Air Mata Delena

Air Mata Delena
Mulai Goyah?


__ADS_3

Rey berjalan menuju kulkas untuk mengambil air dingin dan meminumnya hingga tandas.Ruangan yang temaram di malam hari ini membuat siapapun tak ada yang melihatnya.Suara langkah kaki lainnya terdengar semakin mendekat,Rey masih diam di tempatnya ,senyum mesum terbiat saat bayangan tubuh wanita dengan gaun tidur V rendah terpampang nyata di depan sana.


Lena menuangkan air kedalam gelas hendak meminumnya namun wanita itu di buat terkejut saat sebuah tangan melingkar di pinggang rampingnya,Lena bergidig ngeri saat merasakan leher jenjangnya terasa basah akibat kecupan dari bibir tebal yang sudah dapat di tebak siapa pelakunya.


"Rey,jangan seperti ini.Jika ada yang melihat bagaiman?"Lena berusaha untuk melepaskan namun tangan itu tak juga melepaskannya.Semakin kesini sikap Rey semakin mesum padanya.


"Diamlah,aku masih ingin seperti ini."Rey membenamkan wajahnya di ceruk leher Lena,menghirup aroma yang begitu menengkan.


"Rey,kondisikan tanganmu."Lena menepis tangan Rey yang mulai merambat menyentuh dua squishy miliknya dan mengusapnya lembut.Pria tampan yang masih merengkuh wanitanya itu terkekeh geli mendengar suara ketus yang selalu keluar dari bibir Lena.


"Aku tau kau pasti menginginkannya juga kan."Nafas Rey terasa berat,squishy miliknya tampak mengintip di balik gaun tidur yang sudah dapat di pastikan jika Lena tak menggenakan bra.

__ADS_1


Ughh aku ingin memainkannya.Pikir Rey.


Delena sebisa mungkin melepaskan diri,bohong jika dirinya tak merasakan sesuatu yang memabukan setiap menerima sentuhan tangan kekar itu.Sebagai wanita yang berpengalaman Lena juga mudah terpancing namun wanita itu dengan cepat mengembalikan kesadarannya.


"Apa mamah memperlakukanmu dengan baik beberapa hari ini?"Rey memejamkan matanya masih memeluk erat tubuh Lena dari belakang.


"Hmm,mama sangat baik padaku.Rey ,apa tidak sebaiknya kita akhiri saja sebelum semuanya terlambat."ucap Lena.Melihat mama Lili yang tampak antusias membuatnya tak tega jika harus mematahkan kebahagiaan wanita paruh baya itu.


"Mama akan lebih kecewa jika tau pernikahan itu hanya sandiwara."balas Lena.Melihat pria di depannya yang diam saja,Lena membalikan tubuhnya menyambar segelas air mineral dan pergi dari dapur.Lena tersenyum kecut merasa bodoh karena hampir terperamgkap oleh duda tampan itu.


Rey memperhatikan punggung Lena yang menghilang dengan helaan nafas berat.Apakah tujuan awalnya saat ini mulai goyah?Entahlah,Rey berjalan memasuki kamar yang sudah lama tak ia tempati.Pandangannya mengedar melihat setiap foto yang terpajang rapi di dinding kamar.Langkah Rey mendekat tepat di hadapan sebuah figura besar di depannya,dimana dirinya tampak serasi dengan wanita cantik di atas pelaminan.

__ADS_1


"Hai."Rey tersenyum menatap mendinga istrinya. "Apa kau melihatku diatas sana,aku merindukanmu sayang."ucap Rey lirih.


"Maaf jika setelah kepergianmu aku menjadi pria brengsek dengan bermain banyak wanita."Rey menunduk mengingat kelakukannya,bukan hanya Nadia namun banyak wanita lainnya yang menjadi teman ranjangnya. "Saat ini,ada sosok wanita yang mampu menjadi ibu bagi putra kita.Kau tau, putra kita sangat tampan,ya tampan sepertiku."Rey masih berucap dengan senyum seolah Olive tengah berada di depannya.


"Alex menyukainya ,aku melihat putra kita begitu membutuhkan sosok ibu dari Lena.Maafkan aku sayang,aku tidak bermaksud menduakanmu."Rey menyentuh figura dimana Olive tersenyum manis menatap dirinya.


Malam itu Rey tertidur di kamar yang menyimpan banyak kenangan manis bersama Olive.


....


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!

__ADS_1


__ADS_2