Air Mata Delena

Air Mata Delena
Jungkir Balik


__ADS_3

"Sore tuan."


"Dimana nyonya?"


"Nyonya berada di kamarnya tuan."jawab pelayan menunduk.


Rey mengangguk dengan langkah lebar ,rasa tak sabar ingin segera bertemu dengan istrinya.Ah Rey merasa hidupnya kembali berwarna saat kembali mendapatkan tempat kembali pulang.


Lalu bagaimana dengan rencana awal yang di buatnya?untuk saat ini Rey tak ingin mengingatnya atau mungkin pria itu tak lagi menginginkan rencana awal mereka.


Samapi di depan pintu kokoh berwarna coklat ,samar-samar Rey mendengar suara merdu dari dalam kamarnya yang memang tidak tertutup rapat.


Ceklek.


Sudut bibir Rey tertarik menatap istrinya yang tengah mengaji masih dengan mengenakan mukena.Lena tak menyadari jika suaminya telah berada di kamar tengah menatapnya.


"Yaampun,binik gue."batin Rey yang merasa adem mendengar suara merdu Lena.


Sampai akhirnya Lena sudah selesai dan melipat mukena yang di kenakannya.Rey masih menatap dengan senyum yang tak pudar dari bibirnya.


"Mas udah lama nyampenya?"Tanya Lena berjalan mendekati Rey.

__ADS_1


"Gak,baru aja pulang.Emm suara kamu bagus."ucap Rey.Lena tersenyum kecil mendapat pujian dari suaminya.


"Kamu mau mandi,aku siapin dulu airnya."Setelah membantu melepas jas juga sepatu yang di kenakan oleh Rey,Lena berlalu menuju kamar mandi untuk menyiapkan keperluan suaminya untuk membersihkan diri.


Rey menatap Lena dengan senyum,setelah bertahun-tahun kini ia kembali merasakan peelakuan manis dari seorang wanita yang menjadi istrinya.


"Apa dia memang selalu bersikap seperti ini juga pada si brengsek itu."gumam Rey yang merasa kesal sendiri saat mengingat mantan suami Lena.


"Huh,kenapa aku harus marah?"tanyanya namun raut wajahnya masih saja terlihat kesal.Sembari menunggu Lena selesai menyiapkan keperluannya , Rey berjalan menuju ruangan yang sangat di jaga prifasinya dan hanya kepala pelayan yang di tugaskan untuk membersihkannya.


"Olive."Rey menatap kamar utama yang kini sudah di sulapnya sebagai tempat untuk menyimpan segala barang yang berkaitan dengan wanita masa lalunya.Ah tidak,lebih tepatnya wanita yang mungkin sampai saat ini masih tersimpan rapi di hatinya.


"Maaf,aku jarang mengunjungimu."Rey menarik nafas sejenak sebelum menghembuskannya perlahan. "Aku tidak bermaksud untuk menduakanmu sayang tapi percayalah ini tak akan lama."gumamnya sembari menyentuh liontin dengan bandul berbentuk love dimana terdapat foto dirinya dan Olive di masing-masing bagian.


....


"Tari,kamu liat baju mas."suara terikan dari dalam kamar membuat wanita yang tengah asik bermain ponsel berdecak kesal.


"Gak tau,cari aja lagi."balas Tari.Aldi yang mendengarnya berdecak kesal,ia mencari pakaiannya hingga isi dalam lemari itu jatuh berhamburan dan dengan asal Aldi mengambik pakian lain.


Tak ada lagi pelayanan,tak ada lagi ketenagan dalam hidupnya.Aldi merasa kehidupannya jungkir balik saat ini.

__ADS_1


Tak lama Aldi keluar dari kamar dengan terburu-buru lalu menuju dapur karena perutnya sudah keroncongan sedari semalam.Saat membuka tudung saji,Aldi memejamkan matanya menatap Tari yang merasa tak bersalah sedang asik melihat aplikasi shop.


"Kamu gak masak lagi?"Tanya Aldi mencoba menahan emosinya sebisa mungkin agar tidak sampai melukai Tari.


Tari menoleh menatap suaminya yang tampak siap namun terlihat pakaian yang di kenakan Aldi sangat kusut. "Kamu tau sendiri kan mas kalo aku gak bisa masak.Kamu beli aja si di luar."ucap Tari santai.


Aldi mengepalkan kedua tangannya.Kehiduapannya yang saat ini mengharuskannya untuk berhemat namun wanita ini berlaku seolah ia istri seorang pejabat.


"Tari,kamu tau kan kita harus berhemat.Kita harus menabung untuk biaya persalinan anak kita."ucap Aldi selembut mungkin.


"Aku gak biasa hemat,kalo masalah persalinan itu urusan kamu."balas Tari masa bodoh.Ia lebih tertarik dengan berbagai macam barang yang berkeliaran di aplikasi shop itu.


"Tari kamu ini seorang istri."entah bagaimana caranya ia menasehati istrinya ini,sifat Tari sangat bertolak belakang dengan mantan istri pertamanya.


"Kamu kan punya ibuk,suruh aja tuh ibuk kamu.Enak aja ,emang aku pembantu dibrumah ini apa."bantah Tari.


Aldi berjalan keluar dari rumah dalam keadaan perut kosong.Tak ada waktu lagi untuknya karena ia bangun kesiangan setelah semalam lembur untuk mencari tambahan uang.


Aldi saat ini bekerja di pabrik tahu setelah dirinya di pecat dari pekerjaannya sebegai manager akibat kinerjanya yang terus menurun saat itu.


Sampai di pabrik tahu,Aldi segera memulai pekerjaanya mengolah kedelai hingga menjadi tahu dan begitu seterusnya.

__ADS_1


...


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


__ADS_2