam Mama Lili.
.....
__ADS_1
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
Sory baru muncul and thanks ya yang udah mau baca cerita Me.