Air Mata Delena

Air Mata Delena
26


__ADS_3

Happy Reading❤


Di kantor


Rey yang saat ini tengah sibuk dengan berkas-berkas di meja kerjanya,pria tampan itu tak merasa terganggu dengan seorang wanita cantik yang saat ini tengah duduk di pangkuannya.


"Sayang, apa kau masih lama?"Nadia mulai merasa bosan menunggu di ruang kerja milik kekasihnya itu.


Nadia yang niatnya akan pulang dalam waktu beberapa bulan lagi namun tak di sangka wanita itu muncul tiba-tiba.


Rey melirik sekilas namun tak menghentikan aktivitasnya dari tumpukan kertas yang menghasikan pundi miliaran rupiah itu.


"Bersabarlah, kau tunggu di sofa sana saja hmm."ucap Rey dengan senyum tipisnya.


Nadia mencebik mendengar itu,merasa di abaikan Nadia mulai mengalungkan kedua tangannya pada leher kokoh duda tampan dan semakin menjalar menuju titik sensitiv kekasihnya.


Rey menghentikan sejenak kegiatannya, pria tampan itu memejamkan mata merasakan sensasi dari sentuhan nakal wanita yang mulai menampakan keliarannya di atas pangkuannya,bahkan pakaian atas Nadia sudah di bukanya sendiri dan mengarahkan wajah Rey agar tenggelam di sana.


Lenguhan kecil terdengar dari bibir Nadia saat merasakan respon dari Reymond,keduanya mulai di kuasai kabut gairah terlebih Nadia yang hampir nekad namun ketukan di luar sana membuat kegiatan mereka terganggu.


Nadia mengeram kesal namun tetap melanjutkan kegiatannya.


"Sayang pliss."Nadia menatap dengan tatapan sayu saat Rey mencoba menahan jemari yang mulai membuka sestuatu di bawah sana.


"Kita lanjutkan nanti."ucap Rey dengan sorot mata tegas merapikan kembali pakaiannya begitu juga dengan Nadia yang mau tak mau menurut, wanita itu mengumpati pada orang yang menggamggunya karena gagal menyalurkan hasratnya.

__ADS_1


Tak lama asisten Ron masuk dan memberitahukan agenda hari ini. Setelahnya Rey beranjak memakai kembali jasnya dan merapikan penampilannya.


Nadia yang melihat kekasihnya hendak pergi pun mencegahnya. "Sayang kau mau meninggalkanku?"Nadia mendekat pada Rey.


"Aku ada janji bertemu dengan tuan Siregar , kau tak apa kan aku tinggal."


"Emm..."Nadia menatap Rey dengan menggigit bibir bawahnya.


Rey mengerutkan keningnya. "Ada yang ingin kau tanyakan hmm?"


"Soal mama papamu, aku siap kau kenalkan dengan mereka."ucap Nadia tiba-tiba.


Rey terdiam, Nadia menampakan senyum manisnya berharap keinginannya di iyakan.


"SIAL!"Nadia menghembuskan nafasnya kasar, tak lama wanita itu meraih ponselnya dan menghubungi kekasihnya.


Selama perjalanan Rey memejamkan matanya,mendengar keinginan Nadia yang ingin di kenalkan kepada mama dan papanya.Dulu Rey pernah mengungkapkan keinginannya namun Nadia masih enggan dengan segudang alasan namun saat ini wanita itu menawarkan itu.


"Bagaimana bisa aku mengenalkan Nadia sedang mama saja sudah tau dan menentang hubungan kami."batin Rey.


Entah mama tau dari mana info hubungannya itu bahkan mamanya ngotot ingin di pertemukan dengan wanita yang saat ini menjadi nany dari putra semata wayangnya.


"Hais...Merepotkan."decak Rey mengusap kasar wajahnya.


Asistem Ron yang melihat dari kaca spion tak berani berkomentar, tugasnya sudah menumpuk dan ia tak ingin semakin membuat mood tuannya semakin buruk hingga berimbas pada tugasnya yang akan menjadi berkali lipat nantinya.

__ADS_1


🍒🍒


Sekolah kanak-kanak.


Bocah tampan yang saat ini tengah di kelilingi oleh para anak perempuan tampak santai duduk di bangku dengan buku di tangannya, pria kecil itu menjelma menjadi idola bagi gadia-gadis kecil itu.


"Alex, nanti Lili main kerumah Alex ya."ucap bocah perempuan dengan kepang di kedua sisi.


"Ih, aku juga mau main ke lumah Alex juga, boleh ya."sahut bocah pemempuan dengan raut wajah malu-malu.


Alex tak menganggapi, pria kecil itu seolah tak melihat dan pergi meninggalkan segerumbulan lebah menurutnya itu.


Alex menatap bocah perempuan yang berdiri tak jau darinya tengah bersidekap dada.


"Caca."panggil Alex namun bocah perempuan yang di panggil Caca itu melengos dan pergi.


Alex melihat kearah belakang di mana kerumunan bocah perempuan masih berkumpul bahkan ada yang bertengkar dan menangis, kembali Alex melihat kearah bocah perempuan yang tadi pergi.


"Huh..."Pria kecil itu menepuk keningnya merasa pusing dengan situasi yang sering sekali di alaminya itu.


....


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


Thanks ya yang udah mampir,kali likenya😄😄

__ADS_1


__ADS_2