Air Mata Delena

Air Mata Delena
Gaun Pengantin


__ADS_3

Saat ini kedua wanita cantik beda usia itu tengah menikmati setiap rangkaian perawatan mahal di tubuh mereka.Dari ujung kepala hingga ujung rambut ,tampak Mama Lili yang tengah duduk dengan buku majalah sedang Lena berbaring membiarkan pegawai spa melakukan tugasnya.


Cukup lama keduanya melakukan perawatan hingga kini keduanya terlihat jauh lebih fres.


"Nyonya sudah selesai."ucap staf dengan senyum ramah.


"Baiklah."Mama Lili mengambil black card dan memberikannya pada pegawai untuk membayarnya.


"Gimana sayang,pasti tubuh kamu jauh lebih enak kan?"Mama Lili menatap Lena yang tersenyum mendekat kearahnya.


"Iya Mah,emm tapi perawatannya pasti mahal.ucap Lena tak enak hati.Ia yang selama ini di tuntun untuk hemat merasa aneh dan belum terbiasa dengan kehidupan keluarga Cakrawala yang bergelimang.


"Apasih Len,santai aja lagian juga itu kan kartu punya calon suami kamu."Mama Lili terkekeh saat mengingat dirinya yang memajak putranya. "Udah gak usah difikirin,itung-itung kamu belajar buat habisin duit suami kamu."lanjut Mama Lili.


Lena hanya menggelengkan kepalanya karena sifat Mama Lili yang membuatnya merasa cepat akrab selayaknya ibu kandungnya sendiri.


"Habis ini kita mau kemana mah?"tanya Lena.


"Adadeh.Pokoknya kamu ikut aja."Kembali Mama Lili menarik tangan Lena agar mengikutinya.


Supir dengan sigap membukakan pintu untuk nyonya besar dan calon nonanya.Perjalanan terasa begitu cepat karena kedua wanita cantik itu asik mengobrol dan tentunya siapa lagi jika bukan Reymond yang menjadi topik pembahasan.


"Pokoknya Rey itu sangat nakal saat kecil,Mama sampai pusing menghadapi tingkahnya itu."Mama Lili terus bercerita masa-masa saat Rey masih kecil.


"Yah mama benar bahkan saat dewasa pun dia sangat nakal."ucap Lena tanpa sadar karena kesal.


Mam Lili yang mengerti akan ucapan Lena pun tersenyum jail. "Yah maka dari itu Mama ingin kalian cepat menikah,oh ya apa Rey sudah melakukan itu padamu."Mama Lili berucap tanpa filter dengan begitu entengnya juga raut wajah yang begitu penasaran membuat kedua pipi Lena memerah karena malu.


"Hei pipimu merah,jadi benar ya."Mama Lili semakin gencar membuat Lena seketika menggelengkan kepalanya.


"Tidak- tidak,bukan seperti itu.Kami tak pernah melakukannya."ucap Lena. Ck, kenapa calon mertuanya ini begitu blak-blalan sih.


Pembicaraan keduanya terhenti saat mebil terparkir dengan sempurna,Lena memgerutkan keningnya saat Mama Lili mengajalnya masuk kedalam butik miliknya sendiri.


***


Bunyi notifikasi terus berbunyi di ponsel milik Rey,pria tampan yang saat ini tengah duduk di kursi kebesarannya dengan kaca mata radiasi itu menghela nafas karena merasa lelah.Ia harus secepatnya menyelesaikan pekerjaannya agar tak mengganggu acara esok hari dimana ia akan menikah.


"Ck,habiskan saja."guman Rey saat melihat nominal yang tertera di layar ponselnya,ia tau saat ini pasti Mamanya tengah bersuka ria menghamburkan uangnya.


Ting


"Mama tunggu kamu di butik Delena!Jangan telat!" Rey berdecak saat melihat pesan dari mamanya.

__ADS_1


"Kenapa papa bisa menikah dengan mama sih."gerutu Rey.


***


Balik ke Lena$Mama Lili


"Mah,kita mau apa kesini?"Lena pikir Mama Lili akan membawanya kemana,namun wanita paruh baya itu terus melanjutkan langkahnya.


"Kau akan tau nanti."ucap Mama Lili tersenyum kecil.Keduanya sudah di sambut oleh puluhan pegawai juga Sinta yang ikut memberikan hormat pada bosnya.


"Kalian sudah menyiapkannya bukan?"Mama Lili menatap Sinta yang mengangguk lalu mempersilahkan kedua wanita cantik itu untuk ikut dan memasuki galeri yang menampilkan beberapa gaun cantik yang memang di rancang khusus untuk pengantin.


"Nah,sayang kau pilihlah."titah Mama Lili menatap deretan gaun yang terpajang cantik.


"Bukankah gaun ini pesanan nyonya Daylili."gumam Lena mengingat deretan gaun itu dirinya sendiri yang merancang atas permintaan seorang dan memintanya agar di selesaikan seceparnya hingga mengharuskannya untuk lembur beberapa hari ini di batu beberapa pegawainya.


"Ya,itu aku.Daylili Flou Cakrawala."Ucap Mama Lili santai.Sejak awal Mama Lili memasuki butik milik Lena ia memang sudag berencana untuk memesan gaun pengantin yang memang di khususkan untuk calon menantunya ini.


Lena melongo,jadi pakaian kurang bahan ini ia rancang untuk dirinya sendiri.Bagaimana tidak,beberapa gaun terlihat terbuka di bagian punggung juga bagian bawah gaun yang membelah hingga bagian paha atas juga ada yang bagian belahan dada yang sangat rendah.


"Kau terlalu banyak berfikir sayang.Cepatlah,mama ingin melihatmu mencoba semua gaun itu."ucap Mama Liki seolah tak sabar.Lena menurut saja dan masuk kedalam ruang ganti.


Di dalam sana Lena menatap pantulan tubuhnya yang terbalut gaun yang memperlihatkan belahan dadanya bahkan hampir tak mampu menanpung kedua Squishy nya. "Hais,menyesal aku merancangnya."guman Lena mencoba menarik agar gaun naik sedikit.


"Sexsy."Lena mendongak saat mendengar suara berat yang tak asing di telinganya.


"Hah,sedang apa kau disini?"Lena berucap ketus pada pria tampan yang tampak menilai pemanpilannya.


"Tentu saja untuk melihat calon pengantinku."Rey tersenyum namun detik kemudian senyum pria itu memudar.


"Ganti! Aku tidak rela kau memamerkan kedua mainan favotiku."ucap Rey dengan arah mata pada kedua Squshy favoritnya.


Lena mengangguk dan kembali masuk mengganti gaun.Ia pun merasa tak nyaman dengan gaun itu.


Rey masih setia berdiri menghadap pintu hingga sosok yang di tunggunya keluar.Rey menelisik gaun cantik berenda sangat pas di rubuh ramping Lena.Tapi tunggu,belahan gaun yang menjuntai hingga paha itu begitu mengganggu pemandangan matanya.Tentu ia tak akan suka jika paha putih mulus itu menjadi tontonan gratis para pria nantinya.


"Ganti!"


"Gaunnya Jelek."lanjutnya lagi ketus.


Lena mengangguk terus berganti gaun hingga membuatnya kesal lama-lama.Tak ada yang cocok di mata pria itu,ia sudah capek terus berganti gaun.


"Rey,aku lelah.Tak ada yang cocok menurutmu,yasudah tak usah pakai gaun saja."sunggut Lena.

__ADS_1


Rey yang awalnya duduk kini mulai berjalan mendekat hingga matanya tertuju pada gaun berwarna putih gading ,terlihat simpel namun elegan.


"Cobalah gaun ini dulu."Rey menyerahkan gaun itu pada Lena.


"Aku lelah,tidak ada yang cocok memurutmu semua kau bilang jelek."ucap Lena malas,lagian Mama Lili kemana sih?ia sudah kesal dan ingin pulang saat ini.


"Menurutlah nyonya kecil."Rey mengetuk pelan kening Lena membuat wanita itu mengaduh.


"Huh,sakit tau."Lena kembali masuk hendak mengganti gaun namun pergerakan tangannya terhenti saat ia merasakan tanggan kekar melingkar di pinggang rampingnya.


"Kau terlihat... Wau."seringai Rey menatap pantulan Lena di depan cermin.Tubuh Lena terasa kaku dengan kedua mata mengerjap.Kaget?tentu saja,disaat ia tengah mengganti pakain pria itu tiba-tiba saja main masuk seenaknya.


"Ehh,kau mau apa?Cepat keluar dari sini."Ucap Lena saat sudah tersadar dan berusaha keluar dari rengkuhan Rey yang memeluknya dari belakang.


"Diamlah, kau bilang lelah.Aku akan membantumu mengenakan gaun ini."bisik Rey semakin membuat Lena ketakutan.


"Ck,cepat keluar atau aku tonjok mukamu."ancam Lena dengan mata melotot tajam,Rey melihat di pantulan sana terkekeh merasa lucu dengan ancaman itu.


"Coba saja."tantang Rey,tangan pria itu mengusap pelan pinggang ramping Lena hingga perlahan mulai merayap keatas mencari pengait yang menjadi rumah kedua Squishy nya.


"Engghh."Lenguh Lena,ia seakan tak memiliki tenaga untuk melawan.Kedua tangan Lena di genggam agar tak memberontak hingga memudahkan Rey untuk bermain.


"Rey,lepashhkan."Rey tak perduli.


"Aku ingin jatah vitaminku,kau itu pelit sekali."ucap Rey hingga kemudian umpatan keluar dari bibir Rey saat suara cempreng mamanya terdengar nyaring diiringi ketukan pintu seolah tak sabar ingin segera masuk.


"Ck,selalu saja."gerutu Rey kesal pada mamanya yang selalu mengganggunya di saat yang tidak tepat.Baik putranya maupun mamana sama saja.Menyeblkan.


Sementara di luar sana Mama Lili kembali duduk santai menatap bocah tampan yang baru saja di antar kebutik mommynya.


Alex duduk sambil menyedot boba miliknya namun arah matanya terus tertuju pada pintu ruang ganti pakaian.


"Sudah,oma sudah memanggil mommymu."ucap Mama Lili.


"Hmm,Alex hanya tak ingin Daddy mengganggu mommy Oma."ucap bocah tampan itu.


Mama Lili terkekeh kecil. "Kau memang cucuku."ucap Mama Lili.Ia tau selama ini cucu tampannya selalu saja merecoki daddynya saat tengah bersama sang mommy hingga Rey selalu gagal terlebih saat ini ada Mama Lili yang ikut-ikutan membuat kepala Rey pusing.


....


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


Sorry kalo ceritana bikin bosen.

__ADS_1


Like komen bunganya guys.


__ADS_2